Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • May
  • 21
  • Urgen! Segera Akhiri Derita Palestina dengan Khilafah

Urgen! Segera Akhiri Derita Palestina dengan Khilafah

Editor Muslimah Times 21/05/2026
WhatsApp Image 2026-05-21 at 21.51.28
Spread the love

Oleh. Ita Husnawati

Muslimahtimes.com–Zionis menyita kapal-kapal Global Sumud Flotilla pembawa bantuan kemanusiaan yang berangkat menuju Gaza di perairan internasional, dekat Pulau Kreta, Yunani pada 30 April 2026. Beberapa aktivis dilaporkan ditangkap Zionis, 31 aktivis terluka dalam pencegatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai negara, diantaranya Selandia Baru, Australia, Italia, Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Spanyol, Inggris, Kolombia, Jerman, Hungaria, Ukraina, Prancis, Polandia, dan Portugal. Ada juga yang memiliki kewarganegaraan ganda Turki-Jerman. Aktivis yang ditahan juga mengalami perlakuan buruk di atas kapal angkatan laut Israel selama hampir 40 jam. Mereka dipaksa tidur di lantai basah dan sengaja tidak diberi air dan makanan yang cukup. Peserta dari Spanyol keturunan Palestina, Saif Abukeshek, dan warga Brasil,Thiago Avila yang menolak ditahan, harus menghadapi kekerasan tentara Israel. Seorang aktivis mengungkapkan bahwa hidungnya kemungkinan patah, tulang rusuknya sakit, juga lehernya. Ia ditendang, dipukul dan diseret di tanah, bahkan ia mendengar tembakan dilepaskan ke arah orang-orang, (https://minanews.net, 2 Mei 2026)

Meskipun pada akhirnya kapal-kapal tersebut dapat melanjutkan perjalanan, namun dengan adanya insiden ini menunjukkan bahwa begitu kejamnya perlakuan tentara Zionis, bahkan terhadap aktivis kemanusiaan. Pelanggaran hukum laut internasional adalah bukti nyata bahwa entitas Zionis tidak mengenal batas dalam melanggengkan blokade atas Gaza. Sepertinya nurani kemanusiaannya telah hilang. Label “teroris” yang digunakan untuk melegitimasi agresi mereka adalah justifikasi palsu yang telah berulang kali digunakan Zionis untuk mengkriminalisasi setiap bentuk solidaritas terhadap Palestina. Bahkan para jurnalis dan dokter tak luput dari kekejaman Zionis.

Pada 3 Mei 2026, Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa Israel telah memperluas wilayah pendudukan d Jalur Gaza, Palestina, hingga 59 persen. Bahkan Hamas menyebutkan bahwa militer Israel telah menguasai lebih dari 60 persen wilayah pesisir Palestina. Sebelum gencatan senjata pada Oktober 2025, Israel telah menguasai sekitar 53 persen wilayah Jalur Gaza. Selain itu, Israel juga tengah mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali genosida Gaza.  Pejabat militer senior Israel mendesak untuk itu dan meyakini bahwa saat itu adalah waktu terbaik untuk mengalahkan Hamas. Dilaporkan juga bahwa tentara Israel telah mengurangi kekuatan di Lebanon selatan dan mengerahkan kembali brigade reguler ke Gaza serta Tepi Barat. Padahal adanya gencatan senjata itu dimaksudkan untuk mengakhiri serangan Israel di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 lainnya, serta menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil. (https://jatim.antaranews.com, 04/05/2026)

Gencatan senjata yang disepakati, sepertinya tidak ada maknanya, karena Zionis selalu melanggarnya. Inilah fakta karakter Zionis yang sesunguhnya. Gaza adalah bagian dari tanah kaum Muslimin yang wajib dilindungi. Tanah ini telah diperjuangkan oleh Kalifah Umar bin Khattab r.a. dan dilanjutkan di masa Turki Utsmani. Sultan Hamid II yang menjabat Khalifah saat itu, dengan teguh mempertahankan tanah Palestina, sebesar apa pun imbalan yang ditawarkan atas penjualan tanah tersebut. Baitul Maqdis juga merupakan kiblat pertama sebelum Ka’bah, serta menjadi tempat singgah Raulullah saw. saat peristiwa Isra Mi’raj, di mana Rasulullah saw. menjadi imam shalat jamaah bagi para Nabi dan Rasul yang telah diutus sebelum masa Beliau. Hal ini mengisyaratkan bahwa kepemimpinan itu ada pada Rasulullah saw. dan penerus risalah Beliau (Khalifah).

Dengan semakin meluasnya wilayah Gaza yang dikuasai Zionis Israel, maka semakin sedikit yang tersisa bagi pemilik aslinya. Jika hal itu terus dibiarkan, maka tanah dan nyawa saudara kita bisa musnah di tangan musuh Allah. Gaza dengan segala penindasan yang terjadi di dalamnya tidak boleh dibiarkan, karena ini adalah bentuk kemungkaran di depan mata yang wajib diubah dengan kemampuan tertinggi yang dimiliki umat, karena tidak pantas bagi kaum muslim, ketika saudara seakidahnya terdzalimi dan sebenarnya bagian muslim lainnya mampu menghilangkan kedzaliman itu, namun tidak bertindak. Potensi kekuatan umat Islam itu sangat besar jika disatukan. Nation-state lah yang menjadi penghalangnya. Umat Islam terpecah-pecah menjadi negara-negara kecil yang mudah dijajah dari berbagai sisi dan diadu domba. Padahal Allah memuji umat Islam itu sebagai umat terbaik, dengan syarat bersatu memegang teguh agama Allah, beriman dan melakukan amar makruf nahi munkar. (lihat Q.S. Ali Imran [3]: 103 & 110).    

Jadi jika kita ingin umat ini kuat dan ditakuti penjajah, maka Khilafah Islamiyyah lah jawabannya. Dalam naungan Khilafah Islamiyyah, umat Islam di seluruh dunia bisa disatukan. Khilafah Islamiyyah adalah satu-satunya institusi yang secara syar’i memiliki kewenangan dan kewajiban untuk melindungi jiwa-jiwa kaum Muslimin yang ditindas oleh kekuatan zalim dengan jihad fii sabilillah. Hal ini sudah dibuktikan dengan kegemilangan peradaban Islam, menjadi negara adidaya yang tak tertandingi ketika masih tegak Khilafah tersebut. Negara adidaya ini berdiri atas landasan akidah Islam dan menerapkan seluruh syariat-Nya dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga negeri-negeri muslim termasuk Palestina yang saat ini menjadi sasaran penjajah para Kapitalis akan terselamatkan.

Perjuangan mewujudkan Khilafah adalah kewajiban yang harus ditempuh umat, dengan membangun kepemimpinan politik Islam yang bertumpu pada ideologi yang sahih (Ideologi Islam). Kemarahan umat atas kezaliman yang menimpa sebagian kaum muslim harus diarahkan agar tidak berhenti pada level kecaman dan keprihatinan, melainkan meningkat menjadi kesadaran mendalam tentang pentingnya aktivitas dakwah mengikuti metode perjuangan Rasulullah saw. dalam mewujudkan ‘NKRI’ (Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah) sebagai perisai (junnah). Wallahu A’lam.[]

Continue Reading

Previous: Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis: Krisis Kemanusiaan yang Kian Mengerikan

Related Stories

Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis: Krisis Kemanusiaan yang Kian Mengerikan WhatsApp Image 2026-05-20 at 21.08.20

Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis: Krisis Kemanusiaan yang Kian Mengerikan

20/05/2026
Layar di Tangan Anak, Bahaya di Depan Mata WhatsApp Image 2026-05-20 at 21.01.17

Layar di Tangan Anak, Bahaya di Depan Mata

20/05/2026
Cermin Papua: Cerita di Balik Film Pesta Babi WhatsApp Image 2026-05-20 at 20.10.53

Cermin Papua: Cerita di Balik Film Pesta Babi

20/05/2026

Recent Posts

  • Urgen! Segera Akhiri Derita Palestina dengan Khilafah
  • Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis: Krisis Kemanusiaan yang Kian Mengerikan
  • Layar di Tangan Anak, Bahaya di Depan Mata
  • Cermin Papua: Cerita di Balik Film Pesta Babi
  • Tanpa Negara Kuat dan Umat yang Bersatu, Bisakah Penderitaan Gaza Berakhir?

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Urgen! Segera Akhiri Derita Palestina dengan Khilafah WhatsApp Image 2026-05-21 at 21.51.28

Urgen! Segera Akhiri Derita Palestina dengan Khilafah

21/05/2026
Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis: Krisis Kemanusiaan yang Kian Mengerikan WhatsApp Image 2026-05-20 at 21.08.20

Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis: Krisis Kemanusiaan yang Kian Mengerikan

20/05/2026
Layar di Tangan Anak, Bahaya di Depan Mata WhatsApp Image 2026-05-20 at 21.01.17

Layar di Tangan Anak, Bahaya di Depan Mata

20/05/2026
Cermin Papua: Cerita di Balik Film Pesta Babi WhatsApp Image 2026-05-20 at 20.10.53

Cermin Papua: Cerita di Balik Film Pesta Babi

20/05/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.