Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2024
  • July
  • 23
  • Adab Curhat agar Terjaga Martabat

Adab Curhat agar Terjaga Martabat

admin.news 23/07/2024
IMG_20240723_093435
Spread the love

Oleh. Kholda Najiyah
(Founder Salehah Institute)

Muslimahtimes.com–Membiasakan diri untuk berani bicara itu baik. Karena, tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan diam. Lebih banyak masalah yang butuh solusi dengan mengomunikasikannya pada pihak-pihak terkait.

Termasuk para istri yang memiliki masalah dengan suami, sebaiknya bicarakan langsung kepada yang bersangkutan. Jika suami sumber masalahnya, kenapa curhatnya malah ke media sosial? Untuk apa orang sejagat maya tahu masalah rumah tangga kita? Lebih baik sampaikan saja kepada suami, apa yang menjadi unek-unek, agar didengar dan dijadikan bahan evaluasi.

Meskipun sekadar curhat, ada hal-hal yang tetap harus diperhatikan adab-adabnya. Jangan sampai tujuan untuk mendiskusikan masalah, malah berujung pada amarah dan bahkan berakhir pisah. Oleh karena itu, sebelum membincangkan suatu masalah dengan suami, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Minta Waktu Khusus

Secara sengaja, mintalah waktu khusus untuk berbicara. Dengan demikian sudah ada persiapan dari pihak istri tentang masalah apa yang akan disampaikan. Di pihak suami, sudah siap untuk menyediakan waktu mendengarkan. Jika sulit dengan lisan, beritahukan suami dengan tulisan. Misal saat suami di kantor, istri kirim pesan bahwa nanti malam minta waktu untuk berbicara. Jadi, suami sudah siap-siap dan tidak emosi jika tiba-tiba istri nyerocos curhat, padahal dia sedang capek pulang kerja.

2. Tahan Mental Tanpa Emosional

Namanya punya masalah, istri cenderung emosional. Rasa kesal dan kecewa, mudah menyulut amarah. Bisa membuat emosi meledak. Belum juga mulai bicara, sudah naik darah. Atau saat bicara, sudah nangis duluan. Karena itu, sebelum bicara, ambil nafas, tetap tenang dan kalau bisa tersenyum. Ini agak sulit, tapi mari kita latih.

3. Rendah Hati dan Bukan Angkuh

Pertengkaran suami istri, sering dipicu oleh egosentris masing-masing. Merasa yang paling benar dan tidak mau mengalah. Fokus berdebat untuk menjadi pemenang. Tidak mau memikirkan langgengnya hubungan. Karena itu, turunkan ego pribadi dan bersikaplah rendah hati. Jangan terlihat angkuh, dan tidak mau kalah. Hargai perbedaan pendapat, selama dalam koridor syariat. Menurunkan ego pribadi adalah penting demi terjaganya hubungan.

4. Menghindari Su’udzon atau Buruk Sangka

Bicarakan pokok masalah tanpa dibarengi dengan asumsi-asumsi, tuduhan, penghakiman dan pelabelan. Tetap terapkan yang namanya praduga tak bersalah. Niatkan untuk meminta penjelasan, klarifikasi dan bukan menuduh lalu menyalahkan. Misal, ketika suami diduga pelit memberikan uang kepada istri, sementara lebih royal kepada teman-temannya, maka minta penjelasannya. Jangan-jangan, hal itu terjadi karena suami tidak up date dengan harga-harga dan besarnya kebutuhan rumah tangga. Maka, sampaikan unek-unek istri dengan baik.

5. Budayakan Pillow Talk atau Deep Talk

Istilah ini sangat populer, yaitu bicara sebelum tidur atau berbicara mendalam tentang isi hati masing-masing. Sebenarnya ini baik dilaksanakan suami istri. Bahkan juga mudah. Nyatanya, banyak yang tak bisa melakukannya.

Yang terjadi adalah: sering kali pulang kerja suami sudah terlalu lelah sehingga tidur duluan. Sementara istri masih sibuk membereskan pekerjaan dapur, atau menidurkan anak, sehingga tidak sempat berbincang. Bahkan seringnya ketiduran bersama anak yang masih balita. Solusinya bagaimana?

Pillow talk atau deep talk, tidak harus dilakukan setiap hari. Toh bahan pembicaraan belum tentu ada setiap saat. Jadi, tetap bisa dilakukan saat suami libur kerja, misalnya. Suami sengaja menyiapkan waktu dan tenaga untuk mendengarkan istri. Bisa juga di akhir pekan saat family time, misal mengajak anak-anak main ke taman, sementara suami dan istri bisa berbincang berdua sambil mengawasi anak-anak. Bagi yang punya kendaraan lalu piknik di akhir pekan, manfaatkan saling bicara di sepanjang perjalanan.

6. Couple Time dan Couple Talk

Terkadang, berbincang di rumah tidak efektif. Ada gangguan anak dan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya. Untuk pasangan yang anak-anaknya sudah cukup mandiri, bisa pergi berdua. Istilahnya couple time untuk couple talk. Walaupun cuma ke warung bakso, belanja ke mal, atau ke restoran, nah, momen berdua itu manfaatkan untuk berbincang. Entah saat boncengan motor, di mobil atau duduk makan berdua di warung atau restoran. Selain untuk mengembalikan kemesraan dan kedekatan romantis, juga baik untuk membuka komunikasi.

Bagaimana para istri, nomor berapa yang sulit dilakukan? Semoga cara ini bisa kita amalkan Bersama-sama. Kita latih diri kita untuk bersikap terbuka dan komunikatif dengan pasangan, agar setiap masalah bisa kita pecahkan bersama-sama dengan baik. Seraya meminta pertolongan dari Allah Swt, agar diberikan kemudahan dan solusi terbaik hingga keluarga semakin harmonis.(*)

Continue Reading

Previous: Cara Melepaskan Emosi Kesedihan
Next: Jeritan Batin Kaum Joanna dan Cinderela

Related Stories

Mengatasi Kurang Gizi dari Dapur Ibu Sendiri WhatsApp Image 2026-02-11 at 10.16.35

Mengatasi Kurang Gizi dari Dapur Ibu Sendiri

11/02/2026
Marak Suami Bunuh Istri, Ada Apa dengan Rumah Tangga Muslim Hari Ini? WhatsApp Image 2026-02-09 at 09.39.23

Marak Suami Bunuh Istri, Ada Apa dengan Rumah Tangga Muslim Hari Ini?

09/02/2026
Lima Coping Stres untuk Menjaga Mental Ibu WhatsApp Image 2025-12-31 at 22.06.48

Lima Coping Stres untuk Menjaga Mental Ibu

31/12/2025

Recent Posts

  • Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut
  • Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan
  • Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas
  • Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi
  • The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026
Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi WhatsApp Image 2026-02-12 at 08.54.17

Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

12/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.