Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • February
  • 12
  • Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

Editor Muslimah Times 12/02/2026
WhatsApp Image 2026-02-12 at 08.54.17
Spread the love

Oleh. Azaera A

Muslimahtimes.com–Rentetan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai 1.242 korban dalam kurun waktu kurang dari dua pekan di awal Januari 2026 merupakan alarm keras bagi publik. Fakta bahwa korban terus berjatuhan, mulai dari ratusan siswa di Kudus, Tomohon, hingga Grobogan, menunjukkan adanya kegagalan sistemik dalam implementasi kebijakan ini. (Tempo.co, 13/01/2026)

Alih-alih solusi menjadi perbaikan gizi peserta didik, program ini justru bertransformasi menjadi ancaman nyata bagi kesehatan anak bangsa. Kasus yang terus berulang ini membuktikan bahwa standar keamanan dan pengawasan yang ada sangat lemah, sehingga nyawa generasi muda seolah dipertaruhkan demi sebuah program formalitas.

Program MBG dan Buruknya Tata Kelola Pangan dan Kesehatan

Di balik anggaran jumbo yang terus melonjak, terdapat pemisah yang lebar antara tujuan normatif pencegahan stunting dengan kenyataan di lapangan. Muncul dugaan kuat bahwa kebijakan MBG lebih berorientasi pada kepentingan proyek dan serapan anggaran daripada jaminan kesejahteraan rakyat secara tulus.

Pendekatan yang hanya fokus pada pendistribusian makanan tanpa menyentuh akar permasalahan gizi menunjukkan bahwa program ini hanyalah solusi tambal sulam. Selama kebijakan hanya bersifat karitatif dan tidak mendasar, maka anggaran besar yang dikeluarkan negara tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah gizi buruk secara tuntas.

Secara lebih mendalam, krisis gizi generasi ini adalah buah dari sistem kapitalisme yang melanggengkan kemiskinan struktural. Dalam sistem ini, daya beli masyarakat dilemahkan oleh ketimpangan akses terhadap kebutuhan pokok, sementara negara seringkali melepaskan tanggung jawab utamanya dan menyerahkannya pada mekanisme pasar.

Keracunan massal yang terjadi berulang kali hanyalah puncak gunung es dari buruknya tata kelola pangan dan kesehatan. Tanpa adanya perubahan paradigma dalam memandang urusan rakyat, program apa pun akan tetap terjebak dalam masalah teknis yang mematikan dan kegagalan fungsi pengawasan.

Solusi Hakiki Pemenuhan Kebutuhan Gizi

Sebagai solusi mendasar, sudah saatnya kita melihat kembali konsep kepemimpinan dalam Islam yang menempatkan negara sebagai raa’in (pengurus) dan junnah (pelindung). Dalam paradigma Islam kaffah, menyediakan kebutuhan pokok bukanlah sekadar proyek musiman, melainkan tanggung jawab penuh negara melalui mekanisme syariat.

Negara wajib menjamin kesejahteraan individu per individu dengan menyediakan lapangan kerja seluas-luasnya serta upah yang layak bagi kepala keluarga. Dengan demikian, setiap keluarga memiliki ketahanan ekonomi yang mandiri untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka secara paksa tanpa bergantung pada jatah distribusi yang tidak terjamin keamanannya.

Negara juga berkewajiban menjamin distribusi pangan yang merata, berkualitas, dan terjangkau hingga ke pelosok negeri, serta memberikan layanan kesehatan dan pendidikan secara gratis. Dengan fasilitas dan sarana yang memadai, negara memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan hak hidup yang layak secara optimal.

Jaminan gizi generasi hanya akan terwujud secara nyata jika negara melepaskan diri dari pendekatan kapitalistik dan beralih pada sistem yang benar-benar mengutamakan keselamatan jiwa dan kesejahteraan rakyat di atas semua kepentingan ekonomi dan politik semata.

Wallahu A’lam bis Shawwab

Continue Reading

Previous: Ketika Adab Hilang dari Sekolah
Next: Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

Related Stories

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026

Recent Posts

  • Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut
  • Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan
  • Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas
  • Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi
  • The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026
Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi WhatsApp Image 2026-02-12 at 08.54.17

Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

12/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.