Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2021
  • July
  • 31
  • 5 Langkah Membuat Anak Gemar Membaca

5 Langkah Membuat Anak Gemar Membaca

admin.news 31/07/2021
20210731_074552
Spread the love

Oleh: Fatimah Ummu Kautsar

Muslimahtimes.com – “The more you read, the more you know. The more you know, the smarter you grow. ” Dr. Seuss

Membaca adalah salah satu aktivitas dasar bagi manusia. Dengan membaca kita bisa banyak belajar, mendapatkan pengetahuan dan bisa lebih bijak bersikap dengan pengetahuan yang didapatkan. Sebagaimana perkataan dari Dr. Seuss di atas.

Mengapa Harus Gemar Membaca?

Iqro! Menjadi ayat pertama yang Allah turunkan kepada baginda Muhammad saw. Bacalah! Membaca Al-qur’an sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan, juga membaca kitab dan buku pengetahuan lainnya.

Kita sadari, ilmu pengetahuan terus menerus berkembang, banyak ilmu yang diajarkan di bangku sekolahan akhirnya tak terpakai dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita harus menjadi manusia yang terus belajar. Dan membaca jadi aktivitas yang sangat penting bagi diri dan buah hati para calon pemimpin generasi.

Cara Agar Anak Gemar Membaca

Bukan hal mudah membuat anak gemar membaca. Karena tujuan kita bukan hanya sekadar melek huruf atau bisa membaca, tapi gemar. Maka kita harus menyediakan stimulus yang membuat anak gemar membaca. Akan lebih baik jika aktivitas ini dilakukan sejak dini.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menstimulasi anak agar gemar membaca, antara lain:

1. Mendekatkan diri dengan buku

Bagi anak usia dini yang senang bereksplorasi dengan benda apapun, orang tua bisa menyediakan buku sebagai salah satu benda yang dieksplorasi. Bisa buku bantal atau buku tebal yang tak mudah sobek. Pastikan buku tersebut aman bagi anak, tidak ada bagian tajam yang bisa melukainya. Orang tua juga tak perlu khawatir jika buku dijadikan mainan karena itu adalah salah satu cara anak mendekatkan diri dengan buku.

2. Menyediakan pojok buku

Pojok buku berarti menyediakan tumpukan buku di tempat tertentu yang mudah dijangkau oleh anak. Bisa jadi tumpukan buku ini di dalam lemari atau di tempat aman lainnya. Kehadiran pojok buku ini diharapkan bisa semakin mendekatkan anak pada buku, menjadikan anak memilih aktivitas bermain dengan buku, meminta dibacakan buku atau membaca buku secara mandiri untuk mengisi harinya.

3. Membiasakan membaca buku

Mulailah membacakan buku pada anak bahkan sejak bayi. Kegiatan bed time story bisa jadi aktivitas yang dilakukan secara rutin, minimal sekali sebelum anak tidur.

4. Menjadikan membaca aktivitas yang menyenangkan

Jadikan membaca buku aktivitas yang mengasyikan. Gunakan intonasi dan ekspresi kala membacakan buku. Jangan lupakan interaksi saat membacakan buku. Tanyakan pada anak warna dalam buku, gambarnya, atau menebak jalan ceritanya. Tak apa jika buku tak habis dibacakan, fokus kembali pada target menjadikan anak gemar membaca bukan menghabiskan buku.

5. Menjadi teladan dalam membaca

“Children see, children do. ”
Begitulah kata pepatah. Anak-anak gemar sekali meniru apa yang mereka indera. Jika orang tua ingin anaknya gemar membaca. Maka, jadilah teladan dalam gemar membaca. Biarkan anak melihat orang tuanya senang membaca buku, majalah, dan lainnya.

Masih banyak langkah yang bisa orang tua usahakan agar anak gemar membaca. Kita bisa mulai dari yang paling memungkinkan bisa kita lakukan. Tantangan pasti akan hadir, tapi jika motivasi sudah kuat dalam diri, insyaallah selalu ada jalan. Apalagi upaya yang kita lakukan dalam rangka menjaga amanah yang sudah Allah berikan. Amanah buah hati agar mereka menjadi anak-anak yang salih saliha, bermanfaat bagi diri dan manusia lainnya. Salah satu langkah yang harus mereka tapaki adalah menjadi manusia pembelajar yang gemar membaca.

Wallahua’lam bish shawab.

Continue Reading

Previous: Keimanan Anak, bukanlah Warisan Orang Tua
Next: Ayah Perusak Pola, Jangan Dong!

Related Stories

Tekad Ibu yang Terpaksa Pret pada Waktunya WhatsApp Image 2026-01-28 at 20.41.04

Tekad Ibu yang Terpaksa Pret pada Waktunya

28/01/2026
Menjadi Ibu Generasi Ideologis WhatsApp Image 2025-12-30 at 20.42.54

Menjadi Ibu Generasi Ideologis

30/12/2025
Membentuk Kejujuran dengan Berpuasa IMG_20240326_151700

Membentuk Kejujuran dengan Berpuasa

26/03/2024

Recent Posts

  • Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?
  • Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler
  • Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak
  • Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara
  • Game Online: Media Penghancur Pemikiran Generasi

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis? WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.07.05

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?

03/02/2026
Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.41.25

Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler

03/02/2026
Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.46.01

Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak

03/02/2026
Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.11.09

Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara

03/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.