Palestina Berdarah Lagi. Bagaimana Menghentikannya?

Spread the love
Oleh : Vivie Dihardjo
(Pegiat Komunitas Ibu Hebat)
#MuslimahTimes — Bangsa Yahudi ini semakin tidak tahu diri. Rencana Israel memindahkan ibu kotanya dari Tel Aviv  ke Yerussalem didukung oleh Amerika Serikat dengan memindahkan kedutaan besarnya sebagai bukti janji kampanye Trump yang akan mendukung kemerdekaan Israel.
Eskalasi konflik Palestina Israel sejatinya tidak pernah menurun meskipun diwarnai berbagai perjanjian gencatan senjata. Konflik semakin memanas tak terhitung jumlah korban jiwa namun provokasi bersenjatà terus terjadi karena ternyata konflik israel palestina ditumpangi kepentingan banyak negara diantaranya Amerika dan Inggris.
Seruan hingga kecaman terhadap agresi Israel terus dilakukan namun tidak juga memberikan dampak signifikan terhadap penghentian konflik Palestina Israel. Seruan Organisasi perdamaian dunia sekelas PBB pun tidak berdaya. Negara Negara Islam dibatasi oleh nasionalisme ala kapitalis sehingga tidak mampu berperan besar dalam menghentikan perang di Palestina. Nasionalisme ala kapitalis dibangun atas dalil bahwa negara tidak boleh saling mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
Dalil ini membuat negara negara islam tidak mampu memberikan bantuan yang berarti untuk Palestina. Sejatinya yang dibutuhkan Palestina selain bantuan kemanusiaan yang bertubi tubi adalah  bantuan militer untuk mengusir penjajah Israel dari bumi Palestina.
//Jihad Dan Khilafah Adalah Solusi//
Allah berfirman, “Sesungguhnya kaum mukminin itu adalah bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10).
Ikatan persaudaraan ini diikat oleh kesamaan aqidah yaitu islam. Ikatan ini tidak bisa disempitkan oleh faktor yang lain, misalkan negara bangsa. Penderitaan saudara saudara kita di Palestina seharusnya  adalah penderitaan umat islam sedunia. Karenanya upaya maksimal untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina adalah tanggung jawab semua muslim dimanapun berada.
Islam Sangat Menentang Penjajahan
Allah berfirman dalam surat An Naml (34) “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.”
Ketika Israel mengagresi Palestina, mencaplok satu persatu wilayahnya sesungguhnya dia telah berbuat kerusakan dan kedzoliman di muka bumi. Ini adalah alasan kuat untuk memerangi Israel atas penjajahan yang dilakukan di Palestina.
Padahal di sana, berdiri Al-Quds yang memiliki arti penting bagi umat Islam. Keutamaan Al Quds (masjidil Aqsa) adalah dasar kewajiban umat Islam untuk membela Palestina. Masjidil Aqsa merupakan kiblat pertama kaum muslimin. Waktu perintah sholat diturunkan, Rasul dan para sahabatnya sholat menghadap Masjidil Aqsa. Setelah 16 bulan barulah turunlah perintah Allah memindahkan kiblat dari Masjidil Aqsa ke Ka’bah.
Artinya, “Dari Bara’ bin Azib.ra berkata, Rasulullah SAW sholat menghadap Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan (HR Bukhori Muslim).
Al Quds di Palestina dinyatakan sebagai tanah yang diberkahi, negeri para nabi. Rasulullah  bersabda “Hendaklah kalian ke Syam, karena dia adalah tanah pilihan Allah, ditinggali oleh manusia-manusia pilihan, barangsiapa tidak mampu maka hendaklah menuju Yaman.”
Kiranya lengkaplah dasar bagi umat muslim untuk turut serta membela Al Quds. Namun hingga hari ini hal tersebut tidak bisa dilakukan secara optimal karena ketiadaan institusi khilafah yang dapat membela Al Quds. Khilafah berjalan berdasarkan dalil-dalil dalam  Al Qur an dan Sunnah. Tersebab itu maka Khilafah akan berupaya optimal untuk membebaskan Al Quds di Palestina seperti yang pernah terjadi pada masa kekhilafahan sebelumnya. Seorang khalifah dapat melakukan mengakhiri penjajahan di Palestina seperti mengirimkan militer dan mempersiapkan umat islam untuk berjihad.
Rasulullah bersabda,  “Barangsiapa yang berperang di jalan Allah walaupun hanya sesaat, wajib baginya mendapat surga.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ahmad) atau dalam hadits lain, “Barangsiapa berdebu kedua kakinya di jalan Allah, maka Allah haramkannya masuk neraka.” (HR. Al Bukhari)
Dalam khilafah kesadaran umat untuk berjihad di bangun dan dipupuk. Jihad adalah amalan paling mulia. Para sahabat Rasululloh menangis ketika mereka tidak mampu berpartisipasi dalam jihad. Allah berfirman, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (QS. Ali Imran: 169).
Kewajiban khalifah adalah melindungi dan menjaga keamanan umat islam di negeri khilafah maupun muslim minoritas yang tinggal di  negeri kafir.  Kholifah adalah perisai (junnah) dimana rakyat berperang dan berlindung di belakangnya. Solusi konflik Palestina dan Israel adalah khilafah karena kholifah bertindak atas atas dasar ketaatan kepada Alloh. Ketaatan kepada syariat Alloh akan mengundang pertolongan Alloh. Pertolongan Alloh itu dan upaya yang optimal dari khilafah insyaAlloh mampu membebaskan Palestina dari penjajahan Israel dan para sekutunya.
==========================================
Sumber Foto : Dakwatuna

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *