Muslimah Tangguh Dalam Perjuangan Islam

Spread the love

Oleh : Anna Ummu Maryam
( Pemerhati Publik Dan Member Revowriter )

#MuslimahTimes — Kiprah para muslimah dalam kemajuan dan perjuangan islam sangatlah besar. Hal itu dapat kita lihat dari masa dulu, yaitu pada masa Nabi Saw dalam Bai’at A’qabah ll (622 M) adalah perjanjian yang dilakukan   terhadap 73 orang pria dan 2 orang wanita dari Yatsrib pada waktu tengah malam. Wanita itu adalah Nusaibah Binti Ka’ab dan Asma’ Binti Amr bin Adi. Perjanjian ini terjadi pada tahun ketiga belas kenabian.

Untuk mengetahui kenabian dan bersumpah untuk menjadi pelindung Nabi Saw,  mereka rela mempertaruhkan nyawa,  padahal pada saat itu kafir Quraisy memata – matai siapa saja yang terlibat dalam urusan Muhammad maka siap untuk menerima siksaan dan hukuman mati.

Ternyata kisah wanita shaleha ini tidak hanya terjadi pada masa lalu. Kini pun k banyak kita jumpai. Dalam dunia kapitalis yang serba bebas ini bukan menjadi hal yang mudah bagi wanita sholeha menjalani keta’atan pada allah.

Sistem Kapitalis Membuat Iman Makin Tipis

Kehidupan yang sulit memaksa muslimah menjadi pekerja diluar rumah membantu suami mencari nafkah. Padahal sejatinya mereka mengurusi anak mereka dan rumah tangga saja. Belum lagi pelecehan hingga pemerkosaan yang dialami telah meninggalkan luka tampa terobati.

Bahkan memilih menjadi TKW keluar negeri hanya demi kebutuhan makan sehari – hari. Maka sangat wajar para muslimah akhirnya turun ke jalan untuk menyalurkan aspirasi pada penguasa supaya lebih memperhatikan kondisi rakyatnya.

Jika tidak dengan cara itu,  pemerintah tidak merasa menzalimi dengan kebijakan yang terkadang mencekik leher para suami dalam mencari rizki. Dengan  menggendong anak,  para muslimah berusaha mengambil peran menuju perubahan  lebih baik untuk membela islam dan mendakwahkan nya.

Menuju islam Rahmatan Lil’alamin

Para muslimah menyadari betul bahwa, yang menjadikan negeri ini sejahtera adalah mengambil sistem islam secara kaffah untuk di terapkan. Dan menasehati penguasa agar melakukan tugas sebagai pelayan dan pelindung umat bukan pelayan kepentingan barat.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِوَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh untuk berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. – (Q.S Ali Imran: 104)

Para muslimah menginginkan kebaikan kepada negeri ini,  maka berjuang tampa kenal lelah disela aktivitas mereka sebagai seorang ibu. Mencoba mengambil peran agar kebaikan islam ini segera di ambil oleh penguasa.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian dari mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, menegakkan shalat, menunaikan zakat, serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. – (Q.S At-Taubah: 71)

Maka jelaslah oleh kita bahwa,  perjuangan penegakan kembali islam secara kaffah bukanlah perjuangan sendiri tetapi perjuangan yang harus dilakukan oleh seluruh pihak dan para muslimah juga harus memainkan peranannya selain sebagai ibu dan pengurus rumah tangga namun juga sebagai pengemban dakwah.

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Dan berilah peringatan kepada mereka tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputuskan, sedang mereka dalam kelalaian dan tidak beriman. – (Q.S Maryam: 39)

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik pula. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang mendapat petunjuk. – (Q.S An-Nahl: 125

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *