Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2025
  • September
  • 22
  • Standar Hidup Islam, Cegah Iri Sosial

Standar Hidup Islam, Cegah Iri Sosial

Editor Muslimah Times 22/09/2025
WhatsApp Image 2025-09-22 at 16.35.11
Spread the love

Oleh. Kholda Najiyah

Muslimahtimes.com–Hidup di era materialisme, harus memiliki kendali diri yang kuat. Jika tidak, akan mudah terseret dengan gaya hidup dengan standar yang dianut mayoritas masyarakat. Padahal, standar mereka memberatkan dan memicu tekanan jiwa. Bahkan bisa juga batil dan bertentangan dengan Islam. Oleh karena itu, penting memahami dan menerapkan standar hidup Islami yang dapat membantu perempuan merasa cukup dan bersyukur. Standar yang didasarkan pada prinsip-prinsip spiritual dan etika ini, akan mendorong kepuasan batin. Selain itu, mencegah iri sosial akibat perbandingan yang tiada henti. Lantas bagaimana caranya memulai standar hidup cukup?

  1. Hargai Nilai Diri di Mata Allah, Bukan Mata Orang Lain

Tidak perlu penilaian manusia, cukup dinilai terbaik di hadapan Allah. Nilai kita dalam Islam terletak pada ketakwaan, akhlak mulia, dan amal kebaikan. Fokus menjadi pribadi yang saleh, jujur, sabar, pemaaf, dan welas asih. Penampilan fisik, status sosial, popularitas atau kekayaan, tidak ada nilainya di mata Allah Swt. Kita hanya butuh validasi dari Allah Swt, bukan yang lain. Selama Allah Swt rida karena kita taat pada-Nya, itu sudah cukup.

Ingatlah bahwa tujuan utama hidup di dunia adalah beribadah kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk akhirat. Ketika tujuan ini menjadi prioritas, hal-hal duniawi akan terasa kurang penting. Contoh, standar dalam penampilan yang penting rapi, bersih dan jujur apa adanya. Tidak harus mewah, tapi menyembunyikan realita alias memakai topeng kepalsuan.

  1. Kelola Hasrat & Harta dengan Bijak

Pelajari dan praktikkan konsep qanaah, yaitu merasa puas dengan apa yang dimiliki saat ini. Hal ini dapat menekan hasrat impulsif dalam kepemilikan. Bukan berarti tidak boleh punya ambisi tertentu, tapi lebih kepada menolak perasaan terus-menerus kekurangan. Kendalikan diri dari sikap impulsif dalam mewujudkan keinginan.

Di era media sosial, perbandingan sering kali memicu keinginan untuk memiliki lebih banyak dan lebih banyak lagi. Oleh karena itu, batasi paparan dari konten di media sosial yang memicu rasa iri dan fokus pada kebutuhan, bukan keinginan. Belanjalah dengan bijak. Kelola harta dengan cerdas. Misal, tidak memaksakan membeli barang saat belum mampu hanya karena fasilitas cicilan begitu mudah.

  1. Percaya Diri dengan Style Pribadi

Memiliki standar gaya hidup sendiri, tanpa ikut arus dan standar kebanyakan masyarakat. Tidak terseret sikap FOMO (Fear of Missing Out) atau takut tertinggal trend dibanding yang lainnya. Orang yang mengikuti standar kebanyakan, adalah orang yang tidak percaya pada diri sendiri. Akhirnya terjebak beli apapun barang yang sedang trend, hanya untuk mendapat validasi bahwa aku juga punya. Terus menerus mengejar sensasi sesaat, akhirnya tidak menikmati hidup.

Barang yang dibeli secara impulsif, hanya memberi kepuasan dan kebahagiaan beberapa hari saja. Setelah itu tertekan lagi, memikirkan untuk meraih barang yang trend berikutnya.

  1. Fokus Membangun Hubungan Mendalam dengan Allah

Fokus menceburkan diri dalam celupan hidayah Allah Swt. Lebih memilih untuk belajar daripada belanja. Lebih memilih mengoleksi buku-buku islami daripada mengoleksi pakaian trendi. Semakin mendalam mempelajari Islam, akan semakin kagum akan kesempurnaannya. Semakin kita mampu mengambil hikmah di balik setiap takdir.

Belajar tentang kehidupan Rasulullah ﷺ dan para sahabat wanita akan memberikan inspirasi tentang bagaimana menjalani hidup qonaah, bersahaja tapi puas dan bahagia. Barengi dengan rutinitas spiritual seperti berzikir dan tilawah. Juga, panjatkan doa untuk meminta ketenangan, rasa syukur, dan kekuatan untuk menghadapi tantangan.

  1. Bersyukur dengan Berbagi

Tidak menunggu kaya untuk dermawan, kita sering mendengar istilah ini. Berikan sebagian rezeki untuk sedekah secara rutin. Misal membantu orang tua, kerabat atau orang yang membutuhkan. Tak hanya dalam bentuk uang, kita juga berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakat dan juga dakwah.

Hal ini untuk mengalihkan fokus dari diri sendiri ke orang lain. Meningkatkan rasa syukur, karena kita sadar berada di posisi yang lebih baik untuk memberi daripada menerima. Luangkan waktu setiap hari untuk membuat lembar syukur. Nikmat rutin yang seolah sepele, nyatanya anugerah luar biasa. Seperti kesehatan, keluarga, dan makanan yang halal.

Demikianlah, semoga dengan menerapkan poin-poin ini, seorang muslim dapat membangun fondasi spiritual yang kuat. Fondasi yang membantunya merasa cukup, bersyukur, dan bahagia, terlepas dari tekanan standar hidup yang ada di masyarakat.(*)

Continue Reading

Previous: Perempuan Saling Dukung Mengembangkan Diri
Next: Jadikan Gen Z sebagai Agen Perubahan

Related Stories

Hikmah Isra’ Mikraj: Saatnya Membumikan Hukum Langit WhatsApp Image 2026-01-20 at 22.05.53

Hikmah Isra’ Mikraj: Saatnya Membumikan Hukum Langit

23/01/2026
Ibu Pencetak Generasi Pejuang Islam WhatsApp Image 2026-01-11 at 05.52.28

Ibu Pencetak Generasi Pejuang Islam

10/01/2026
Antara Eksploitasi Alam dan Banjir Sumatera WhatsApp Image 2025-12-30 at 17.33.26

Antara Eksploitasi Alam dan Banjir Sumatera

30/12/2025

Recent Posts

  • Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut
  • Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan
  • Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas
  • Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi
  • The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026
Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi WhatsApp Image 2026-02-12 at 08.54.17

Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

12/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.