Ketika Cinta Menyapa. Bagaimana Cara Remaja Seharusnya Membalas?

Spread the love

Kontributor : Vio Ani Suwarni

 

#MuslimahTimes — Alhamdulillah, Ahad 17 Februari 2019 Komunitas Remaja Move On Karawang menggelar acara Training Motivasi Muslimah dan Kopdar #5 khusus muslimah bertemakan “Ketika Cinta Menyapa”. Bertempat di Masjid SMPN 1 Karawang Barat, Jalan Sukarja Jayalaksana.

Pagi hari yang cerah, menambah semangat para peserta. Senyum indah pun terpancar diwajahnya. Sehingga para pesertapun sangat antusias mengikuti Training Motivasi Muslimah dan Kopdar #5 Komunitas Remaja Move On Karawang. Kurang lebih 300 peserta  membanjiri masjid dengan semangat yang sangat menggelora. Jargon khas Remaja Move On “Bersama dalam Hijrah Sampai Jannah Allahuakbar” Menambah syahdu suasana acara.

Acara dibuka oleh Teh Selly dan Teh Ragil dengan membacakan basmallah dan tata tertib peserta selama acara berlangsung. Selanjutnya pembacaan ayat suci Al-Qur’an pun dilantunkan oleh Ukhty Nina. Ukhty Nina membacakan surat At-Taubah ayat 128-129 dan Maryam ayat 96-98. Kesyahduanpun berlanjut dengan pembacaan shalawat yang dipimpin oleh Ukhty Cucun, Nuromlah, Sumayah dan Mirna dengan judul shalawat “Shalawat Antal Aamiin”.

Acara selanjutnya pun berganti pada sesi yang dinanti-nanti, yakni pemaparan materi training motivasi yang akan disampaikan oleh kakak shalihah yang super kece. Tampil sebagai narasumber, yakni Kak Fadhillah (Islamic Life Inspiration). Kak Fadh sapaan hangatnya, menyampaikan bahwa cinta itu adalah fitrah. Manusia sebagai makhluknya Allah memiliki 3 naluri, yakni Naluri Beragama (Gharizah Tadayyun). Naluri Mempertahankan Diri (Gharizah Baqa) dan Naluri Melestarikan Jenis (Gharizah Nau). Penampakan pada Garizah Nau ini akan mengarah pada rasa kasih sayang, menyukai lawan jenis dan rasa kasih sayang kepada sesama muslim.

Selanjutnya Kak Fadh menyampaikan bahwasannya  Islam tidak melarang seseorang memiliki rasa cinta kepada lawan jenis. Tapi, jikalau penyaluran rasa tersebut melalui aktivitas pacaran jelas saja itu adalah sebuah kesalahan. Kenapa demikian?

Aktivitas pacaran, melanggar aturan gaul dalam Islam, pasalnya dalam Islam hukum asal kehidupan laki-laki dan perempuan haruslah terpisah. Terkecuali jika ada kepentingan antara laki-laki dan perempuan yang diperbolehkan. Seperti dalam tiga hal ini, yakni: pendidikan, kesehatan dan jual beli. Tidak boleh ada khalwat (berdua-duaan) antara laki-laki dan perempuan. Rasulullah SAW bersabda “Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita, kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut” (HR. Bukhari & Muslim).

Aktivitas pacaranpun mendekati zina, pacaran pasti berduan, kalau sudah berduan pasti yang ketiganya adalah setan. Rasulullah SAW bersabda, “Ingatlah, bahwa tidaklah seorang lelaki berkhalwat dengan wanita kecuali yang ketiganya adalah setan”. (HR. Ahmad). Setan akan selalu menjerumuskan seseorang pada kemaksiatan yang kecil sampai pada kemaksiatan yang besar (seperti zina).

Selanjutnya aktivitas pacaranpun memicu pada perilaku Tasyabbuh Bil Kuffar. Demi mengokohkan rasa cinta, orang pacaran mencari momen kebersamaan, salah satunya v-days. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka”. (HR. Abu Dawud, Hasan). Jadi penyaluran cinta pada lawan jenis yang diridhoi Allah hanyalah dengan cara menikah.

Dalam persiapan menuju menikah ini ada yang namanya Ta’aruf (Perkenalan). Tapi harus hati-hati, karena ta’arufpun ada yang original dan ada yang palsu juga. Kalau ta’aruf yang original akan selalu mengarah pada pernikahan. Selalu membicarakan visi misi keluarga, tidak akan terjadi khalwat. Tidak akan berani untuk berpegangan sebelum halal, tidak akan bermesra-mesraan sebelum dihalalkan dan jikalau tidak sampai pada tahap pernikahan, tidak akan terjadi apa-apa. Berbeda halnya dengan ta’aruf palsu KW (Pacaran Islami). Pasti tidak akan ada keseriusan, akan selalu berdua-duaan, komunikasi selalu intens melalui medsos dan selalu mengumbar kemesraan sebelum ijab qabul diucapkan.

Lantas kalau belum siap harus bagaimana? Kak Fadh pun memaparkan jikalau belum siap untuk menikah ada tiga langkah yang bisa kita ambil diantarainya: Jangan melakukan interaksi, jaga hati dan pandangan. Jangan memulai apa yang tidak bisa diselesaikan dan yang penting, Nikahi atau Sudahi, Halalkan atau Tinggalkan. Jangan coba mengumbar cinta, maka alihkanlah cinta kita kepada cinta yang haqiqi. Cinta yang haqiqi ini adalah cinta kepada Allah dan Rasulnya, cinta kepada orang tua dan cinta kepada sesama muslim.

Alihkan juga pada jalan yang bermanfaat dan berpahala. Diantaranya fokus pada masa depan dan cita-cita. Perbaiki kualitas ibadah wajib dan sunah dan menuntut ilmu untuk bekal di dunia dan akhirat. Karena seorang pemuda yang senantiasa taat kepada Allah akan masuk ke dalam tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah.

Sebagai seorang pemuda kita membutuhkan pendalaman ilmu Islam, dengan menghadiri kajian-kajian Islam. Fahami ilmu Islam dengan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Terakhir senantiasa sebarkan ilmu Islam, dengan cara yang ma’ruf agar banyak orang yang faham tentang Islam. Terakhir Kak Fadh bertanya siapkah menjadi agen perubahan, siapkah menjadi Agent of Change? Para pesertapun menjawab siap!

Setelah pemaparan materi oleh Kak Fadh, Teh Selly dan Teh Ragil memberikan ice breaking untuk menambah semangat para peserta kopdar. Setelah ice breaking sesi tanya jawabpun dipandu oleh Teh Selly dan Teh Ragil. Pertanyaan peserta kopdar: 1. Bagaimana menyikapi rasa cinta bagi kita seorang pelajar selain menikah? 2. Bagimana jika kita memanfaatkan “promo beli satu gratis satu pada 14 Februari” tapi tidak bermaksud untuk merayakan Velentine?

Setelah sesi tanya jawab, ada ferform pembacaan puisi dari Ukhty Zaky. Judul puisinya yaitu “Ketika Cinta Menyapa”. Setelah itu ada sesi yang dinanti juga, yakni doorprize, Alhamdulillah, selamat kepada sahabat yang mendapatkan doorprize, semoga bermanfaat. Kemudian ada sesi kesan dan pesan dari para peserta terkait acara kopdar #5. Selanjutnya acara terakhir yakni pembacaan do’a yang disampaikan oleh Ukhty Diantini dan penutupan acara kopdar oleh Ukhty Selly dan Ukhty Ragil. Terakhir foto bersama pemateri, para peserta dan para panitia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *