Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2024
  • April
  • 13
  • PHK Massal Mengancam Kesejahteraan Keluarga

PHK Massal Mengancam Kesejahteraan Keluarga

admin.news 13/04/2024
IMG_20240413_212505
Spread the love

Oleh. Sri Wahyuni

Muslimahtimes.com–Momen menjelang hari raya seringkali diikuti dengan naiknya harga sejumlah bahan pangan dan kebutuhan lainnya. Karenanya, sejumlah orang rela mencari pekerjaan tambahan demi memenuhi kebutuhan jelang hari raya. Namun, alih-alih terpenuhi semua kebutuhan, nyatanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa industri terus terjadi. Mirisnya, presentase kenaikan ini terus meningkat jelang momen pembayaran tunjangan hari raya (THR) Lebaran 2024.

Seperti yang terjadi di industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengatakan, “Tapi kemudian, setelah kami lakukan negosiasi dan ngobrol dengan perusahaan, mereka mengaku kesulitan cashflow. Sehingga, tidak ada cara lain, pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan. Cost disiasati seperti itu,” katanya dalam Profit CNBC Indonesia, Rabu (27/3/2024).

Dampak dari pemutusan hubungan kerja (PHK) ini jelas mengancam kesejahteraan keluarga, apalagi menjelang hari raya. Terjadinya fenomena PHK besar-besaran ini mengakibatkan banyak kepala keluarga yang bingung dalam menghadapi masalah ini. Padahal sudah semestinya negara memperhatikan dan memberikan perlindungan untuk rakyatnya.

Di sisi lain, karena berbagai kebijakan seperti sistem perdagangan bebas dan lemahnya produk dalam negeri serta tidak adanya perlindungan negara terhadap industri, memberikan pengaruh terhadap kestabilan usaha. Akibatnya jalan PHK pun diambil oleh industri-industri sebagai solusi. Sebab, para oligarki pun tak mau rugi dan ingin menjaga kestabilan pemasukan usahanya. Dampaknya, banyak pekerja yang menjadi korbannya.

Hidup di bawah naungan sistem kapitalis membuat masyarakat mengalami berbagai permasalahan ekonomi, bahkan dalam lingkup kecil sebuah keluarga pun kerap kali sulit untuk ditangani, apalagi dalam lingkup negara, jika negaranya saja belum mampu mensejahterakan perekonomiannya maka sulit juga untuk mensejahterakan rakyatnya.

Berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis yang menyengsarakan, Islam punya solusi tuntas dengan perekonomian yang diatur oleh Islam akan lebih tertata dan sejahtera. Dalam sistem Islam, kasus pemberhentian hubungan kerja (PHK) tanpa solusi bagi pekerjanya tidak akan terjadi lagi di industri-industri, sebab Islam terbukti mempunyai sistem yang komplit yang bisa mengatur perekonomian negara dengan baik. Negara akan memastikan para warga mendapat pekerjaan yang layak, terlebih bagi para tulang punggung keluarga yang memiliki kewajiban untuk menafkahi keluarganya.

Inilah indahnya sistem Islam. Seperti matahari yang memancarkan sinarnya, masyarakat akan ikut merasakan keindahan dari aturan Islam yang terapkan pada sebuah negara. Kepala keluarga akan merasa tentram dan aman ketika perekonomian keluarga tertangani dengan baik oleh bantuan negara yang telah menjamin kesejahteraan nya. Tidak perlu lagi memikirkan bagaimana keperluan terpenuhi akibat dari PHK yang terjadi, karena selagi negara terlibat di dalamnya maka akan terpenuhi semua kebutuhan dengan baik. Alhasil segala bentuk percekcokan atau permasalahan keluarga yang tidak diinginkan tidak akan pernah terjadi, akibatnya keluarga pun menjadi sejahtera.

Untuk itu, penting sekali bagi negara menerapkan sistem Islam dalam kehidupan ini, yang tidak menimbulkan masalah justru memberikan banyak manfaat akan masyarakat baik individu ataupun negara itu sendiri.

Maka dari itu, kita sebagai masyarakat harus memiliki kesadaran dari masalah-masalah yang sudah terjadi saat ini adalah akibat dari buruknya penerapan sistem kapitalis. Dan kita sebagai masyarakat harus segera meninggalkan sistem buruk ini, lalu kemudian memperjuangkan sistem Islam yang sudah jelas terbukti berhasil diterapkan dimasa lalu dengan sukses yang telah menguasai 2/3 dunia. Maka dimasa sekarang pun sistem Islam bisa kembali diterapkan dengan terus memperjuangkannya.

Continue Reading

Previous: Lebaran Masih Lajang, Gara-gara Waithood?
Next: Menyoal Fasilitas dan Layanan Kesehatan

Related Stories

Buah Pahit Sistem yang Gagal Menjaga Generasi WhatsApp Image 2026-04-08 at 21.02.32

Buah Pahit Sistem yang Gagal Menjaga Generasi

08/04/2026
Demo No Kings: Tanda Kerusakan Demokrasi Kapitalis WhatsApp Image 2026-04-08 at 20.50.44

Demo No Kings: Tanda Kerusakan Demokrasi Kapitalis

08/04/2026
Anggaran Ditekan, PPPK Jadi Korban WhatsApp Image 2026-04-08 at 20.38.42

Anggaran Ditekan, PPPK Jadi Korban

08/04/2026

Recent Posts

  • Paradoks Swasembada dan Rencana Impor Beras
  • Idulfitri di Tengah Retaknya Persatuan Umat Islam
  • Buah Pahit Sistem yang Gagal Menjaga Generasi
  • Demo No Kings: Tanda Kerusakan Demokrasi Kapitalis
  • Anggaran Ditekan, PPPK Jadi Korban

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Paradoks Swasembada dan Rencana Impor Beras WhatsApp Image 2026-04-08 at 21.24.45

Paradoks Swasembada dan Rencana Impor Beras

08/04/2026
Idulfitri di Tengah Retaknya Persatuan Umat Islam WhatsApp Image 2026-04-08 at 21.14.08

Idulfitri di Tengah Retaknya Persatuan Umat Islam

08/04/2026
Buah Pahit Sistem yang Gagal Menjaga Generasi WhatsApp Image 2026-04-08 at 21.02.32

Buah Pahit Sistem yang Gagal Menjaga Generasi

08/04/2026
Demo No Kings: Tanda Kerusakan Demokrasi Kapitalis WhatsApp Image 2026-04-08 at 20.50.44

Demo No Kings: Tanda Kerusakan Demokrasi Kapitalis

08/04/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.