Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2025
  • July
  • 5
  • Saatnya Umat Bangkit menuju Kemuliaan Hakiki

Saatnya Umat Bangkit menuju Kemuliaan Hakiki

Editor Muslimah Times 05/07/2025
WhatsApp Image 2025-07-05 at 21.07.09
Spread the love

Oleh. Mariyam Sundari, S.Sos.I.,CLQ.,CTrQ

Muslimahtimes.com–Melihat keadaan kerusakan saat ini sudah mencapai puncaknya, dimana perbuatan maksiat sudah dianggap biasa tanpa ada rasa berdosa. Pemuda pemudi berpacaran sana-sini bangga melakukan perbuatan zina dengan rasa senang dan gembira, perjudian dilegalkan bahkan setiap kalangan bisa melakukannya laki-laki, perempuan termasuk anak-anak juga diberi jalan.

Penipuan, pembunuhan, pemerkosaan, pencabulan, mutilasi, mengambil organ manusia, KDRT, penyiksaan terhadap anak, orang tua dan lain sebagainya, sudah tak asing lagi untuk didengar kasusnya setiap hari. Belum lagi kezaliman yang melanda tak kunjung reda, di Palestina ribuan jiwa tak berdosa jadi korban kebiadaban manusia keji kafir Zionis termasuk muslim di Rohingya, India, Pakistan, Nigeria dan lainnya masih banyak lagi.

Lantas, mengapa saat ini manusianya banyak berbuat zalim, sewenang-wenang, banyak melanggar aturan syariat. Banyak manusia yang serakah, tamak, kejam, haus akan harta, kekuasaan dan lain-lain. Hal ini diakibatkan karena manusianya jauh dari aturan Allah, yang ada hanya mengedepankan aturan manusia dibuat sedemikian rupa dan bisa berubah sesuai keadaan dan penguasanya. Hingga melahirkan manusia berlaku bebas melakukan tindakan sesuka hati. Tidak lain aturan ini adalah kapitalis sekuler yang menjauhkan agama dari nilai hidup.

Sebab dalam kapitalis, hakikat Tuhan itu ada keberadaannya tapi tidak boleh mengatur, hanya manusia saja yang membuat aturan. Jadi aturan manusia di atas aturan Tuhan. Karena manusia itu serba terbatas juga aturannya, berakibat timbul perselisihan pendapat, kerusakan di mana-mana, kemaksiatan terus berjalan karena mengajarkan kebebasan sebagai tolok ukur, halal haram dihiraukan.

Kalau sudah seperti ini, apa yang seharusnya dilakukan umat? Tidak lain ya harus bangkit menyuarakan kembali syariat Islam yang suci. Bergabung dan berjuang bersama mengajak semua manusia memahami pentingnya arti persatuan umat. Jika umat sudah bersatu menggenggam bara api syariat dengan kuat, di bawah naungan Khalifah, maka musuh tak akan berani mendekat. Apalagi sampai berbuat sewenang-wenang. Karena sudah menjadi tugas Khalifah melindungi dan menjaga darah umat.

Jadi, hanya dengan aturan Allah sajalah yang mampu mengatasi semua masalah dalam kehidupan. Karena Allah Maha Tahu yang dibutuhkan hamba-Nya, bagaimana cara hidup, bagaimana mengatasi persoalan kehidupan.

Tunggu apa lagi, saatnya umat bangkit menuju aturan syariat yang membawa keberkahan dan kesejahteraan dalam kehidupan. Dengan cara berjuang bersama menumbangkan dan mengganti sistem kufur kapitalis sekuler yang merusak akidah umat dan menyengsarakan. Yuk bismillah memperjuangkan janji Allah yaitu Khilafah ala min haj nubuwah.[]

Continue Reading

Previous: Nasionalisme, Menghalangi Perjuangan Pembebasan Palestina
Next: Mengurai Akar Perundungan dalam Islam

Related Stories

Paradoks Swasembada dan Rencana Impor Beras WhatsApp Image 2026-04-08 at 21.24.45

Paradoks Swasembada dan Rencana Impor Beras

08/04/2026
The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace WhatsApp Image 2026-02-11 at 10.39.00

The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace

11/02/2026
Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.11.09

Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara

03/02/2026

Recent Posts

  • Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul
  • Perempuan Bukan Boneka Seks
  • Fenomena Day Care dan Fitrah Ibu di Bawah Bayang-bayang Kapitalisme
  • Seksualitas Bukan Candaan: Ancaman ‘Rape Culture’ di Era Kebebasan
  • Catatan Kritis Kekerasan di Daycare dan Kecelakaan KRL: Alarm Keras bagi Perempuan untuk Lepas dari Jahatnya Kapitalisme

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul WhatsApp Image 2026-05-05 at 21.00.23

Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul

05/05/2026
Perempuan Bukan Boneka Seks WhatsApp Image 2026-05-05 at 20.37.15

Perempuan Bukan Boneka Seks

05/05/2026
Fenomena Day Care dan Fitrah Ibu di Bawah Bayang-bayang Kapitalisme WhatsApp Image 2026-05-02 at 20.52.51

Fenomena Day Care dan Fitrah Ibu di Bawah Bayang-bayang Kapitalisme

02/05/2026
Seksualitas Bukan Candaan: Ancaman ‘Rape Culture’ di Era Kebebasan WhatsApp Image 2026-04-30 at 21.19.51

Seksualitas Bukan Candaan: Ancaman ‘Rape Culture’ di Era Kebebasan

30/04/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.