Jeritan Uyghur : Wahai Mu’tashim Dimanakah Anda!

Spread the love

Oleh : Trisnawaty A

(Revowriter Makassar)

 

#MuslimahTimes –– Airmata tak terbendung, berita duka tak henti-hentinya menyelimuti kaum muslim. Penderitaan terhadap kaum muslim tak usai,  Palestina menjerit, Suriah memanggil, Rohingya menangis. Kali ini tentang nasib etnis Uyghur di Xinjiang, China, yang ditindas oleh Pemerintahan komunis Cina.
Penindasan terhadap mereka sudah berlangsung lama. Penyebabnya hanya satu: Karena mereka Muslim.

Dilansir dari buletin Media Umat. Di bawah ini adalah 5 hal mengerikan yang terjadi terhadap saudara laki-laki dan kaum perempuan Muslim di kamp-kamp rahasia Cina ini.

  1. Dicuci Otaknya untuk melupakan Islam: Orang-orang yang tinggal di kamp tidak diizinkan untuk menjalankan sholat. Mereka secara khusus diperintahkan bahwa ibadah ritual dalam Islam adalah berbahaya, dan diperintahkan untuk tidak mengikuti hal-hal yang telah disebutkan dalam Quran. Mereka harus menyanyikan lagu-lagu pro-Cina untuk mendapatkan makanan.
  2. Dipaksa makan daging babi dan minum alkohol: Para pemimpin Partai di Urumqi telah memulai gerakan anti-halal di mana mereka memerintahkan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk bersumpah untuk “berperang melawan pan-halalisasi”. Kaum Uyghur sekarang ditekan untuk tidak hanya mengecam agamanya sendiri tetapi juga dipaksa untuk makan daging babi dan minum alkohol.
  3. Berbagai Bentuk Penyiksaan: Agar orang-orang Uighur mematuhi perintah mereka, pihak berwenang menyiksa mereka dengan berbagai cara yang tidak manusiawi. Para korban diikat ke kursi “harimau” di dekat mata kaki mereka; tangan mereka dikunci di belakang kursi. Para penyiksa Partai Komunis China itu tidak memolehkan mereka untuk tidur, menggantung mereka selama berjam-jam dan memukuli mereka
  4. Para Wanita Muslim Diperkosa: Selama wawancara, beberapa mantan tahanan telah mengungkapkan bahwa para wanita muda Uyghur diperkosa setiap hari oleh para pejabat PKC di kamp-kamp dan dibunuh jika mereka menolak. Para wanita itu diambil dari sel-sel mereka dan diperkosa sepanjang malam.
  5. Alasan Aneh di Balik Pengiriman Mereka ke Kamp: Saat ini siapapun dapat dimasukkan ke kamp. Di tahun-tahun sebelumnya, hanya para penduduk Uyghur yang religius yang menjadi sasaran, namu n sekarang tidak ada seorangpun penduduk Uyghur yang merasa aman.

 

Derita Muslim Tanpa Khilafah

Kondisi kaum muslim hingga detik ini terkunkung dalam kezaliman sampai pada pembunuhan, nyawa setiap hari melayang, kelaparan terjadi dimana-dimana, harga diri kaum muslim dinodai, kehormatan-kehormatan mereka dinistakan dan sederetan penderitaan lainnya. Awal dari penderitaan ini tatkala Mustafa Kemal Atttaturk Laknatullah, seorang agen Inggris mengumumkan penghapusan induk kaum muslim (khilafah islamiyah) pada tahun 1342 H bertepatan dengan tahun 1924 M dan menggantinya dengan menegakkan negara republik Turki sekuler,kaum muslim tersekat-sekat atas nama nation state (negara bangsa) mereka laksana buih di lautan,  tak berdaya, penyakit alwahn telah menjangkiti. Tak terkecuali Indonesia, sebagai negeri dengan mayoritas muslim, seperti diberitakan dalam republika Soal Muslim Uyghur, JK: Indonesia tak bisa ikut campur, JK berkata : Indonesia mengecam penindasan tapi itu adalah urusan dalam negeri Cina, Miris!. Sungguh jeritan uyghur, jeritan Kaum Muslim seluruh dunia, wahai  Mu’tashim, dimanakah Anda, Wahai Khalifah Kaum Muslim dimanakah Anda!. Akan terus kita dengar selama kaum mulim tersekat-sekat atas dasar nasionalisme dan terus terkunkung dalam tirani demokrasi kapitalisme. Wahai kaum muslimin, apakah kita akan terus bertahan dalam kondisi ini? Sekali-kali tidak.

 

Save Uyghur With Khilafah

Dari Abu Hurairah –radhiyaLlâhu ’anhu-. bahwa Nabi Muhammad -shallaLlâhu ’alayh wa sallam- bersabda:

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

”Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll).

Menjadi Junnah [perisai] bagi umat Islam, khususnya, dan rakyat umumnya, meniscayakan Imâm harus kuat, berani dan terdepan. Bukan orang yang pengecut dan lemah. Kekuatan ini bukan hanya pada pribadinya, tetapi pada institusi negaranya. Dan institusi itu adalah khilafah. Inilah yang ada pada diri Nabi shalla-Llahu ‘alaihi wa Sallama dan para Khalifah setelahnya. Nabi saw mengusir dan menyatakan perang terhadap Yahudi Bani Qainuqa’ di Madinah karena mereka telah menodai kehormatan seorang wanita muslimah. Tidak hanya dilakukan oleh Nabi, tetapi juga Khalifah setelahnya Khalifah al-Mu’tashim Billah, seorang penguasa yang  mengirimkan ratusan ribu pasukan menaklukkan kota ammuriyah (sekarang Ankara) demi untuk melindungi kehormatan seorang muslimah yang telah dilecehkan oleh prajurit Romawi. Sungguh sudah saatnya kita mengakhiri jeritan uyghur, jeritan kaum muslim yaitu dengan tegaknya institusi khilafah islamiyah yang dijanjikan dengan adanya seorang khalifah yang akan membebaskan kaum muslim. Wallahu ’allam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *