Ramadan Khitmad Sekaligus Hemat

Spread the love

Ramadan Khitmad Sekaligus Hemat

Oleh Kholda Najiyah

 

Ramadan tiba. Pengeluaran ibu-ibu makin membengkak atau sebaliknya, justru hemat? Seharusnya, dengan frekuensi makan yang berkurang, pengeluaran bisa direm. Tapi, saat ini harga bahan pangan semuanya meroket. Di sisi lain, bulan puasa memang spesial. Ibu-ibu kerap menyajikan banyak menu tambahan sehingga dihitung-hitung, pengeluaran malah membengkak. Nah, bagaimana supaya Ramadan tidak tekor? Kalaupun tidak lebih hemat dibanding bulan-bulan biasa, minimal tidak melonjak pengeluarannya. Untuk itu perlu pengaturan, antara lain dengan tips berikut ini:

 

  1. Kurangi porsi masakan

 

Dengan bertambahnya jenis menu, sementara frekuensi makan berkurang, maka volume makanannya bisa dikurangi. Seringkali, saat menjelang berbuka, semua menu dihidangkan dalam jumlah banyak seolah-olah akan termakan semua. Giliran waktu berbuka tiba, makan camilan saja sudah terasa kenyang. Nasi, sayur dan lauk pauk lengkap yang tadinya menggiurkan, malah tak tersentuh.

 

  1. Pilih menu praktis, bahan pangan murah

 

Menyajikan menu sehat dan lezat memang ideal. Tapi, berhubung bahan pangan saat ini makin mahal, buatlah masakan yang tetap sehat dan lezat dengan bahan baku yang relatif murah. Misal, mengurangi masakan goreng-gorengan sehingga hemat minyak goreng. Kurangi masakan bersantan sehingga tak perlu anggaran belanja santan. Jika perlu sajikan menu-menu yang tak harus dimasak lama, atau bahkan mentah. Misal potongan buah segar atau jus, dibanding membuat manisan atau es buah. Beli buah lokal dibanding impor.

 

  1. Belanja saat promo

 

Jika biasa belanja di pusat perbelanjaan, selalu ada waktu promo untuk produk-produk tertentu. Biasanya Jumat, Sabtu dan Minggu, mereka jor-joran menurunkan harga komoditi pokok seperti minyak goreng, gula, terigu, dan telur. Nah, itulah saat belanja. Sementara jika belanja di pasar tradisional, ya pintar-pintarnya saja menawar.

 

  1. Tak perlu stok

 

Kurangi stok belanjaan di kulkas. Selain lebih baik belanja bahan segar, juga mencegah pemborosan. Terkadang, saat belanja banyak diskon, kalap. Segala yang diskon dibeli dengan pemikiran mumpung murah. Padahal setelah itu, bahan makanan itu tak tersentuh. Tak sempat dimasak, keburu layu, busuk atau kadaluarsa. Ingat, selalu ada akhir pekan dan diskon lagi.

 

  1. Kurangi makan di luar

 

Maksudnya, jangan sering-sering buka puasa di rumah makan atau warung kaki lima sekalipun. Harga bahan baku yang naik, tentunya juga mendongkrak harga menu di rumah makan.

 

  1. Perhatikan agenda acara

 

Terkadang, ada saatnya kita yang diundang makan di luar. Undangan buka puasa bersama, suami buka puasa bersama di kantor atau masjid, anak-anak menginap karena pesantren Ramadan atau mabid. Nah, tak perlu bela-belain memasak, nanti malah tak dimakan. Lagipula, waktu masak bisa dialokasikan untuk menambah kegiatan ibadah.

 

  1. Membuat kudapan sendiri

 

Membuat takjil sendiri supaya tak jajan, bisa lebih hemat, tapi bisa juga lebih boros. Tergantung jenis dan takarannya. Hanya, jika membiat sendiri terjamin kebersihan dan kesehatannya. Namun jangan sampai waktu habis disibukkan urusan dapur, sehingga jelang magrib tidak sempat ibadah. Padahal menunggu berbuka adalah waktu-waktu mustajab.

 

  1. Belanja selain makanan

 

Kalau sudah menyisihkan uang untuk kebutuhan di luar makanan, semisal sedekah, iuran buka puasa bersama di masjid, iuran pesantren kilat anak-anak, dan zakat, akan tampak sisa uang belanja yang sedikit. Nah, dari situ semangat berhemat dimulai.

Tentu saja, tetap harus diingat bahwa belanja Ramadan tak perlu berlebihan. Tapi juga jangan terlalu pelit. Yang penting nikmati saja, jangan jadi beban pikiran yang akan mengganggu kekhusyukan ibadah. Jika bisa berhemat, syukur, sehingga tidak menjadi beban. Kalaupun pada akhirnya tidak bisa mengerem pengeluaran, yakinlah bahwa rezeki juga akan terus mengalir. Jadi, yang penting kebutuhan Ramadan terpenuhi, ibadah terasa nikmat dan khidmat.(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *