Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2025
  • June
  • 13
  • Tren Menantang Neraka Viral, Bagaimana Sikap Kita?

Tren Menantang Neraka Viral, Bagaimana Sikap Kita?

Editor Muslimah Times 13/06/2025
WhatsApp Image 2025-06-13 at 05.15.07(1)
Spread the love

Oleh. Yuli Ummu Raihan

Muslimahtimes.com–Media sosial khususnya Tiktok belakangan ini diramaikan oleh video hasil teknologi AI yang berisi konten menantang neraka. Para konten kreator membuat visualisasi neraka sebagai bahan candaan. Mereka seolah-olah menikmati hari pertama di neraka, bisa reunian, mengajak followernya untuk ikut merasakan suasana neraka serta bangga telah melakukan berbagai maksiat di dunia. Video ini diduga menggunakan AI terbaru dari Google bernama Veo. Video ini pun banyak mendapat reaksi negatif dari para netizen. (Jawapos.com, 5/6/2025).

AI (Artificial Intelligence) merupakan bagian dari perkembangan teknologi komputer. Teknologi AI banyak jenisnya yang memungkinkan komputer mampu melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Hasilnya pun sangat mirip dan seolah nyata.

AI ibarat pisau bermata dua yang memiliki potensi untuk melakukan hal yang positif dan negatif.
AI menawarkan efisiensi, akurasi, dan potensi meningkatkan kreativitas. Namun, AI juga menimbulkan kekhawatiran jika tidak digunakan dengan baik dan benar. Mulai dari keamanan data, AI juga dikhawatirkan bisa mengakibatkan pengangguran semakin tinggi karena banyak pekerjaan manusia yang bisa digantikan oleh teknologi ini. Penyalahgunaan informasi juga banyak terjadi karena hasil teknologi AI yang seolah-olah nyata padahal hoax. Efek negatif lainnya adalah meningkatnya kejahatan hingga penistaan agama.

Ketua MUI, Utang Ranuwijaya menyebut konten yang memvisualisasikan kondisi manusia yang menikmati neraka adalah sebuah upaya pendangkalan akidah Islam. Konten semacam ini termasuk penodaan agama dan melanggar UU ITE, UU PNPS No 1 Tahun 1965 dan KUHP Pasal 156a. Menurutnya Agama tidak boleh menjadi bahan candaan.(CNa.id)

Seseorang yang tidak memiliki akidah dan pola pikir yang baik tentu bisa berpeluang memanfaatkan teknologi AI ini sesuai dengan hawa nafsunya. Saat ini kita hidup dalam sistem kapitalis yang mana pola pikirnya liberal. Tidak menjadikan halal dan haram sebagai patokan dalam melakukan sesuatu. Kebebasan sangat diagung-agungkan. Selama ada materi dan keuntungan semua dilakukan dan dianggap sah-sah saja. Sehingga tidak heran teknologi AI sering disalahgunakan untuk melakukan kejahatan. Kreativitas akhirnya tidak ada batasnya, bahkan cenderung kebablasan.

Standar perbuatan manusia hari bukan lagi halal haram, tapi manfaat dan materi. Mereka tidak peduli apakah konten menantang neraka ini adalah sebuah kebodohan, yang penting viral (fyp), bisa menambah followers, dan peluang mendatangkan materi. Manusia hari ini juga cendrung fomo (merasa takut ketinggalan trend) tanpa peduli apakah trend tersebut baik atau tidak.

Bagaimana Seharusnya Sikap Seorang Muslim?

Seorang muslim harus selalu terikat dengan hukum syariat. Memanfaatkan teknologi boleh saja selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Seorang muslim juga mempertimbangkan manfaat dan mudarat yang akan ditimbulkan ketika melakukan sesuatu. Baik dan buruk itu haruslah menurut aturan Islam, bukan suka atau tidak suka. Jika syariat Islam melarang sesuatu, meskipun kita sangat suka, ada manfaatnya tetap harus kita tinggalkan. Begitupun sebaliknya sesuatu yang kita tidak suka, kita mereka tidak ada manfaatnya tetapi itu diperintahkan syarak, maka wajib kita lakukan.

Dalam Islam teknologi adalah alat bantu untuk membuat kita maksimal beramal salih. Seorang muslim harus selalu merasa diawasi oleh Allah sehingga tidak akan melakukan sesuatu yang tidak Allah sukai. Ini akan menjadi kontrol paling efektif agar terhindar dari tindakan penyalahgunaan teknologi. Membekali diri dengan akidah yang baik sejak dini haruslah kita lakukan. Akidah yang baik akan melahirkan individu yang mampu memilah antara yang baik dan buruk. Mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak.

Kemajuan teknologi adalah sebuah keniscayaan, Islam tidak pernah melarang manusia untuk memanfaatkannya. Islam justru mendorong manusia untuk memfungsikan akalnya agar bisa berpikir kreatif dan inovatif. Islam memberikan perhatian besar untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Islam sebagai agama yang sempurna memiliki fungsi salah satunya sebagai penjaga agama. Islam melarang segala sesuatu yang bisa melecehkan agama , apa pun bentuk dan sarannya. Negara Islam tidak akan membiarkan pelaku penistaan agama bebas berkeliaran. Konten menantang neraka ini contohnya, negara akan melakukan tindakan tegas dengan memblokir konten sejenis hingga menjerat pelakunya dengan hukuman yang setimpal. Hal ini sebagai efek jera dan sanksi atas perbuatannya.

Negara Islam akan melindungi ideologi dan ajaran Islam dari segala macam penghinaan. Negara akan menyaring semua informasi sehingga akan jadi filter untuk masyarakat. Konten-konten sampah dan rusak akan segera dihapus sehingga masyarakat tidak terkontaminasi dampak buruknya. Negara akan memberikan edukasi dan hanya akan mengizinkan informasi yang baik dan sarana syiar dan penyebaran informasi Islam ke seluruh dunia. Keberadaan
media dan akun-akun pribadi diarahkan agar menjadi bagian penting dalam penerapan syari’at Islam yaitu sebagai kontrol sosial melalui dakwah dan amar makruf nahi mungkar.

Islam memberikan kebebasan kepada semua individu untuk menyampaikan sesuatu kepada publik melalui berbagai platform media asal tidak melanggar syariat Islam. Neraka bukanlah sebuah hal yang layak dijadikan candaan. Bagaimana mungkin kita bisa menikmati konten semacam itu padahal banyak sekali dalil yang menceritakan kengerian neraka. Intinya neraka itu adalah api yang tidak pernah padam, sangat panas, neraka ada 7 tingkatan sesuai dengan dosa yang dilakukan manusia ketika di dunia. Dalil-dalil tersebut mengingatkan kita untuk senantiasa beriman dan beramal saleh agar kita terhindar dari api neraka.

Neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali, tidak ada sedikitpun kenikmatan, bahkan tidak ada waktu sekadar untuk beristirahat dari siksaan neraka. Api neraka itu ada tingkatannya sesuai warnanya dan yang paling panas adalah api yang berwarna hitam yaitu api neraka. Api terpanas di bumi ini bersuhu 3000°C berwarna putih seperti api las atau alat pelebur logam. Api ini mampu melelehkan besi, baja emas, dan benda keras lainnya. Api biasa yang warna orange misalnya korek api atau kompor saja kita tidak kuasa menanggungnya, apalagi api neraka. Terkena cipratan minyak saat menggoreng, tersentuh setrika, tersentuh knalpot saja kita sudah merintih kesakitan apalagi dimasukin ke dalam api neraka.

Jika sengatan sinar matahari saja kita sudah mengeluh kepanasan, kulit jadi kering, iritasi, dan lainnya apalagi dimasukin ke dalam api neraka yang bergejolak. Api neraka itu kata Nabi panasnya 70 kali panasnya api di dunia. Bayangkan bagaimana nasib manusia jika masuk ke dalamnya. Pasti langsung hangus dan lenyap tidak bersisa, tapi ngerinya di negara siksaan itu kekal alias abadi.

Di dunia ketika kita tersiram air panas sakitnya hanya sesaat, bisa kita obati dan minum pereda nyeri, hitungan hari bisa sembuh dan normal kembali. Tapi di neraka tidak begitu, rasa sakit itu abadi, tidak ada obat dan pereda nyeri. Begitu hangus terbakar api neraka seketika itu Allah jadikan utuh kembali dan disiksa kembali. Tidak ada jeda meski sedetik pun. Tubuh manusia terus dalam keadaan menyala sehingga disebut sebagai bahan bakar neraka. Bisa kita bayangkan sekujur tubuh kita akan terbakar, kesakitan yang maksimal, tidak akan mati, hidup tapi terus disiksa, menjerit kesakitan tanpa ada yang bisa menolong. Jadi tidak akan ada gambaran bisa reunian seperti video AI yang berseliweran. Masing -masing menerima siksaan atas perbuatannya di dunia.

Neraka itu tempat yang sangat menakutkan, tidak layak dijadikan bahan lelucon. Begitu dahsyatnya orang yang masuk neraka dikatakan tidak akan ingat lagi berbagai kenikmatan saat di dunia, mereka penuh dengan penyesalan mengapa dahulu di dunia tidak melakukan amal saleh. Bahkan seorang muslim diperintahkan untuk senantiasa berdoa agar terhindar dari siksa neraka. Jadi, mari kita bijak dalam menggunakan teknologi agar perbuatan kita diridai Allah Swt.
Wallahu a’lam bishawab

Continue Reading

Previous: Paradoks Persatuan Umat dalam Ibadah Haji dengan Kenyataan Umat yang Terpecah
Next: Krisis Palestina dan Urgensi Sistem Islam: Mengapa Dunia Butuh Khilafah?

Related Stories

Gaya Baru Genosida Gaza, Dunia Mati Gaya WhatsApp Image 2025-08-08 at 17.14.36

Gaya Baru Genosida Gaza, Dunia Mati Gaya

08/08/2025
Gaza Makin Menderita, Umat Harus Disadarkan WhatsApp Image 2025-08-08 at 06.04.00

Gaza Makin Menderita, Umat Harus Disadarkan

08/08/2025
Islam Lindungi Generasi Tanpa Negosiasi WhatsApp Image 2025-08-05 at 21.30.04

Islam Lindungi Generasi Tanpa Negosiasi

05/08/2025

Recent Posts

  • Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban
  • Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda
  • Women Support Women, Jargon Membabi Buta
  • Perempuan Saling Dukung Mengembangkan Diri
  • Sisi Lain Tarif Dagang Amerika-Indonesia

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban WhatsApp Image 2025-08-30 at 22.08.45

Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban

30/08/2025
Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda WhatsApp Image 2025-08-30 at 21.38.02

Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda

30/08/2025
Women Support Women, Jargon Membabi Buta WhatsApp Image 2025-08-27 at 19.50.02

Women Support Women, Jargon Membabi Buta

30/08/2025
Perempuan Saling Dukung Mengembangkan Diri WhatsApp Image 2025-08-27 at 19.54.40

Perempuan Saling Dukung Mengembangkan Diri

30/08/2025
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.