Lima Hal yang Sering diabaikan Istri Terhadap Suaminya

Spread the love

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S
(Penulis Buku “Menikah Rasa Jannah”)

 

Setelah menikah, ketaatan seorang wanita berpindah. Dari yang semula kepada ayahnya, berpindah kepada suaminya. Bahkan dinyatakan bahwa ridho suami merupakan ridho Allah.

Maka sangat penting bagi para istri untuk selalu berupaya memperoleh ridho dari suaminya. Salah satunya dengan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai istri sebagaimana yang telah ditetapkan syariat kepadanya.

Berikut ini adalah lima hal yang sering diabaikan istri terhadap suaminya:

1. Bersikap lemah lembut.

Seorang istri selayaknya menjadi penentram jiwa suaminya. Tempatnya melabuhkan rasa ketika lelah menyergap seusai mencari nafkah. Namun, apa jadinya jika istri bersikap kasar terhadap suaminya? Bukan ketentraman yang didapat, melainkan kepenatan yang kian bertambah.

“Tidaklah seorang isteri menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya dari para bidadari Surga akan berkata, ‘Janganlah engkau menyakitinya. Celakalah dirimu! Karena ia hanya sejenak berkumpul denganmu yang kemudian meninggalkan-mu untuk kembali kepada kami.” (HR.Tirmidzi)

Oleh karena itu, melembutkan suara di hadapan suami adalah kemuliaan. Memanggilnya dengan panggilan cinta adalah sebuah kebaikan yang akan menghangatkan ikatan cinta di antara keduanya.

2. Berdandan di hadapan suami.

Kadang ini hanya menjadi teori semata. Bahwa kecantikan istri hanya boleh ditampakkan di hadapan suaminya ,prakteknya seringkali diabaikan. Betapa banyak kaum istri yang ogah berdandan di rumah. Sebaliknya tampil sangat cantik, wangi dan rapi saat ke luar rumah.

Padahal berdandan di hadapan suami bernilai pahala yang sangat besar di sisi Allah.

Alangkah baiknya jika para istri menghias diri di hadapan suaminya, memakai pakaian yang bersih dan memakai wewangian di dekat suami. Sebaliknya saat keluar rumah tidak berlebihan dalam berdandan demi menjaga kehormatan dirinya.

3. Merawat diri.

Setelah menikah, biasanya seorang wanita malas merawat diri, apalagi wanita yang mendedikasikan dirinya secara totalitas menjadi ibu rumah tangga. Penyebabnya adalah karena hampir seluruh waktunya terkuras untuk mengurus rumah tangga dan juga mengasuh anak-anak. Akibatnya, merawat diri tak lagi dilakukan. Padahal ini sangat penting bagi seorang istri.

Meskipun suami menerima apa adanya diri kita. Namun, sudah menjadi kewajiban bagi kaum istri untuk memberikan persembahan terbaik kepada suaminya. Sungguh, menyenangkan suami adalah kebaikan. Memanjakan matanya adalah ibadah.

Merawat diri ini meliputi perawatan wajah dan perawatan tubuh. Tak perlu mahal, kaum istri dapat memanfaatkan apa saja yang terdapat di sekitar. Seperti tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan.

Jadi, jangan abaikan aktivitas merawat diri bagi kaum istri, agak suamimu senantiasa bahagia memandangmu.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ، وَتُطِيْعُكَ إِذَا أَمَرْتَ، وَتَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِكَ

“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” (HR.Thabrani)

4. Lupa Berterima Kasih.

Kewajiban suami adalah menanggung segala kebutuhan istrinya. Ada pahala pada setiap tetes keringatnya untuk menghidupi keluarganya. Maka, sudah selayaknya kaum istri berterima kasih kepada suaminya sebagai bentuk penghargaan atas usahanya, baik hasilnya sedikit ataupun banyak.

Yakinlah bahwa apa yang kita terima, adalah jatah rizki yang sudah Allah tetapkan untuk kita. Tetaplah bersyukur. Karena rizki mutlak pemberian Allah.

Adapun faktanya, kebanyakan kaum istri lupa berterima kasih kepada suaminya, sebaliknya mereka sibuk mencaci suami jika tak semua kebutuhannya bisa terpenuhi. Padahal sebaik-baiknyan istri adalah yang mampu berterima kasih kepada suaminya.

“Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita, mereka kufur.” Para Shahabat bertanya: “Apakah disebabkan kufurnya mereka kepada Allah?” Rasul menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.” (HR.Bukhari)

5. Mendorong Suami untuk Memperhatikan Ibunya.

Syariat Islam telah menetapkan bahwa seorang anak lelaki tidak gugur kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan ibunya meski ia telah menikah. Jadi alangkah mulianya seorang istri yang senantiasa mengingatkan suaminya agar tetap memperhatikan kebutuhan ibunya.

Ingatlah, bahwa suami yang soleh adalah dia yang tak hanya mencukupi kebutuhan istri dan anak-anaknya, tapi juga memenuhi kebutuhan ibunya. Dan istri yang shalihah adalah yang ridho membagi rizkinya kepada ibu dari suaminya (mertuanya).

Diriwayatkan bahwa Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah Saw, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasulullah menjawab, “Suaminya” (apabila sudah menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim)

Maka sungguh berdosa seodang istri yang melarang suaminya memberikan sebagian rizkinya kepada ibunya, lebih-lebih jika ibu suami dalam keadaan miskin.

Demikianlah lima hal yang sering diabaikan istri terhadap suaminya. Jika hal tersebut dilaksanakan sesuai syariat, insyallah akan menambah keberkahan dalam rumah tangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *