Orang Yang Cerdaskah Kamu?

Oleh: Yunita Gustirini
[Ibu Peduli Generasi]

Apa yang terbayang di benak sahabat, jika mendengar kalimat “orang yang cerdas?” Biasanya kita langsung terbayang orang yang berpendidikan tinggi dengan banyak prestasi akademik. Atau seseorang dengan sederat gelar di belakang namanya. Bahkan bisa jadi kita menganggap orang yang sukses dalam karir lalu punya jabatan tinggi sebagai orang-orang yang cerdas.

Orang yang cerdas memang kerap disandingkan dengan sosok yang meraup banyak keberhasilan yang bersifat duniawi.

Pandangan Islam

Suatu saat, Abdullah bin Umar ra sedang duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu datanglah seorang lelaki kaum Ansor. Lelaki itupun bertanya setelah mengucap salam,

“Ya Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama?” Rasulullah menjawab, “Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.”

Lelaki itu bertanya lagi, “Mukmin manakah yang paling cerdas?” “Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah)

Sebagai muslim, kita harus meyakini kematian dan adanya kehidupan berikutnya setelah kehidupan dunia, yaitu kehidupan akhirat. Banyak dalil Alquran yang menjelaskannya.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kami mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 35)

Juga firman-Nya,

إِنَّ السَّاعَةَ لآتِيَةٌ لا رَيْبَ فِيهَا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.” (QS. Al-Ghafir: 59)

Juga hadis Rasulullah Saw, “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kenikmatan yaitu kematian. (HR. At-Tirmidzi)

Dengan segala keindahannya, kehidupan dunia dapat melenakan manusia. Hingga lupa akan keharusannya taat pada Allah Swt. Lalai mengingat mati dan mempersiapkan kehidupan setelahnya.

Maka Allah Swt mengingatkan kita agar tidak tertipu dengan kehidupan dunia yang fana.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS. Al-Fatir : 5)

Menjadi Orang Cerdas

Tentu kita mendamba menjadi muslim cerdas seperti yang digambarkan Rasul-Nya. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan:

Pertama, muhasabah. Hendaklah kita senantiasa bermuhasabah, mengoreksi diri. Sudahkah kita menjadi hamba-Nya yang bertakwa. Menjalankan semua perintah dan menghindar dari larangan-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

” Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok atau akhirat. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr : 18)

Kedua, bersegera taat syariat.

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali-Imran : 133)

Kita harus bersegera menaati segala syariat Allah. Bahkan kita diingatkan untuk bijaksana menggunakan yang 5, sebelum datang yang lima. Masa muda sebelum masa tua. Sehat sebelum sakit. Kaya sebelum miskin. Waktu luang sebelum waktu sempit. Hidup sebelum mati.

Ketiga, menuntut ilmu Islam. Kita mutlak harus memahami ajaran Islam secara benar. Agar kita dapat menjalankan syariat Allah dengan baik.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra : 36)

Sahabat, tak perlu sedih jika kita tak berpendidikan tinggi. Atau tak mempunyai sederet gelar akademis.

Ingatlah kematian selalu. Jadikan dia pelajaran berharga. Agar kita senantiasa hidup dalam ketaatan pada Allah azza wa jalla. Demi keselamatan hidup di dunia dan akhirat.  Yuk, berlomba menjadi orang yang cerdas di hadapan-Nya.

Wallahua’lam bish-shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *