Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2025
  • July
  • 7
  • Dosa Besar Kapitalisme atas Matinya Rasa Kemanusiaan Membela Palestina

Dosa Besar Kapitalisme atas Matinya Rasa Kemanusiaan Membela Palestina

Editor Muslimah Times 07/07/2025
WhatsApp Image 2025-07-07 at 21.43.42
Spread the love

Oleh. Khusnul Khatimah, S.Pd

Muslimahtimes.com–Kapitalisme adalah ideologi yang bertanggung jawab atas penderitaan rakyat Palestina. Sejak Inggris menduduki Palestina pada tahun 1917 hingga saat ini, kita melihat penderitaan rakyat Palestina semakin memprihatinkan. Beragam aksi solidaritas terhadap Palestina pun semakin banyak, baik dari kalangan muslim dan non muslim. Aksi damai Global March on Gaza yang berlangsung sejak 13 Juni 2025 menunjukkan betapa kuatnya rasa kemanusiaan seluruh masyarakat dunia untuk membela Palestina. Hal inilah yang bisa mereka lakukan untuk menunjukkan kepedulian atas penjajahan yang tak henti – henti.

Kepedulian masyarakat atas Palestina berbanding terbalik dengan para penguasa mereka. Setiap retorika, perjanjian – perjanjian dan beragam tindakan  yang dilakukan oleh pemimpin dunia tidak pernah memberikan keuntungan bagi rakyat Palestina. Dilansir dari www.tempo.co pada 31 Mei 2025 Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia perlu mengakui Israel sebagai negara yang berdaulat meskipun Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Tindakan lebih menyedihkan dilakukan oleh pengusaha Mesir. Melalui tentaranya, mereka menghadang aksi damai Global March on Gaza yang bertujuan menuntut dibukanya akses kemanusiaan ke jalur Gaza. Demikianlah sedikit contoh sikap dari para pemimpin dunia yang menunjukkan matinya rasa kemanusiaan mereka.

Ideologi Kapitalisme yang diemban para penguasa dunia menghalangi mereka untuk menolong rakyat yang terjajah, khususnya Palestina. Hal ini karena standar perbuatan ideologi kapitalisme berdasarkan untung rugi. Mesir sebagai negeri mayoritas muslim yang berbatasan langsung dengan Palestina tidak mampu membuka perbatasan Rafah secara bebas karena mencederai perjanjian damainya dengan entitas Yahudi sejak 1979. Mesir lebih mengutamakan keuntungan penguasanya dan entitas Yahudi. Begitu halnya dengan para penguasa Arab lainnya yang berkawan mesra dengan Amerika Serikat, pendukung penuh penjajahan Zionis atas Palestina. Kemesraan mereka terlihat dengan adanya penanaman investasi triliunan dolar pada AS. Inilah dosa besar kapitalisme yang diemban oleh mayoritas pemimpin dunia, mematikan rasa kemanusiaan mereka.

Kapitalisme tidak bisa kita biarkan terus diemban oleh penguasa negeri ini. Ideologi ini telah merusak tatanan dunia. Kita harus beralih kepada ideologi yang mampu memupuk rasa kepedulian manusia, yaitu ideologi Islam. Ideologi Islam adalah ideologi yang berasal dari Sang Pencipta yang Maha Mengetahui atas setiap kondisi. Islam sebagai agama yang sempurna dan paripurna memiliki seperangkat aturan untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman zionis. Jihad adalah ajaran Islam yang mampu menggerakkan tentara – tentara dunia untk mengusir penjajah. Namun, jihad tidak akan optimal tanpa adanya Khilafah. Maka, keberadaan khilafah adalah tanggung jawab kita bersama. Wahai Saudariku, mari kita bergandengan tangan untuk menyuarakan pentingnya penegakan khilafah yang akan melindungi dunia ini.

Wallahu’alam bis showab

Continue Reading

Previous: Tahun Baru Hijriah, Momen Muslim Muhasabah
Next: Antara Ideologi dan Pangkalan Militer

Related Stories

Paradoks Swasembada dan Rencana Impor Beras WhatsApp Image 2026-04-08 at 21.24.45

Paradoks Swasembada dan Rencana Impor Beras

08/04/2026
The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace WhatsApp Image 2026-02-11 at 10.39.00

The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace

11/02/2026
Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.11.09

Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara

03/02/2026

Recent Posts

  • Penghinaan terhadap Guru Bukti Gagalnya Sistem Kapitalis
  • Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global, FKUB Garda Terdepan?
  • Tragedi Pilu, Saat Judol Jadi Candu
  • Refleksi Hardiknas di Tengah Krisis Moral Pelajar
  • Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Penghinaan terhadap Guru Bukti Gagalnya Sistem Kapitalis WhatsApp Image 2026-05-07 at 21.59.28

Penghinaan terhadap Guru Bukti Gagalnya Sistem Kapitalis

07/05/2026
Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global, FKUB Garda Terdepan? WhatsApp Image 2026-05-07 at 21.29.07

Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global, FKUB Garda Terdepan?

07/05/2026
Tragedi Pilu, Saat Judol Jadi Candu WhatsApp Image 2026-05-07 at 21.19.25

Tragedi Pilu, Saat Judol Jadi Candu

07/05/2026
Refleksi Hardiknas di Tengah Krisis Moral Pelajar WhatsApp Image 2026-05-07 at 21.08.28

Refleksi Hardiknas di Tengah Krisis Moral Pelajar

07/05/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.