Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2022
  • February
  • 13
  • Terkenal Tapi Sakit Mental

Terkenal Tapi Sakit Mental

admin.news 13/02/2022
IMG-20220213-WA0005
Spread the love

Oleh. Kholda Najiyah
(Founder Salehah Institute)

Muslimahtimes.com– “Semoga hari ini membawamu ketenangan dan kedamaian.” Demikian postingan terakhir di Instagram Miss USA 2019, Cheslie Kryst (30 th), sebelum bunuh diri dari lantai 29 gedung apartemennya di New York City. Ratu kecantikan yang juga pengacara dan koresponden untuk Extra Tv ini meninggalkan surat wasiat, namun tak menjelaskan alasannya bunuh diri. “Dia punya kehidupan yang semua orang akan iri. Ini sangat menyedihkan,” kata polisi (detik).

Ya, begitulah. Kecantikan, popularitas dan kekayaan yang berlimpah tidak cukup menjaga kesehatan mental agar tetap waras. Meskipun, semua itu adalah elemen yang bisa menghantarkan pada kebahagiaan, namun tanpa kekuatan iman dan kesadaran mental, semua bisa ditinggalkan.

Menjadi pelajaran bagi kita semua agar menjaga kesehatan mental. Jangan terlalu ngotot ingin selalu cantik, kaya dan terkenal, jika semua itu justru menyebabkan sakit mental. Misalnya, wajah yang cantik, yang menjadi beban karena harus tetap merawatnya agar tidak pudar kecantikannya. Akibatnya, stres karena memikirkan bagaimana agar tetap cantik. Apalagi jika dia populer, berarti harus memuaskan penggemarnya. Tidak boleh tampil mengecewakan.

Itulah mengapa orang terkenal cenderung naik tekanan hidupnya. Akibatnya mudah depresi dan bahkan bisa bunuh diri. Ini karena tidak pandai mengelola sisi kejiwaan sehingga akhirnya sakit mental. Nah, dewasa ini makin banyak orang yang sakit mental, hingga nekat melakukan tindakan yang membahayakan, termasuk bunuh diri. Untuk itu, mari tingkatkan kepedulian pada penyakit psikis ini dengan cara:

1. Perkuat Aspek Spiritual

Sejak zaman kuno, semua orang sepakat bahwa agama adalah pendorong ketenangan jiwa dan ketentraman batin yang paling utama. Banyak survei menyebut, individu yang mempercayai Tuhan itu ada, jauh lebih tenang dan tentram dalam menghadapi ujian hidup. Karena itu, jika hidup ini tentang, kita harus mendekatkan diri pada Allah Swt, pahami agama dan amalkan. Seluruh anggota keluarga hendaknya berpegang teguh pada keimanan dan keyakinan yang kokoh.

2. Aware pada Perubahan

Di lingkungan terkecil keluarga, masing-masing anggota keluarga harus saling peduli dengan suasana hati penghuni rumah. Suami sebagai orang terdekat istri, harus yang paling tahu suasana hati istrinya. Paling paham perubahan perilakunya, yang boleh jadi itu termasuk gangguan psikis. Sebaliknya juga demikian, istri harus peduli dengan kondisi mental suaminya.

Orang tua juga harus tahu kondisi kejiwaan anak-anaknya. Apakah mereka tumbuh dalam tekanan, atau selalu ceria dan bahagia. Apakah mereka mengalami masalah berat atau tidak. Harus tahu perubahan mimik, perilaku, kebiasaan, emosional dan aktivitasnya. Agar bisa dideteksi dini jika ada perubahan yang tampaknya tidak alami.

3. Jangan Segan Berobat

Setiap tubuh manusia terdiri dari fisik dan mental. Karena itu, semua orang pasti pernah merasakan sakit fisik maupun sakit psikis, mulai yang ringan sampai yang berat. Ya, kita semua pasti pernah demam, sakit perut atau pusing, sebagai gejala penyakit fisik. Kita semua juga pasti pernah merasa sedih, tertekan, marah dan kesal yang tak terkendali. Itulah gejala penyakit psikis. Jujur dan akuilah jika kita sakit psikis, jangan menyangkal atau menyembunyikannya, karena hanya akan menambah parah.

Seperti sakit fisik yang ada dokter dan obatnya, sakit psikis juga ada psikiater yang menolongnya dan obat yang harus dikonsumsi. Oleh karena itu, jika tidak mampu melakukan proses healing atau penyembuhan sendiri, jangan segan-segan pergi ke tenaga ahli. Namun, healing yang terpenting adalah segera sadar dan ingat Allah Swt.

4. Jadilah Diri Sendiri

Salah satu sumber tekanan hidup di era sekarang adalah keinginan akan hidup dalam kondisi ideal. Baik dalam materi, kedudukan atau jabatan, status sosial maupun eksistensi diri. Akibatnya, manusia modern begitu sibuk mengejar-ngejar sesuatu agar selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Body goals, relationship goals dan mimpi-mimpi lainnya yang sebetulnya tidak realistis dengan kenyataan yang dihadapi. Hal Ini memicu stres massal.

Untuk itu, hiduplah sesuai dengan realitas yang ada. Syukuri yang sudah dimiliki dan jangan membandingkan hidup ini dengan siapapun. Apa yang mereka miliki, belum tentu membahagiakan kita dan sebaliknya. Hiduplah sewajarnya dan sesuai kemampuan, asalkan batin tenang dan tentram alias qonaah.(*)

Continue Reading

Previous: Islam Menormalisasi KDRT, Benarkah?
Next: Pangan Mahal, Rawan Kekacauan Sosial

Related Stories

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis? WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.07.05

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?

03/02/2026
Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.41.25

Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler

03/02/2026
Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.46.01

Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak

03/02/2026

Recent Posts

  • Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?
  • Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler
  • Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak
  • Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara
  • Game Online: Media Penghancur Pemikiran Generasi

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis? WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.07.05

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?

03/02/2026
Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.41.25

Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler

03/02/2026
Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.46.01

Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak

03/02/2026
Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.11.09

Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara

03/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.