Remaja Anti Galau

Spread the love

 

Oleh: Yunita Gustirini
[Ibu Peduli Generasi]

Saat ini, hampir semua remaja memiliki akun sosial media. Seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram, dan lainnya.

Sering kali kita melihat kata “galau” pada status-status mereka. Seperti, “Aduh, gue lagi galau, bro.” atau “Galau tingkat dewa, nih.” Masih dilengkapi dengan icon wajah berair mata.  Lagi sedih, ceritanya.

Kalau kita amati, galau yang dimaksud remaja zaman now itu adalah suasana hati mereka. Hati yang resah, gundah, bingung bin sedih. Intinya, suasana hati yang lagi gak enjoy, deh!

Akhirnya sosial media menjadi ajang curhat remaja. Tempat mereka berkeluh kesah, menumpahkan kegalauan hatinya. Solusi belum tentu didapat, malah masalahnya diketahui umum.

Banyak hal bisa memicu kegalauan remaja. Kecewa terhadap teman, konflik dengan pacar alias pasangan tak halal, kegagalan dalam study, hingga kesulitan hidup yang mendera.

Terkadang, hal sepele pun bisa bikin remaja uring-uringan alias galau. Misalnya karena jerawat yang betah nongkrong di wajah. Padahal sudah aneka krim wajah dipakai. Atau karena postur tubuh yang gak proposional. Gak bisa tampil secantik atau segagah idolanya. Akhirnya jadi gak pede. Gak percaya diri. Galau lagi, deh!

Bahayanya jika remaja sudah terjangkit virus galau, mereka akan mager alias malas gerak. Jadi gak punya semangat hidup. Menghindari bergaul dengan teman sebaya, malah asik mengurung diri di kamar. Bermain Playstation kadang jadi tumpuan. Bisa tahan berjam-jam tanpa lelah.

Parahnya, ada yang mengkonsumsi narkoba untuk mengobati lara hati. Bahkan hingga nekat mengakhiri hidup karena galau dan stress yang memuncak. Miris!

Padahal remaja alias pemuda, sosok yang punya stamina puncak. Sayang sekali jika potensi gemilang mereka tak diberdayakan.

Nah, biar remaja tak terpuruk karena galau, yuk simak beberapa tips berikut!

1. Menyadari bahwa setiap manusia diberi ujian sesuai kadar kemampuan masing-masing.

Allah Ta’ala berfirman,

لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا -٢٨٦-

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)

Dengan ujian yang diberikan, manusia diharapkan menggali potensi yang dimiliki untuk mencari solusinya.

2. Ujian tanda cinta.
Rasulullah Saw bersabda,
“Jika Allah mencintai suatu kaum, maka mereka akan diuji.”
(HR Ath-Thabrani)

Jadi, ketika Allah menimpakan suatu masalah, kegagalan atau ujian yang tidak sesuai harapan kita, jangan bersedih. Begitulah cara Allah mencintai hamba-Nya. Karena tujuan ujian dari Allah untuk mensucikan atau menghapus dosa-dosa kita. Juga untuk mengangkat derajat kita. Agar menjadi sosok yang sabar, teladan bagi yang lain.

3. Maksimalkan apa yang mampu kita lakukan. Selebihnya, memohon dan berserah pada Allah Swt. Misalnya, ingin cita-cita kita tercapai. Maka berusahalah dengan gigih, sambil terus menaati Allah Swt. dan Rasul-Nya. Karena Allah Swt. pasti menolong hamba-Nya yang bertakwa.

4. Sadari kedudukan kita sebagai Khairu Ummah alias umat terbaik. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Alquran surat Ali Imran: 110.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Ketika remaja menyadari potensinya sebagai umat terbaik, maka remaja tidak akan membiarkan masa mudanya. Remaja akan menjelma menjadi sosok yang berpacu mempersembahkan prestasi terbaik buat diennya. Bagi kemuliaan Islam dan kaum muslim.

Maka, berdirilah dengan tegap! Jangan galau hanya karena ujian kehidupan. Katakanlah dengan lantang, “Remaja muslim, remaja anti galau!”

Wallahua’lam bish-shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *