Oleh: Rut Sri Wahyuningsih
Member Revowriter
Muslimahtimes– Tak reda upaya musuh kaum Muslimin melenyapkan Islam. Setelah heboh radikalisme, cadar, celana cingkrang dan khilafah ajaran yang tertolak, kini Menag Fachrul Razi mengeluarkan kebijakan perombakan materi buku pelajaran agama Islam yang mengandung konten yang dianggap bermasalah, termasuk khilafah.
Agenda ini sebenarnya sudah dilakukan sejak periode Menag terdahulu. Namun dia tak menyebut siapa Menag sebelumnya yang ia maksud (CNN Indonesia, 12/11/2019).
Menurut Fachrul, ada kelompok kerja khusus yang ditugaskan Kemenag mengkaji konten-konten yang dianggap bermasalah. Tim itu dibentuk sebelum ia ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menag. Fachrul enggan berbicara lebih detail terkait kebijakan itu.
Dia hendak mempersilahkan kelompok kerja untuk mengevaluasi konten-konten bermasalah dalam 155 buku pelajaran agama Islam. Mereka adalah kaum Muslim, namun bertindak sebagaimana musuh Islam dengan menempatkan konten khilafah sebagai sesuatu yang menyalahi bahkan rentan menimbulkan kesalahpahaman.
//Khilafah Ajaran Islam//
Memang, kejayaan Khilafah telah berakhir di kekhilafahan Turki Ustmani pada tanggal 3 Maret 1924. Namun, sejarah panjang sebelumnya tak bisa dilepas begitu saja dari keberadaan kaum Muslim sendiri. Sebab, sejak Rasulullah Saw mendirikan negara di Madinah, sejak itu pulalah kaum Muslimin tidak pernah menerapkan selain hukum Islam.
Seluruh sisi kehidupan kaum Muslim bersandar pada Alquran dan AsSunnah. Jikapun ada beberapa kriminal dan pemberontakan itu adalah manusiawi sekali. Sebab memang syariat Islam datang tidak untuk menyamakan, namun mendekatkan kepada fitrah. Manusia diyakini dalam Islam sebagai makhluk sosial, tentu ia tak bisa disamakan pengaturannya sebagaimana kepada robot. Yang tunduk patuh karena tersedia program untuk pergerakannya.
Khilafah adalah bukti nyata adanya penerapan syariat. Yang hari ini dipandang sebelah mata karena dianggap bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Muslim di berbagai belahan dunia hingga hari ini pun masih menerapkan Islam meskipun hanya perindividu.
Khilafah ajaran Islam, diperintahkan oleh Allah Swt, dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para ulama empat madzab pun membahasnya dalam kitab-kitab karya mereka. Lantas, bagaimana mungkin ada kekhawatiran Khilafah akan menimbulkan kesalahpahaman? Itu hanya bisa terjadi jika generasi hari ini sama sekali tak didekatkan dengan faktanya sedalam dan sedetil mungkin.
//Khilafah Solusi Umat//
Tak ada yang mampu menyelesaikan persoalan umat dan generasi kecuali Khilafah. Sistem yang pernah memimpin di dunia seperti Sosialis Komunis dan Kapitalis telah gagal menunjukkan dirinya layak untuk memimpin umat. Sosialis Komunis yang berlandaskan Atheisme telah lebih dulu mengalami keruntuhan, sebab ia tak sesuai fitrah. Dan sekarang, meski Kapitalis masih terlihat kokoh menghegemoni negeri-ngeri muslim khususnya namun ia bak ” The Sick Man”.
Kuat tapi tak bertaji, besar namun keropos di dalam. Dengan kebijakan tambal sulamnya semakin hari semakin menunjukkan kegagalan. Contoh nyata bagaimana rusaknya generasi muda hari ini. Belajar bukan untuk taddabur ciptaan Allah namun terus menerus dicekoki dengan pemisahan agama dari kehidupan. Akibatnya perangai generasi hari ini tak beradab.
Belum lagi di bidang ekonomi dengan pajak dan ribanya, di bidang kesehatan dengan kenaikan BPJS dan buruknya pelayanan kesehatan, dibidang pendidikan dengan pengarahan anti terorisme makin menjauhkan dari arti yang sebenarnya tentang bagaimana menjadi Muslim. Dan bagaimana simbol serta ajarannya dijadikan barang bukti kejahatan.
Justru semestinya pemerintahlah yang mengedukasi generasi hari ini supaya mengenal apa itu Khilafah. Sebab ia adalah tajul furud, mahkota segala kewajiban yang ketika diterapkan maka Islam Rahmatan Lil Aalamin akan benar-benar nyata kita rasakan. Bagi kaum Muslim sendiri Khilafah adalah bagian dari akidah, yaitu taat dan beriman sepenuhnya terhadap apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya.
Adalah aneh jika kemudian dengan berbagai cara pemerintah justru menampakkan kebencian, bahkan berusaha menenggelamkan Islam. Mereka hanya mengundang azab Allah SWT saja. Wallahu a’ lam bi showab.