Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2021
  • March
  • 23
  • Bijak Bergawai

Bijak Bergawai

admin.news 23/03/2021
0002-18726383037_20210323_212950_0000
Spread the love

Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd

 

MuslimahTimes.com – “Suruh nonton aja, biar anteng.”

Untuk orang tua yang memiliki anak usia balita dan batita, rasanya luar biasa sekali, ya. Melihat mereka lari ke sana kemari, loncat ke sana ke sini, berteriak keras sekali. Sampai lemas badan ini, tak bisa beraktivitas lagi.

Bisikan memberikan tontonan, baik TV atau gawai pun jadi pilihan. “Daripada nggak bisa diam.” katanya.

Tak Bisa Diam

Usia balita dan batita adalah masa anak-anak melatih motoriknya. Berlatih berjalan, berlari, melompat, menendang, menangkap bola, dan sebagainya. Wajarlah jika usia saat ini mereka tak bisa diam. Mereka perlu bereksplorasi dengan dirinya, dengan lingkungannya.

Apalagi kemampuan motorik ini menjadi penunjang penting dalam kemampuan lainnya, seperti membaca, berhitung, memecahkan masalah. Maka, bersyukurlah jika anak kita aktif. Itu tanda ia sehat dan memerlukan penyaluran energi.

Dua Sisi Gawai

Tak ada salahnya memberikan tontonan pada anak, ada hal positif yang bisa didapatkan, seperti kreativitas, memperkenalkan teknologi terkini, belajar pun bisa.

Namun, bak dua mata sisi uang, ada hal negatif yang bisa berdampak pada buah hati kita. Bisa kecanduan, gangguan tidur, gangguan fokus, obesitas, gangguan emosi, bahkan ada yang sampai terjebak berbuat kejahatan.

Lantas, apa yang harusnya kita lakukan sebagai orang tua? Apakah kita betul-betul tak boleh memberikan tontonan pada anak-anak?

Ada beberapa tips yang bisa dicoba, di antaranya:

Pertama, buat aturan, kapan anak-anak boleh menonton. Pemberian waktu anak-anak untuk menonton akan lebih efektif dalam membantu kita saat tengah sibuk beraktivitas. Tak bisa ditinggalkan atau didelegasikan.

Kedua, tetapkan apa yang boleh mereka tonton. Anak-anak belum paham mana yang benar dan salah, mana yang boleh dan tidak boleh. Maka, tugas orang tua membantu mereka memilihkan yang benar dan boleh. Agar hari-hari mereka terisi dengan kebaikan.

Ketiga, tentukan berapa lama mereka boleh menonton. Durasi screen time pada anak-anak tentu tidak boleh terlalu lama. Akan berpengaruh buruk pada konsentrasi dan fokus mereka.

Berilah batasan, sehari 1 jam, boleh beberapa kali menonton. Sekali nonton 10 menit, misalnya.

Keempat, konsistenlah dengan aturan yang sudah diberikan. Anak-anak akan bingung kala kita tidak konsisten. Kadang menerapkan aturan, kadang labas saja tanpa aturan.

Kelima, jadilah teladan yang bijak dalam menonton baik itu di TV atau di gawai. Contohkan dan berikan kesan pada anak-anak, walau menonton, tetap lebih menyenangkan bermain bersama, beraktivitas bersama. Ini untuk memelihara bonding di antara anggota keluarga. Jangan sampai anak nantinya enggan berbicara atau dekat dengan orangtuanya karena saat anak masih kecil, orangtuanya asyik sendiri dengan gawai dan TV.

Bijak

Bijaklah dalam berbicara, mendidik dan membersamai anak-anak. Mereka adalah amanah dari Sang Pencipta Alam Semesta yang akan diminta pertanggungjawabannya. Jangan sampai karena ego kita, mereka jadi jauh atau celaka. Na’udzubillah.

Yuk, semangat terus belajar. Belajar ilmu agama, ilmu membersamai ananda, dan lainnya. Sebagai bekal untuk mengarungi samudera kehidupan dunia ini.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Continue Reading

Previous: Bunda, Jangan Matikan Kreatifitas Ananda!
Next: Menularkan Cinta Literasi pada Buah Hati

Related Stories

Tekad Ibu yang Terpaksa Pret pada Waktunya WhatsApp Image 2026-01-28 at 20.41.04

Tekad Ibu yang Terpaksa Pret pada Waktunya

28/01/2026
Menjadi Ibu Generasi Ideologis WhatsApp Image 2025-12-30 at 20.42.54

Menjadi Ibu Generasi Ideologis

30/12/2025
Membentuk Kejujuran dengan Berpuasa IMG_20240326_151700

Membentuk Kejujuran dengan Berpuasa

26/03/2024

Recent Posts

  • Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut
  • Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan
  • Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas
  • Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi
  • The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026
Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi WhatsApp Image 2026-02-12 at 08.54.17

Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

12/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.