Mendalami Indahnya Ukhuwah Islamiyah Bersama Kajian Annisa Yogya

Oleh : Dini Prananingrum & UmmuNaufal

 

#MuslimahTimes — “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Tidak beriman seseorang sampai mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.Ungkap Ustazah Lies Arifah di depan dua ratus jama’ah Kajian Annisa Yogyakarta, pada Ahad 22 Juli 2018.

Di serambi Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta iniUstazah Lies menjelaskan bahwa benar Islam mengajarkan setiap muslim menjadi saudara bagi muslim yang lain. Di manapun mereka berada ,apapun warna kulit mereka, serta dari belahan dunia manapun mereka berasal. Selama mereka muslim, maka semua bersaudara. Itulah yang disebut Ukhuwah Islamiyah. Suatu jalinan persaudaraan yang diikat dengan aqidah yang sama, yaitu Islam.

Agar ukhuwah Islamiyah ini tidak mengalami keretakan, maka ustadzah Lies mengatakan ada beberapa hal yang harus dihindari oleh setiap muslim antara lain : Pertama, tidak melanggar kehormatan sesama muslim. Kedua, tidak menawar di atas penawaran saudaranya.

Ketiga, tidak melamar di atas lamaran saudaranya. Keempat, tidak mendzalimi. Kelima, tidak mencelakakan. Dan keenam, tidak meremehkan sesama muslim.

Sementara untukmenjaga agar ikatan Ukhuwah Islamiah senantiasa terjalin dengan kuat, Ustazah Lies kembali menjelaskan hendaknya setiap muslim melakukan berapa hal, diantaranya saling memperhatikan, tolong-menolong, menasehati, dan menjaga kepercayaan. Jika setiap individu muslim dapat melakukan hal-hal tersebut, niscaya akan terbentuk akhlak yang mulia.

Namun disayangkan, saat ini Ukhuwah Islamiyah belum terwujud sepenuhnya, yang kita dapati justru kaum muslim menjalin ukhuwah bukan lagi berdasarkan aqidah. Mereka membentuk persaudaraan berdasarkan kesukuan, kelompok, dan nasionalisme.

Persaudaraan yang dibangun berdasarkan ketiga hal tersebut tidak akan menciptakan Ukhuwah Islamiah yang sejati. Justru akan mengakibatkan terpecah-belahnya kaum muslimin. Apalagi sekarang gencar dilontarkan isu Islam Nusantara. Sebuah opini yang menyatakan bahwa Islam di Indonesia adalah Islam yang benar. BukanIslam seperti di dunia arab dan Timur Tengah yang sering mengalami peperangan. Hal ini dimaksudkan agar kaum muslim membenci Arab dan akhirnya akan menjauhi Islam. Para jama’ah pun manggut-manggut.

Walhasil, kaum muslimin saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan. Mereka jauh dari dekapan Ukhuwah Islamiah. Banyak yang tidak peduli dengan nasib saudaranya, mudah tersinggung,saling mencurigai, memusuhi, bahkan menzalimi saudara mereka sendiri. Muslimah berkerudung panjang, memakai jilbab dan cadar dikatakan teroris.”Padahal seringnya makan daging, bukan temperong iris, koq dikatakan teroris?” CelotehUstazah Lies disambut gelak tawa para jama’ah membahana di serambi Masjid.

KemudianUstazah Lies menyampaikah bahwa inilah kondisi yang diinginkan oleh musuh-musuh Islam yang dinahkodai oleh Amerika Serikat (AS). Melalui lembaga riset bernama Rand Corporation (RC), kaum muslim mereka kelompokan menjadi 4 golongan, yaitu:

  1. Kelompok Fundamentalis,
    Yaitukelompok Islam yang menginginkan penerapan syariat Islam (pro Khilafah)  anti barat dan nilai-nilainya seperti demokrasi serta sangat kritis terhadap pengaruh Barat.
  2. Kelompok Tradisionalis
    Yaitu kelompok Islam yang ingin menerapkan syariat Islam dan  pro Khilafah namun juga pro demokrasi. Tapi mereka sangat kritis terhadap pengaruh Barat.
  3. Kelompok Modernis
    Yaitu kelompok Islam yang anti pada penerapan syariat dan penegakan khilafah,  pro terhadap demokrasi walaupun kritis terhadap pengaruh barat.
  4. Kelompok Liberalis
    Yaitu kelompok Islam yang anti terhadap syariah dan khilafah dan sangat pro dengan barat. Mereka inilah antek barat.

“Pengelompokan kaum muslim ini memang dilakukan oleh AS untuk memetakan siapa saja dari kaum muslim yang bisa dijadikan sebagai antek, kawan atau ditargetkan sebagai lawan yang harus dilenyapkan.” BeberUstazah Lies.

Kelompok Islam yang mereka nilai berbahaya yaitu kelompok yang ingin menerapkan  syariah dan khilafah. Cap ekstrimis, radikal dan teroris melekat pada mereka. Berbagai upaya AS lakukan untuk menghentikan gerak dakwah kelompok ini dan memukul mundur perjuangannya. Langkah praktis yang mereka lakukan antara lain dengan mengkotak-kotakan kaum muslim untuk melemahkan kekuatan persatuan mereka, memukul mundur perjuangan Islam kaffah melalui tangan kaum muslim sendiri. Menciptakan ketakutan pada perjuangan Islam dan kebencian terhadap syariat Islam. Menjadikan kaum muslim mencurigai pejuang dan perjuangan Islam dan akhirnya menjauhinya.

Akibatnya sebagian kaum Muslim tidak lagi mampu membedakan mana ajaran Islam yang haq dan mana ajaran Islam yang abal-abal. Musuh mereka dukung. Sementara saudara sendiri mereka musuhi. Sungguh ironis.

Lalu Ustazah Lies memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan kaum muslim agar tidak mudah terpecah belah dan terperdaya dengan buaian Barat. Antara lain:

  1. Cintai Islam dengan sepenuh hati.
  2. Membina diri sendiri dengan aqidah dan tsaqofah Islam. Ini bisa dilakukan dengan cara mengikuti kajian-kajian Islam yang ada di sekitar kita.
  3. Ikuti kajian tersebut secara rutin dan intensif agar kita bisa mendapatkan tsaqofah Islam yang utuh.
  4. Bergabung dengan kelompok kajian di sekolah atau masyarakat sekitar untuk menyatukan gerak dakwah dan menjalin ukhuwah.

Mengakhiri materi kajian, Ustazah Lies menjelaskan dengan melakukan langkah-langkah tersebut insya Allah setiap muslim akan tercerahkan pemikirannya dengan tsaqofah Islam yang lurus. Dimana pada akhirnya akan terjalin Ukhuwah Islamiah yang kuat di antara kaum muslimin. Jika ukhuwah ini telah terwujud kaum muslim akan bangkit dari tidur panjangnya dan menjelma menjadi singa perkasa yang ditakuti oleh seluruh musuh-musuhnya.

Sebelum acara berakhir pada pukul 10.45 para jama’ah berlomba-lomba bertanya dan mengungkapkan pengalaman yang dirasakan berkaitan dengan materi kajian. Pembagian doorprize dan berfoto bersama menjadi moment special bagi jama’ah yang bertanya, yang paling sepuh serta berasal dari lokasi terjauh.

Di penghujung acara, Host Ustazah Annisa Widayati yang merupakan mantan penyiar TV nasional ini, menyemangati para jama’ah untuk mengikuti home coaching (kajian rumahan) yang diadakan oleh Kajian Annisa. Untuk membentengi para muslimah dari retaknya Ukhuwah Islamiyah.

Acarapun ditutup dengan doa penguat ikatan Ukhuwah Islam yang dilatunkan oleh Ustazah Dini Prananingrum. Suasana haru para jama’ah yang merindukan Ukhuwah Islamiyah hakiki segera terwujud mengiringi sesi penutup ini.

Wallahua’lam Bishowab.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *