MENURUNKAN ANGKA BUNUH DIRI DALAM KAPITALISME, BISAKAH?

Spread the love
Oleh. Vivie Dihardjo
(Pegiat Komunitas Ibu Hebat)
#MuslimahTimes — Data WHO menyebut angka bunuh diri pertahun sebesar 800.000 orang atau setiap 40 detik terjadi 1tindakan bunuh diri pada rentang usia produktif yaitu 15-29 tahun. Memprihatinkan.
10 September adalah hari ulangtahun WHO (World Health Organization) Badan Kesehatan dibawah PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
Tahun ini WHO fokus pada penurunan angka bunuh diri sebagai penyebab kematian terbesar nomor dua di dunia. Dirilis oleh WHO penyebab bunuh diri diantaranya adalah depresi, gangguan jiwa, hasrat untuk bunuh diri (dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan yang tidak menemukan jalan keluar).
KAPITALISME MENCIPTAKAN MASYARAKAT SAKIT
Dunia hari ini berjalan dan diatur oleh ide Kapitalisme. Kapitalisme yang memisahkan agama dengan dunia menyebabkan masyarakat jauh dari tuntunan agama dan menjadikan agama sebagai kegiatan ritualistik semata tanpa nilai-nilai luhurnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kapitalisme menempatkan standar kebahagiaan dengan ukuran materi sehingga masyarakat berlomba-lomba mendapatkan materi dengan cara apapun tanpa memperdulikan halal dan haram bahkan dengan merampas hak orang lain pun seakan legal selama standar kebahagiaan ala Kapitalisme terpenuhi.
Kapitalisme adalah surga bagi kehidupan individualistik. Kepedulian dan keinginan berbagi semakin langka. Jurang kesenjangan semakin lebar antara kaya dan miskin. Orang memandang bunuh diri sebagai solusi karena tidak ada pertolongan, uluran tangan yang mengeluarkannya dari kungkungan masalah.
Masyarakat menjadi sangat cuek terhadap lingkungan sekitarnya.
Kapitalisme menciptakan masyarakat yang sakit baik fisiknya maupun jiwanya. Masyarakat yang kosong karena semakin jauh dari keimanan. Dengan demikian mustahil menurunkan angka bunuh diri jika sistem yang digunakan adalah kapitalisme karena ajaran-ajaran dalam kapitalisme justru menyediakan peluang untuk terjadinya bunuh diri.
SISTEM ISLAM MENYEHATKAN MASYARAKAT.
Dalam islam masyarakat bukan hanya dianggap sebagai kumpulan individu sebagaimana kapitalisme memandang. Namun sekumpulan manusia yang terikat oleh pemikiran, perasaan dan aturan yang sama. Maka untuk memperbaiki masyarakat haruslah dengan memperbaiki pemikiran, perasaan dan sistemnya (seperangkat aturannya).
Sistem terbaik untuk memperbaiki masyarakat adalah sistem islam. Pemikiran dan perasaan masyarakat didasarkan pada ideologi islam(mabda islam). Sebuah ideologi (mabda) akan memancar darinya aturan-aturan. Mabda islam memancarkan aturan-aturan islam (hukum syara’). Jika masyarakat telah mempunyai pemikiran, perasaan sesuai dengan hukum syara’ (Al quran dan sunnah) maka secara otomatis perilaku bunuh diri bisa menurun bahkan nol.
 Hal ini disebabkan :
1. Dalam sistem islam negara berkewajiban menjaga agama, jiwa, akal, keturunan (nasab), harta benda, kehormatan dan keamanan dalam masyarakat. Negara berperan dalam mengatasi problem dalam masyarakat.
2. Kebersamaan dalam kerangka aqidah islam menjadikan masyarakat sebagai umat yang satu, saling menolong, beramar ma’ruf nahi mungkar. Hadist Rasulullah menyatakan umat islam bagaikan bangunan
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [Shahih Muslim No.4684]
Umat muslim bagaikan tubuh
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” (HR. Muslim).
Tidak dikenal individualistik di dalam sistem islam.
 3. Negara sangat menjaga agama. Masyarakat selalu didorong untuk berperilaku sesuai dengan tuntunan Alquran dan sunnah. Bunuh diri adalah perbuatan yang dilaknat oleh Alloh.
Alloh berfirman,
وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا * وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيرًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An Nisa: 29-30).
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
من قتل نفسه بشيء عذب به يوم القيامة
“Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan di adzab dengan itu di hari kiamat” (HR. Bukhari Muslim).
Dalam keadaan apapun seorang muslim dilarang untuk berputus asa dari rahmat Alloh. Alloh berfirman,
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Ketika negara menerapkan syariat islam kafaah maka masyarakat menjadi sehat bahkan berjalan menuju sebuah peradaban yang mulia. Madinah adalah sebuah contoh sebuah masyarakat yang sehat secara jasmani dan rohani yang pernah ada. Sabda Rasulullah, “Madinah itu seperti tungku (tukang besi) yang bisa membersihkan debu debu yang kotor dan membuat cemerlang kebaikan-kebaikannya (HR.3 Bukhari).  Mabda islam adalah sistem yang khas karena itu hanya satu sistem yang bisa mewadahinya yaitu Khilafah’ala minhajinnubuwwah seperti yang Rasulullah contohkan di Madinah dan para Khalifah penerusnya teruji selama 1300 tahun menguasai 2/3 dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *