
Oleh. Azaera A
Muslimahtimes.com–TBC (Tuberkulosis) adalah penyakit infeksi bakteri yang menyerang paru-paru dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Gejala umum TBC meliputi batuk kronis, demam, keringat malam, dan penurunan berat badan. Penderita penyakit ini tidak memandang umur, bisa menyerang anak usia dini hingga lansia.
Tuberkulosis (TBC) yang Semakin Merajalela
Saat ini, Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia dalam hal beban kasus tuberkulosis (TBC) setelah India. Diperkirakan terdapat 1.090.000 kasus TBC dan 125.000 kematian setiap tahun di Indonesia. Meskipun demikian, upaya penemuan dan pengobatan kasus TBC terus meningkat.
Salah satu upaya yang membantu pergerakan solutif dari banyaknya penderita tuberculosis ini adalah diluncurkannya program aksi perubahan Gerakan Percepatan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis (Gercep Habis) oleh Pemkot Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Dengan adanya program terbaru ini, harapannya negara Indonesia semakin maju khususnya dalam bidang kesehatan.
Di zaman ini, nyatanya bukan hanya penyakit Tuberkulosis yang merajalela. Melainkan juga banyak penyakit-penyakit lain yang membutuhkan solusi cepat, guna pemberantasannya. Negara memiliki kewajiban menyelesaikan masalah penyakit tersebut dengan sebuah rumusan khusus. Yang akhirnya tidak hanya menyelesaikan penyakit Tuberkulosis, namun juga penyakit-penyakit lainnya.
Solusi Tuberkulosis dalam Islam
Pada masa kekhalifahan Islam, aspek kesehatan menjadi salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi negara. Negara akan menghilangkan berbagai sarana pengantar penyakit, dalam hal ini tuberkulosis. Mulai dari perubahan gaya hidup hingga penjagaan lingkungan hidup masyarakat. Setiap pelanggaran atasnya akan diberikan hukuman tegas oleh negara. Inilah kemudian yang disebut sebagai solusi preventif atau pencegahan oleh negara.
Tidak hanya itu, negara pun menyediakan solusi kuratif untuk masyarakat. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, jika negara menganggap aspek kesehatan rakyat adalah sebuah kebutuhan primer yang wajib dipenuhi. Artinya rakyat memiliki hak untuk mendapatkan pengobatan secara cuma-cuma dari negara. Para penderita akan dirawat dengan perawatan terbaik, tanpa memberatkan. Baik dari segi administrasi maupun proses pengobatannya.
Segala macam fasilitas kesehatan pun akan dipenuhi oleh negara. Bangunan rumah sakit akan diperbesar dan diperbanyak, untuk kemudian bisa menjangkau daerah-daerah terpencil di pelosok wilayah. Para tenaga medis pun akan di ditingkatkan, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.
Selain itu, berbagai teknologi yang dianggap bisa menghilangkan bencana penyakit di tengah masyarakat pun akan dibuat dan dikembangkan oleh negara, semisal vaksin, dan lain-lain. Badan-badan pengembangan teknologi pun dibuat dengan perencanaan yang seksama.
Islam Menjaga Nyawa Manusia
Sungguh Islam amat memuliakan nyawa manusia. Bukan hanya muslim, melainkan juga orang-orang kafir yang hidup di tengah-tengah Daulah Islam, maupun mereka yang berada dalam perjanjian. Selama tidak ada penyebab mereka harus dihilangkan nyawanya, maka penjagaan atas nyawa pun berlaku. Sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Al-Maidah : 32 yang artinya;
“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya”
Sungguh indah hidup di masa-masa tersebut, dimana Islam tidak hanya menjadi simbol rutinitas ibadah semata. Melainkan juga diterapkan ditengah masyarakat secara keseluruhan
Wallahu A’lam bis Shawwab