Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • February
  • 25
  • Ketika Ruang Ekspresi Dibebaskan, Benar-Salah Terabaikan

Ketika Ruang Ekspresi Dibebaskan, Benar-Salah Terabaikan

Editor Muslimah Times 25/02/2026
WhatsApp Image 2026-02-25 at 22.47.58
Spread the love

Oleh. Alia Salsa Rainna

Muslimahtimes.com–Dalam beberapa waktu terakhir, media sosial Indonesia kembali menjadi perbincangan hangat di ruang publik digital seputar hiburan dan konten digital. Kali ini sorotan tertuju pada konten kreator Kakak Itwill, yang merencanakan acara berjudul Itwill University: Study Tour di enam kota besar (suara.com, 18/02/2026).

Acara tersebut menuai banyak kecaman dan bahkan ancaman dari sejumlah pihak. Narasi yang berkembang di media sosial menuding acara ini dianggap membawa normalisasi perilaku menyimpang, khususnya dikaitkan dengan isu LGBT. Perdebatan ini pun ramai diperbincangkan hingga akhirnya berujung pada pembatalan acara. Kakak Itwill memutuskan untuk membatalkan seluruh rangkaian Study Tour demi menjaga keamanan bersama.

Konten kreator yang memiliki hampir satu juta pengikut di Instagram itu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Dalam pernyataannya, Kakak Itwill yang memiliki nama asli Oki Ardian menjelaskan bahwa acara tersebut hanya bertujuan sebagai ruang untuk tanya jawab dan curhat bersama para penggemarnya. Ia merasa banyak pengikutnya nyaman berbagi cerita, sehingga acara tersebut digagas sebagai wadah komunikasi langsung.

Namun, di tengah penolakan dan kekhawatiran publik, pembatalan pun dipilih sebagai langkah yang dinilai paling aman. Ia berharap ke depannya dapat menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan belajar dari peristiwa ini. Fenomena ini sejatinya bukan sekadar persoalan satu acara atau satu figur publik saja, akan tetapi kasus Kakak Itwill memperlihatkan bagaimana ruang publik hari ini dikuasai oleh kebebasan berekspresi tanpa batas yang jelas. Konten dinilai semata-mata dari popularitas dan engagement, bukan dari dampak nilai yang ditanamkan kepada masyarakat.

Dalam sistem kapitalis sekuler, kebebasan individu dijadikan standar utama. Selama tidak melanggar hukum dan menguntungkan secara ekonomi, maka konten dianggap sah untuk disebarluaskan melalui sosial media. Negara cenderung bersikap reaktif baru bertindak setelah konflik terjadi tanpa batasan nilai yang tegas sejak awal. Akibatnya, masyarakat dibiarkan saling berhadapan. Satu pihak merasa bebas mengekspresikan diri, sementara pihak lain merasa nilai-nilai yang diyakininya terancam. Ketegangan sosial pun juga tidak terelakkan.

Islam memandang persoalan ini dari sudut yang berbeda. Kebebasan dalam Islam tidak bersifat mutlak, melainkan terikat dengan hukum syariat dan kemaslahatan umum. Ekspresi, dakwah, hiburan, dan edukasi harus berada dalam koridor penjagaan akidah, akhlak, dan ketenteraman masyarakat. Islam juga melarang penyebaran perilaku menyimpang di ruang publik. Allah Swt. berfirman:


وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.” (QS. Al-An‘am: 151).

Dalam Islam, negara berperan sebagai ra‘in (pengurus) yang wajib mengatur ruang publik agar tetap sehat secara moral. Bukan dengan kekerasan, dan bukan pula dengan pembiaran, melainkan melalui pendidikan akhlak, batasan media yang jelas, serta pembinaan masyarakat secara menyeluruh.

Solusi Islam tidak berhenti pada pembatalan acara atau permintaan maaf dari individu saja. Islam menawarkan sistem yang mencegah konflik dari akarnya ruang ekspresi yang terarah, media yang mendidik, serta negara yang tegas menjaga nilai kebenaran tanpa tunduk pada kepentingan popularitas.

Selama konten publik masih diukur dengan viral atau tidaknya, dan bukan berdasarkan standar benar atau salah, maka polemik serupa akan terus berulang. Ketenteraman sosial tidak akan lahir dari kebebasan tanpa arah, akan tetapi dari sistem yang menjadikan akhlak sebagai fondasi kehidupan.

Wallahualam bissawab

Continue Reading

Previous: Pembungkaman Kritik dalam Sistem Sekuler
Next: Rela Gadai Iman agar Sertifikasi Halal Aman

Related Stories

Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.27.41

Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina

14/04/2026
Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.13.35

Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya

14/04/2026
PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.01.07

PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara

14/04/2026

Recent Posts

  • Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina
  • Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya
  • PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara
  • Kekerasan Bukti Rendahnya Ketahanan Diri
  • Paradoks Swasembada dan Rencana Impor Beras

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.27.41

Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina

14/04/2026
Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.13.35

Menjemput Runtuhnya Negara Adidaya

14/04/2026
PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-04-14 at 09.01.07

PPPK di Persimpangan Jalan: antara Stabilitas Fiskal dan Tanggung Jawab Negara

14/04/2026
Kekerasan Bukti Rendahnya Ketahanan Diri WhatsApp Image 2026-04-14 at 08.46.18

Kekerasan Bukti Rendahnya Ketahanan Diri

14/04/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.