Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • January
  • 1
  • Mewujudkan Generasi Cemerlang di Tengah Jebakan Algoritma Sekuler

Mewujudkan Generasi Cemerlang di Tengah Jebakan Algoritma Sekuler

Editor Muslimah Times 01/01/2026
WhatsApp Image 2026-01-01 at 20.51.33
Spread the love

Oleh. Asha Tridayana

Muslimahtimes.com–Digitalisasi telah meluas di segala aspek kehidupan dan level masyarakat. Begitu deras arus informasi yang dapat diperoleh melalui ruang digital. Tentu hal ini membawa dampak bagi penggunanya seperti mempengaruhi cara pandang dan perilaku hingga dapat mengancam kesehatan fisik dan mental. Sehingga kemajuan teknologi menjadi tantangan besar bagi masyarakat khususnya generasi muda yang memang telah mengakar dalam kehidupannya.

Padahal tingginya paparan screen time dapat berpotensi melalaikan penggunannya dalam menjalani peran nyata dalam interaksi sosial di kehidupan. Hal ini dijelaskan oleh Peneliti sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya (FIKK Unesa) Nanik Indahwati. Melalui hasil studi yang dilakukannya pada 355 siswa SMP di Surabaya bahwa rata-rata anak menghabiskan waktu menggunakan gadget mencapai 5,9 jam per hari. Paling banyak di malam hari hingga 70,7 persen yang didominasi penggunaan media sosial dan games. Nanik juga menyebutkan dampak screen time berlebihan dapat mengganggu kesehatan mental dan fungsi otak seperti kecemasan hingga depresi, impulsivitas, sulit konsentrasi dan mengontrol emosi. Termasuk berkurangnya aktivitas fisik dan minimnya interaksi sosial yang seharusnya penting untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, empati, dan regulasi emosi (www.detik.com 28/07/25).

Tidak hanya itu, jebakan algoritma dalam ruang digital juga sangat membahayakan generasi. Konten yang didesain dengan durasi pendek menjebak penggunanya pada pola konsumsi informasi yang justru merusak kemampuan konsentrasi atau fokus mendalam. Tayangan pendek membuat ledakan dopamin dan mendorong pengguna untuk terus menggeser konten berikutnya hingga kecanduan. Kemudian algoritma konten yang meloncat dari satu topik ke topik lain tanpa narasi berkelanjutan membuat berpikir fragmentaris atau otak popcorn. Akibatnya ketidakmampuan berpikir kritis dan sistematis. Parahnya semakin sering menonton konten pendek maka kerja algoritma akan terus mengarahkan pada konten serupa. Hingga generasi terjebak dalam lingkaran setan (m.kumparan.com 23/11/25).

Begitu besar ancaman yang dihadapi masyarakat terlebih generasi muda. Namun, ditengah kekacauan pemikiran akibat algoritma digital masih terdapat generasi yang menyadari potensinya dan mampu mengambil peran untuk memanfaatkan dunia digital dalam menganalisis masalah. Termasuk mengkritisis kedzaliman penguasa dan kebijakan yang tidak pro rakyat. Hal ini patut diperhatikan agar kesadaran yang dimiliki generasi tetap terarah atau tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu. Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat bahwa penting bagi generasi muda untuk memahami dinamika politik nasional dan global ditengah perkembangan teknologi. Karena melalui ruang digital dapat membentuk preferensi politik masyarakat dan generasi (news.detik.com 30/10/25).

Berdasarkan fakta tersebut dapat dikatakan bahwa generasi muda menjadi pasar potensial bagi produk digital. Apalagi mereka merasa menjadi generasi yang erat dengan digitalisasi dan akan merasa tertinggal jika tidak mengikuti tren. Akibatnya berbagai konten digital menjadi sumber informasi yang dapat mengendalikan cara berpikir termasuk arah pandang dan tujuan kehidupan. Mereka semakin terjerat dalam ruang digital dan semakin terbawa arus mengikuti algoritma hingga kesulitan melepaskan diri.

Terlebih lagi konten yang disajikan berisi ide-ide sekuler dan liberal tanpa disadari semakin menjauhkan diri dari aturan agama. Karena pemilik media sosial tidak lain negara dengan sistem kapitalisme sehingga sudah sewajarnya mereka mengendalikan fungsi media sosial. Sistem kapitalisme berasaskan manfaat dan mengusung kebebasan yang hanya berorientasi pada materi. Tidak peduli nasib generasi sekalipun digitalisasi yang mereka kuasai telah merusak akal dan tujuan hidupnya. Derasnya konten tersebut berseliweran menjadikan generasi muda membutuhkan benteng dan perlindungan yang memadai.

Benteng yang dimaksud pondasi pemikiran berdasarkan akidah Islam yang membentuk cara pandang shahih yakni hanya bersumber dari Allah swt. Sehingga generasi muda memahami arah pandang tujuan hidupnya dan menjadikan Islam sebagai satu-satunya aturan yang mengikat sesuai fitrah manusia. Hal ini membuat generasi muda dapat menentukan sikap atas segala perkembangan teknologi atau apa saja dan senantiasa terjaga dari jebakan pemikiran kufur yang menyesatkan.

Akhirnya saat kesadaran generasi akan perubahan terbentuk maka tidak terbatas pada solusi parsial. Mereka akan berupaya menggali akar masalah dan mencari penyelesaian sesuai hukum Islam hingga tuntas. Nantinya pun, para generasi muda tidak menjadi aktivis abal-abal atau mudah tergiur kekuasaan dan materi. Apalagi menduplikasi para aktivis liberal yang jelas bertentangan dengan Islam sekalipun terlihat muslim tetapi ide yang diusung tetaplah kapitalisme biang masalah.

Oleh karena itu, generasi muda harus memahami bahwa manusia sebagai makhluk ciptaan Allah telah dibekali dengan potensi hidup yakni garizah, hajatul udhawiyah, dan akal. Ketiganya akan membawa manusia pada proses pemenuhan yang semestinya berstandar pada hukum Islam termasuk adanya ruang digital yang mendukung pemenuhan tersebut. Sehingga generasi muda membutuhan lingkungan kondusif yang senantiasa tersuasanakan keimanan. Hal ini dibutuhkan kolaborasi berbagai elemen secara komprehensif dan sistematis agar terwujud optimal.

Tidak lain dari keluarga, masyarakat, partai politik ideologis dan negara sebagai pihak berkuasa. Keluarga menjadi pondasi awal dalam pola pengasuhan berdasarkan akidah Islam. Masyarakat menjaga keimanan dengan amal makruf nahi mungkar. Negara bertanggung jawab dengan kebijakan dan aturan yang diberlakukan harus sesuai syariat Islam. Sementara partai politik Islam ideologis bertugas dalam pembinaan seluruh komponen umat termasuk generasi muda. Pembinaan yang melahirkan kepribadian Islam kaffah dan kesadaran mengemban Islam dalam kehidupan.

Dicsamping itu, adanya partai politik Islam ideologi berperan dalam muhasabah lil hukam. Salah satunya memfasilitasi suara kritis generasi muda dalam membersamai kepemimpinan negara agar tidak melanggar syariat Islam. Bahkan turut mencerdaskan dan meningkatkan taraf berpikir umat sehingga mampu memahami masalah dari berbagai sisi dan menjangkau akar masalah serta menemukan solusi hakikinya. Dengan begitu, tidak mustahil membentuk generasi cemerlang dan tangguh saat Islam diemban di seluruh aspek kehidupan.

Wallahu’alam bishowab

Continue Reading

Previous: Generasi Ideologis Terlahir dari Rahim Ibu Ideologis
Next: Takwa Cegah NPD, Beri Tahu Gen Z!

Related Stories

Jebakan Pinjol dalam Kapitalisasi Ramadan WhatsApp Image 2026-04-03 at 05.48.47

Jebakan Pinjol dalam Kapitalisasi Ramadan

02/04/2026
Kecelakaan dan Macet Saat Mudik, Mengapa Terus Berulang? WhatsApp Image 2026-03-31 at 11.30.39

Kecelakaan dan Macet Saat Mudik, Mengapa Terus Berulang?

31/03/2026
Lebaran: Momen Bahagia di Tengah Lilitan Utang WhatsApp Image 2026-03-31 at 11.18.34

Lebaran: Momen Bahagia di Tengah Lilitan Utang

31/03/2026

Recent Posts

  • Jebakan Pinjol dalam Kapitalisasi Ramadan
  • Kecelakaan dan Macet Saat Mudik, Mengapa Terus Berulang?
  • Lebaran: Momen Bahagia di Tengah Lilitan Utang
  • Makna Kemenangan Sejati
  • Membentuk Kepribadian Islam pada Generasi

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Jebakan Pinjol dalam Kapitalisasi Ramadan WhatsApp Image 2026-04-03 at 05.48.47

Jebakan Pinjol dalam Kapitalisasi Ramadan

02/04/2026
Kecelakaan dan Macet Saat Mudik, Mengapa Terus Berulang? WhatsApp Image 2026-03-31 at 11.30.39

Kecelakaan dan Macet Saat Mudik, Mengapa Terus Berulang?

31/03/2026
Lebaran: Momen Bahagia di Tengah Lilitan Utang WhatsApp Image 2026-03-31 at 11.18.34

Lebaran: Momen Bahagia di Tengah Lilitan Utang

31/03/2026
Makna Kemenangan Sejati WhatsApp Image 2026-03-31 at 11.08.04

Makna Kemenangan Sejati

31/03/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.