Muballigh Ala Kemenag dan Polemiknya

Spread the love
Oleh : Putri Rahmasanti, S.Tr.T
(Aktivis Back To Muslim Identity Community Samarinda)
#MuslimahTimes — Kementerian Agama mengeluarkan rilis daftar 200 nama muballigh (12/05). Hal ini dilakukan untuk menjawab permintaaan masyarakat terkait siapa saja muballigh yang disarankan untuk mengisi kajian di masjid, mushola, majelis ta’lim, kantor dll. Muballigh yang masuk daftar rilis ini telah memenuhi tiga kriteria yaitu mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi. Nama-nama ini dihimpun dari tokoh agama, ormas keagamaan serta tokoh masyarakat. Kemenag menyampaikan bahwa rilis ini sifatnya dinamis dan ke depan akan diupdate secara resmi. (kemenag.go.id)
Menanggapi hal ini beragam respon dikeluarkan masyarakat. Ada ulama yang merasa tak layak masuk ke daftar rilis karena menurutnya ada yang lebih layak. Ada netizen yang protes dan bertanya-tanya, karena beberapa ustad favorit tidak masuk dalam daftar tersebut, ada juga yang tidak peduli dengan daftar tersebut.
Apa yang Sebenarnya Dikhawatirkan Pemerintah? 
Sebagai seorang muslim kita harus pandai dalam menyikapi apapun, termasuk isu, wacana atau kebijakan. Dimana hal-hal tersebut bisa saja dikeluarkan oleh siapapun, ormas manapun dan lembaga apapun termasuk pemerintah. Terutama dengan isu, wacana atau kebijakan yang ada sangkut pautnya dengan Islam . Jangan sampai islam, ulama dan umat islam di kriminalisasi dengan kepentingan dan tujuan tertentu.
Sebelum rilis ini muncul, Indonesia dihebohkan dengan isu paham islam radikal, pembubaran salah satu ormas islam secara sepihak oleh pemerintah, adanya kriminalisasi ajaran islam (pelarangan cadar, menentang ajaran islam yaitu khilafah), sampai aksi teror bom yang menyudutkan islam.
Apa tujuan semua ini? Tujuannya agar umat islam semakin lemah, dan tidak bangkit dari keterpurukan. Akibatnya  munculah islamopobhia, umat islam takut dan menentang ajaran islam, umat islam takut dengan umat islam yang lain (memakai cadar dll).
Umat islam ini ibarat tubuh yang sedang lemah dan sakit akibat banyak virus yang telah menggerogoti otaknya dan sangat butuh dokter ahli yang paham islam secara kaffah (menyeluruh). Sayangnya Islam yang kaffah ini sedang dilabeli sebagai islam radikal. Sedangkan saat ini islam radikal sedang diberantas dan dijauhi umat muslim dengan adanya program deradikalisasi. Karena ketika seluruh umat muslim memiliki pemahaman islam kaffah, umat islam akan menjadi umat yang kuat dan bangkit serta membuat musuh-musuh islam menjadi takut.
Sebagai muslim, kita harus waspada pada upaya memecah belah umat, dimana salah satu caranya adalah dengan pemberian label atau mengkelompok-kelompokkan muballigh yang sesuai dengan kriteria pemerintah dan tidak sesuai (tidak masuk rilis), sekalipun rilis ini bersifat dinamis.
Sejatinya, muballigh yang sedang dibutuhkan oleh umat sekarang ini adalah muballigh yang paham Islam Kaffah. Muballigh seperti ini biasanya tidak masuk dalam daftar muballigh rekomendasi pemerintah. Sehingga wajar muncul berbagai respon negatif dari masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *