
Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S
(Aktivis Dakwah dan Penulis Buku)
Muslimahtimes.com–Rumah adalah tempat bernaung setiap manusia dari panas dan dingin. Rumah juga adalah tempat tumbuhnya benih-benih generasi cemerlang di masa depan. Oleh karena itu, esensi dari sebuah rumah semestinya menjadi perhatian kita, apakah di dalamnya sudah layak mendapatkan rahmat dan rida Allah ataukah sebaliknya?
Berikut ini adalah beberapa hal yang akan menjadikan rumah kita menjadi rumah yang diberkahi Allah sehingga dari dalamnya akan bersemi ketentraman dan kebahagiaan bagi para penghuninya.
Pertama, ramaikan rumah dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Sebagaimana kita ketahui bahwa Al-Quran adalah Kalamullah. Di dalamnya berisi petunjuk lengkap bagi kehidupan manusia jika ingin selamat di dunia dan akhirat. Maka, melantunkan dan mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di dalam rumah kita akan mengisi relung-relung jiwa penghuninya dengan firman Allah ta’ala. Sehingga mereka selalu ingat kepada Allah.
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka dia akan mendapatkan satu kebaikan sedangkan satu kebaikan itu (bernilai) sepuluh kali lipatnya, aku tidak mengatakan ‘Alif Laam Miim ‘ sebagai satu huruf, akan tetapi ‘Alif sebagai satu huruf, ‘Laam ‘ sebagai satu huruf dan ‘miim ‘ sebagai satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi 2910)
Tak hanya membacanya saja kita dirahmati Allah, melainkan mendengarkannya pun kita akan mendapatkan berkah dan rahmat-Nya. Sebagaimana firman Allah Swt, “Ketika Al-Qur’an sedang dibacakan, perhatikan dan dengarkan dengan penuh perhatian sehingga Anda dapat menerima rahmat Allah.” (Al-A`raf 7:204.)
Kedua, isi rumah kita dengan aktivitas ibadah. Dari Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Salatlah di rumah dan jangan jadikan rumahmu seperti kuburan.” (HR Tirmidzi)
Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mengajarkan anak taat beribadah sejak dini. Memberikan pemahaman kepada mereka atas wajibnya salat sebagai wujud ketaatan kepada Allah yang Maha Menciptakan.
Sungguh, alangkah indah jika di dalam rumah semua anggota keluarga menghidupkan hari-harinya dengan ibadah kepada Allah. Tentu saja rahmat Allah akan tercurah ke setiap sudut rumah itu. Masyallah….
Ketiga, menghilangkan benda-benda yang dapat menghalangi masuknya rahmat Allah ke dalam rumah, misalnya lukisan makhluk bernyawa dan patung. Umat Islam wajib memahami bahwa Allah mengharamkan lukisan yang menampilkan gambar makhluk bernyawa (manusia, binatang) dan patung, maka jangan sampai kedua benda itu ada di dalam rumah kita.
Rasulullah saw bersabda:
“Para malaikat tidak akan masuk pada rumah yang di dalamnya ada anjing, dan gambar/patung makhluk bernyawa”. (HR Bukhari: 3225 dan Muslim: 2106)
Keempat, saling berkasih sayang dan berlemah lembut di antara anggota keluarga. Karena hakikatnya, keluarga adalah orang terdekat bagi kita. Keluarga akan menjadi institusi terkecil terbangunnya generasi berkualitas. Maka, elemen yang akan mampu menopang keberhasilan itu semua adalah kelembutan dan kasih sayang yang terpancar di dalamnya. Suami istri saling menjaga dan bersikap makruf. Orang tua kepada anaknya tidak zalim dalam memperlakukan, melainkan penuh kelembutan dan kesabaran. Dengan aliran kasih sayang dan kelembutan inilah akan terwujud hati yang tentram. Dan di situlah seisi rumah akan terasa berkah.
Kelima, menghidupkan rumah dengan tholabul Ilmi, khususnya ilmu agama. Karena setiap muslim wajib memahami agamanya sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Maka, menuntut ilmu agama merupakan sebuah tuntutan Islam bagi hambaNya.
Rumah yang diisi dengan kesibukan mempelajari ilmu, maka keberkahan dan rahmat Allah akan mengalir di dalamnya. Mulailah dengan menciptakan kecintaan anak pada buku. Karena buku adalah jendela ilmu. Maka, anak yang terbiasa membaca buku, benaknya dan jiwanya akan kaya dengan ilmu.
Begitu pun orang tua harus menampilkan diri sebagai sosok pencari ilmu, sehingga akan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Demikianlah rumah akan dihiasi rida-Nya jika cahaya ilmu menerangi isinya.
Mari kita jadikan rumah-rumah kita sebagai wadah bagi hadirnya berkah dan Rahmat Allah. Sehingga dari rumahlah kita bisa membangun kekuatan para pembela agama Allah. Dari rumahlah kita akan bersama-sama bersinergi dalam perjuangan menegakkan Islam kaffah di atas muka bumi. Wallahu’alam bis shawab