Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2025
  • July
  • 28
  • Perundungan Tak Pernah Henti, Solusikah?

Perundungan Tak Pernah Henti, Solusikah?

Editor Muslimah Times 28/07/2025
WhatsApp Image 2025-07-28 at 20.21.44
Spread the love

Oleh. Mariyam Sundari S.Sos.I.,CLQ,.CTrQ

Muslimahtimes.com–Hampir setiap hari kita mendengar, menyaksikan kasus demi kasus terkait masalah yang menjurus pada aktivitas kriminal yang dilakukan oleh anak-anak berusia muda, termasuk masalah perundungan. Hal ini jelas sangat meresahkan orang tua yang tujuannya menitipkan putra-putri mereka pada suatu sekolah tertentu, karena perundungan saat ini banyak terjadi pada kawasan lingkungan sekolah, yang dilakukan oleh siswa-siswinya.

Lantas, bagaimana perkara ini bisa terjadi, apa yang menjadi penyebab utamanya? Pastinya melalui pemikiran yang salah, pengaruh buruk kuat menghampiri yang datangnya dari Barat. Karena kehidupan di Barat mencontohkan gaya hidup bebas, sehingga menciptakan kerusakan di mana-mana merajalela. Hal ini cerminan dari aturan dan sistem yang diterapkan adalah kapitalis sekuler, yang menjauhkan nilai agama dari kehidupan.

Juga dalam negeri kita saat ini, negara mengadopsi sistem kapitalis liberal yang aturannya dibuat manusia mudah berubah penuh kebebasan. Tolok ukurnya adalah kemanfaatan, tak peduli halal haram. Aturannya tidak memihak kepada rakyat, tidak lain rakyat hanya dijadikan alat untuk memperoleh keuntungan individualis penguasa semata. Mau hasilnya menyengsarakan atau tidak, hal itu bukan menjadi urusan mereka sebagai penguasa. Lagi-lagi rakyat jadi korban.

Termasuk para generasi dijejali berbagai macam pengaruh buruk, terutama yang marak drastis saat ini lewat media sosial. Berbagai macam kebebasan dipertontonkan, baik dari perkataan buruk, perlakuan buruk, porno aksi, pornografi, kekerasan, baik dilakukan terhadap orang tua, remaja, anak-anak semua ada, mudah diakses dan bebas dipertontonkan. Akhirnya lama-lama tontonan yang sering dilihat, di dengar pun menjadi tuntunan kemudian ditiru dan dipraktikkan.

Anak-anak usia muda pemikiran masih labil, mudah terpengaruh, terbawa arus negatif tanpa arah. Selanjutnya, setelah melakukan kemudian mempengaruhi teman lain, dan yang jadi korban pun terkadang turut menjadi pelaku. Jadi, Hati-hati dalam memilih teman, karena perundungan banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat, teman sepermainan, teman sekolah, atau mungkin yang dianggap sahabat.

Jadi, memang sistem saat ini memfasilitasi alat untuk berbuat bebas, ditambah dengan pendidikan dalam kapitalis jauh dari nilai agama, dalam artian jauh akidah Islam, yang diberikan hanya materi. Kalaupun ada pelajaran agama, hanya sedikit saja waktu dan ini tidak mampu menjadikan anak didik berakhlakul karimah. Sehingga, melahirkan banyak generasi pintar namun, tanpa akhlak mulia. Akibatnya lumrah melakukan pelanggaran syariat termasuk perundungan. Juga sanksi saat ini yang diberikan sangat lemah tak menjerakan.

Kalau dilihat dari kacamata Islam perundungan merupakan suatu perbuatan yang haram dilakukan. Baik itu dilakukan secara fisik maupun verbal, termasuk menggunakan barang-barang haram, seperti minuman haram (tuak) dan lain sebagainya.

Dalam Islam diajarkan bahwa semua perbuatan manusia kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Pertanggungjawaban setiap individu ini dihitung pada saat baligh di usia remaja. Jadi bukan malah usia remaja dijadikan rusak-rusakan, bagaimana nanti setelah dewasa, jika tidak bertaubat maka akan jadi penjahat.

Aturan yang diberikan oleh Islam lewat pendidikan awal yang mengedepankan akidah Islam sebagai asasnya bagi anak-anak didik sejak dini, sehingga ketika baligh sudah mendapatkan bekal. Penjagaan ini adalah tanggung jawab keluarga, masyarakat, dan negara yang akan menyiapkan kurikulum pendidikan yang terbaik sesuai syariat.

Jadi, negara yang bertanggung jawab atas semua, menyiapkan kurikulum dalam keluarga, masyarakat, pendidikan di sekolah. Termasuk memberikan sanksi tegas lagi menjerakan, hingga setiap individu yang ingin melakukan tindakan melanggar, akan berpikir panjang untuk melakukan, melihat sanksi yang berat dan begitu tegas. Dengan demikian pendidikan berasas akidah Islam mampu diterapkan tanpa ada hambatan, sampai melahirkan generasi berkepribadian Islam.[]

Continue Reading

Previous: Sekolah Rakyat, Disparitas Pendidikan Era Kini
Next: Tanah Telantar, Tanah Tak Bercuan: Diambil Negara untuk Kepentingan Siapa?

Related Stories

Marak Generasi Rusak, Produk Sistem Kapitalisme WhatsApp Image 2025-08-26 at 13.15.40

Marak Generasi Rusak, Produk Sistem Kapitalisme

26/08/2025
Teriak Merdeka: Saatnya Kembali kepada Sistem Islam Kaffah WhatsApp Image 2025-08-26 at 13.05.14

Teriak Merdeka: Saatnya Kembali kepada Sistem Islam Kaffah

26/08/2025
Analogi ala Kapitalis: Menyamakan Pajak dengan Zakat dan Wakaf WhatsApp Image 2025-08-26 at 10.35.04

Analogi ala Kapitalis: Menyamakan Pajak dengan Zakat dan Wakaf

26/08/2025

Recent Posts

  • Sisi Lain Tarif Dagang Amerika-Indonesia
  • Marak Generasi Rusak, Produk Sistem Kapitalisme
  • Teriak Merdeka: Saatnya Kembali kepada Sistem Islam Kaffah
  • Analogi ala Kapitalis: Menyamakan Pajak dengan Zakat dan Wakaf
  • Pajak, Solusi Praktis Kapitalis Penyelenggara Negara

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Sisi Lain Tarif Dagang Amerika-Indonesia WhatsApp Image 2025-08-27 at 10.04.19

Sisi Lain Tarif Dagang Amerika-Indonesia

27/08/2025
Marak Generasi Rusak, Produk Sistem Kapitalisme WhatsApp Image 2025-08-26 at 13.15.40

Marak Generasi Rusak, Produk Sistem Kapitalisme

26/08/2025
Teriak Merdeka: Saatnya Kembali kepada Sistem Islam Kaffah WhatsApp Image 2025-08-26 at 13.05.14

Teriak Merdeka: Saatnya Kembali kepada Sistem Islam Kaffah

26/08/2025
Analogi ala Kapitalis: Menyamakan Pajak dengan Zakat dan Wakaf WhatsApp Image 2025-08-26 at 10.35.04

Analogi ala Kapitalis: Menyamakan Pajak dengan Zakat dan Wakaf

26/08/2025
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.