
Oleh. Mariyam Sundari
Muslimahtimes.com–Sejarah konflik antara Palestina dan Israel sejak tahun 1917 sampai saat ini sudah berlangsung lebih dari 100 tahun lamanya. Sungguh waktu yang sangat panjang bagi warga Palestina merasakan penderitaan yang belum ada tanda-tanda kebebasan dari penjajahan. Seperti halnya parasit warga Israel melarikan diri dari antisemitisme di Rusia dan Eropa tengah kemudian beremigrasi ke Palestina. Sampai akhirnya Inggris berdeklarasi menjanjikan tanah air bagi Yahudi di Palestina.
Lantas, dengan pengungsian itu Yahudi tersebut berkembang banyak keturunannya di bumi Palestina yang kini terus mencaplok tanah Palestina dan berusaha mengusir pribumi secara paksa. Jelas, hal ini merupakan suatu kezaliman yang harus segera dihentikan. Bukan dengan gencatan senjata tapi harus dengan kekuatan.
Gencatan senjata untuk perdamaian yang pernah disepakati oleh kedua bela pihak Israel dan Palestina namun tiada arti. Bukannya malah berhenti justru tentara Zionis terus membombardir Palestina sehingga korban berjatuhan kembali, mereka mengkhianati. Ya, memang begitulah perangai Yahudi perkataannya tak dapat dipercaya.
Allah Swt, sudah menggambarkan dalam Alquran yang artinya: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Sungguh, jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak ada bagimu pelindung dan penolong dari (azab) Allah,” (QS Al Baqarah: 120).
Dari firman Allah ini sudah jelas, yaitu memahamkan kepada umat dan orang-orang beriman terkait bagaimana perangai orang-orang Yahudi dan Nasrani. Dan jelas orang-orang Yahudi sejak dulu sudah terkenal licik dan selalu mengkhianati. Kalau umat muslim mengikuti keinginan mereka atau mengikuti hawa nafsu dalam diri maka jika Yahudi memberontak dan menipu daya, ingatlah, tidak ada penolong dan pelindung selain Allah dari azabnya.
Jadi, hanya Allah yang kuasa memiliki kekuatan, oleh karenanya aturan-Nya lah yang harus ditegakkan, bersiaplah. Allah Swt, berfirman dalam Alquran yang artinya: “Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung,” (QS Ali Imran: 104)
Dari ayat ini, Allah menghendaki harus ada di muka bumi ini sekelompok orang untuk berdakwah menyerukan kebajikan, menyuruh berbuat makruf yaitu dengan cara mengajak umat untuk sadar akan pentingnya penerapan Islam ditegakkan, termasuk menyeru muslim Palestina dengan tujuan terbebas dari Penjajahan dan kezaliman kafir Zionis. Dengan cara mencegah dan mengusir musuh Allah yang meresahkan dari tanah air Palestina.
Tiada lain hanya Khilafah yang memiliki kekuatan untuk mengusir penjajah atau memeranginya. Karena Khilafah bersumber dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Saw, atas rida Allah. Sudah banyak bukti cemerlang dan luar biasanya penjagaan Islam terhadap umat seperti yang dilakukan para sahabat Khulafaur Rasyidin, dan Khalifah setelahnya, termasuk pemuda muslim Al-Fatih Sang Penaklukan Konstantinopel. Memang sudah menjadi tugas bagi pemimpin dalam Islam sebagai perisai dan menjaga serta melindungi umat dari tindak kezaliman musuh Allah.
Cara menjadikan pemimpin dalam Islam tentu harus meneladani apa yang sudah dicontohkan oleh beliau. Rasulullah Saw, mengkader para sahabat sehingga menjadi sahabat yang taat perintah Allah dan Rasul-Nya. Begitupun umat saat ini, jangan hanya diam menyaksikan saudaranya banyak yang ditindas secara brutal oleh orang-orang kafir yang tidak bertanggung jawab. Tetapi, berjuanglah bergeraknya berusahalah untuk menjadi seperti para sahabat Rasulullah, bebaskan Palestina dari penderitaan.
Sampai saat ini pun, di bulan suci lagi mulia Ramadhan tahun 2025 ini tentara Zionis tetap terus menghalangi warga Palestina untuk beribadah di Al-Aqsa, Al-Quds dengan cara membatasi tempat dengan dalih keamanan, yang justru mengganggu kekhusyukan dan ketenangan. Jadi, kemungkaran ini harus segera dihentikan, bangkitlah wahai umat, berjuanglah, menggapai apa yang sudah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya yaitu tegaknya Khilafah. Sampai Allah memberikan keputusan-Nya atas ridho karena kesiapan umat, InsyaAllah. []