Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2025
  • May
  • 29
  • Fantasi Sedarah, Kerusakan Keluarga Makin Parah

Fantasi Sedarah, Kerusakan Keluarga Makin Parah

Editor Muslimah Times 29/05/2025
WhatsApp Image 2025-05-30 at 06.25.45
Spread the love

Oleh. Ledy Ummu Zaid

Muslimahtimes.com–Apakah ini masih bisa dikatakan sebagai perilaku manusia normal? Baru-baru ini masyarakat dibuat geram dengan munculnya grup Fantasi Sedarah pada platform Facebook. Grup yang mewadahi sekitar 30 ribu lebih anggota tersebut digunakan untuk berbagi pengalaman hubungan inses.

Kerusakan Keluarga Makin Parah

Dilansir dari laman bisnisupdate.com (16/05/2025), beberapa grup Facebook yang memposting konten pornografi, khususnya hubungan inses telah ditindak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Meta selaku pemilik platform Facebook telah merespons aduan pemerintah tersebut. Adapun enam grup Facebook yang mempromosikan konten serupa telah diblokir.

Wamenkominfo Angga Raka Prabowo mengharapkan operator media sosial lainnya juga turut mengambil langkah yang sama terhadap grup-grup terlarang semacam itu. Ia menyayangkan konten-konten yang melanggar norma dan hukum ini tersebar di media sosial. Ia juga mendesak lembaga penegak hukum untuk menindak pihak-pihak yang terlibat dalam grup-grup tersebut.

Di tempat yang berbeda, Direktur Jenderal Pemantauan Ruang Digital Kementerian Alexander Sabar mengatakan pihaknya akan bekerja keras dalam rangka memantau media sosial di masyarakat. Dengan demikian, diperlukan pula keterlibatan lintas sektor untuk menciptakan ruang digital yang aman dan sehat bagi semua kalangan. Tak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk memantau ruang digital dengan melaporkan konten atau aktivitas digital yang dinilai melanggar norma dan hukum. Dalam hal ini, sebuah platform dengan alamat surel aduankonten.id telah difasilitasi Kemkominfo.

Kini enam tersangka terkait grup inses di Facebook telah ditangkap Bareskrim Polri, seperti yang dilansir dari laman republika.co.id (21/05/2025). Adapun enam tersangka tersebut berhasil diringkus di Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, dan Bengkulu. Mereka adalah MR, DK, MS, MJ, MA, dan KA. Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji selaku Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri mengatakan motif salah satu tersangka (DK) adalah meraup keuntungan dengan mengunggah dan menjual konten pornografi anak di grup Fantasi Sedarah. DK mengaku menjual 20 konten video ataupun foto dengan harga Rp50.000. Sedangkan, untuk 40 konten video ataupun foto dihargai Rp100.000. Dengan demikian, keenam tersangka terancam hukuman pidana penjara 15 tahun dan denda maksimal Rp6 miliar.

Sistem Kapitalisme Sekular Gagal Melindungi Keluarga

Sangat memprihatinkan, ternyata di luar sana banyak laki-laki tega merusak kehormatan anaknya sendiri. Fenomena inses yang tengah menyebar di masyarakat ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi kita semua. Bagaimana mungkin banyak yang terlibat hubungan sedarah di negeri mayoritas muslim ini? Ini bukti bahwa masyarakat kita sudah sangat jauh dari nilai dan norma agama. Tak bisa lagi diklaim sebagai negara yang religius.

Hal yang semestinya tidak dilakukan manusia karena memiliki akal, tetapi nyatanya banyak juga yang kehilangan akal dan berperilaku layaknya binatang. Penyaluran nafsu birahi bisa disalurkan dimana saja bahkan kepada anggota keluarganya sendiri. Gambaran perilaku menjijikkan ini menunjukkan adanya pengabaian terhadap aturan agama maupun masyarakat. Kini masyarakat hidup bebas tanpa aturan, demi kepuasan pribadi belaka. Bangunan bernama keluarga itu telah runtuh. Keluarga muslim mulai tak dikenali identitasnya.

Inilah buah penerapan sistem kapitalisme sekular. Tanpa agama, hawa nafsu yang diagung-agungkan. Apalagi akal manusia fitrahnya lemah dan terbatas. Sistem kapitalisme dengan asas liberalismenya telah mencetak manusia-manusia yang bebas. Peran negara yang tidak kuat justru merusak keluarga melalui kebijakan yang dibuatnya. Akhirnya, negara benar-benar telah lalai dalam menjaga sendi kehidupan keluarga hari ini.

Sebagai contoh, banyak para ibu yang harus nekat bekerja di luar rumah bahkan sampai keluar negeri untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Anak-anaknya tidak dirawat dan dibesarkan sendiri dengan tangan dan kasih sayang seorang ibu. Seorang ayah yang kerja keras banting tulang mencukupi kebutuhan keluarga, tetapi nyatanya belum mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, semua terimpit dengan beban hidup yang kian berat hari ini. Walhasil, banyak orang berlomba-lomba mencari kepuasan pribadi. Inilah kegagalan sistem kapitalisme dalam melindungi keluarga.

Sejalan dengan itu, pendidikan hari ini juga berperan penting. Pendidikan ala kapitalisme menjunjung tinggi materi sebagai output, bukan lagi akhlak. Tak heran, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana seharusnya menutup aurat atau bersikap kepada lawan jenis. Di satu sisi, hukum yang ada belum dapat membuat jera para pelaku maksiat. Seperti yang kita ketahui, tersangka kasus asusila bahkan pembunuhan hanya dihukum ringan yakni belasan tahun kurungan penjara. Namun, dampak yang telah dilakukan tidak akan pernah bisa menyembuhkan luka yang pernah ada.

Hubungan yang Sehat dalam Islam

Sebagai muslim, kita wajib meyakini bahwa Islam merupakan satu-satunya jalan hidup yang sahih. Hal ini dikarenakan aturannya yang datang dari Sang Pencipta, yakni Allah subhanahu wa ta’ala, bukan hasil pemikiran manusia. Dengan demikian, Islam tentu dapat mengatur seluruh makhluk di bumi.

Dalam sistem Islam, daulah (negara) akan menjadikan rakyat sebagai pelaksana hukum syarak. Islam mewajibkan negara untuk mengurus rakyat dalam seluruh aspek kehidupan, seperti ekonomi, hukum, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Adapun menjaga keutuhan keluarga dan norma-norma yang berlaku di masyarakat tentu harus berlandaskan syariat Islam.

Terkait fenomena inses ini, negara seharusnya mampu meningkatkan keimananan dan ketakwaan rakyat. Individu rakyat wajib menyalurkan gharizah nau’ (naluri kasih sayang) pada hubungan yang halal, yakni pernikahan. Inilah satu-satunya hubungan yang sehat dalam Islam.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, …” (TQS. Ar-Rum: 21).

Selanjutnya, negara wajib menutup celah terjadinya inses dan menggencarkan dakwah amar makruf nahi munkar bagi setiap muslim. Di sisi lain, sistem sanksi dalam daulah bersifat tegas dan membuat jera. Secara khusus, hukumannya bersifat zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus). Oleh karenanya, dapat dijadikan penebus bagi pelakunya dan keadilan bagi korbannya di dunia. Kemudian, sistem penyiaran atau media juga turut andil dalam menjaga informasi-informasi yang beredar di masyarakat.

Lebih lanjut, kaum muslimin akan senantiasa menjaga diri dari perilaku buruk dan pelanggaran hukum syarak. Yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana hidup mendapat rida Allah subhanahu wa ta’ala dan terhindar dari azab yang pedih di akhirat.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …” (TQS. At-Tahrim: 6).

Laki-laki akan bertindak sebagai qowwam yang baik. Ia akan berusaha menjaga keimanan dan keamanan anggota keluarganya, mulai dari memenuhi hajatul udhowiyah (kebutuhan jasmani) hingga gharizah (naluri). Di sisi lain, negara juga mendukung dengan memenuhi kebutuhan rakyat, seperti infrastruktur, kesehatan dan pendidikan secara gratis.

Khatimah

Fenomena inses ini seharusnya menjadi reminder bagi kaum muslimin bahwa tatanan kehidupan hari ini telah rusak. Beredarnya grup Fantasi Sedarah menunjukkan kerusakan keluarga semakin parah. Oleh karena itu, umat harus sadar dan menginginkan perubahan yang hakiki, yakni dengan penerapan syariat Islam Kaffah. Hal ini tidak dapat terwujud kecuali sistem Islam dalam Khilafah Islamiyyah hadir kembali di tengah-tengah umat.

Wallahu a’lam bishshowab. []

Continue Reading

Previous: Jawa Timur Membangun, untuk Siapa?
Next: Genosida Lewat Kelaparan, Wajah Asli Zionis yang Tak Berperikemanusiaan

Related Stories

Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban WhatsApp Image 2025-08-30 at 22.08.45

Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban

30/08/2025
Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda WhatsApp Image 2025-08-30 at 21.38.02

Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda

30/08/2025
Women Support Women, Jargon Membabi Buta WhatsApp Image 2025-08-27 at 19.50.02

Women Support Women, Jargon Membabi Buta

30/08/2025

Recent Posts

  • Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban
  • Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda
  • Women Support Women, Jargon Membabi Buta
  • Perempuan Saling Dukung Mengembangkan Diri
  • Sisi Lain Tarif Dagang Amerika-Indonesia

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban WhatsApp Image 2025-08-30 at 22.08.45

Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban

30/08/2025
Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda WhatsApp Image 2025-08-30 at 21.38.02

Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda

30/08/2025
Women Support Women, Jargon Membabi Buta WhatsApp Image 2025-08-27 at 19.50.02

Women Support Women, Jargon Membabi Buta

30/08/2025
Perempuan Saling Dukung Mengembangkan Diri WhatsApp Image 2025-08-27 at 19.54.40

Perempuan Saling Dukung Mengembangkan Diri

30/08/2025
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.