Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • May
  • 7
  • Penghinaan terhadap Guru Bukti Gagalnya Sistem Kapitalis

Penghinaan terhadap Guru Bukti Gagalnya Sistem Kapitalis

Editor Muslimah Times 07/05/2026
WhatsApp Image 2026-05-07 at 21.59.28
Spread the love

Oleh. Ummu Aufa

Muslimahtimes.com–Aksi tidak pantas sejumlah siswa terhadap seorang guru di ruang kelas viral di media sosial dan menuai kecaman. Dalam video yang beredar, siswa terlihat mengejek hingga menunjukkan gestur jari tengah kepada guru di dalam ruang kelas. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di SMAN 1 Purwakarta. Tindakan para siswa dinilai mencerminkan krisis etika serta menurunnya penghormatan terhadap guru di lingkungan sekolah(detik.com,18/4/2026)

Beberapa tahun terakhir ini, dunia pendidikan di Indonesia sering kali diwarnai kabar yang memilukan hati. Guru yang seharusnya dihormati kini justru dihina, diejek, dipukul oleh siswa. Ada pula yang diancam oleh orangtua dan dilaporkan ke ranah hukum karena memberi sanksi disiplin. Peristiwa-peristiwa tersebut bukan lagi dianggap sebagai kasus sporadis, melainkan bukti memudarnya penghormatan terhadap guru sebagai figur pendidik.

Padahal, dalam konstruksi sosial yang lebih lama, guru ditempatkan pada posisi terhormat. Guru tidak hanya sekadar penyampai materi pelajaran, tetapi juga pembentuk kepribadian, penuntun arah hidup, hingga disebut sebagai orang tua kedua untuk anak.

Banyaknya kasus pelecehan terhadap guru yang terjadi tidak lepas dari paradigma pendidikan saat ini, yaitu pendidikan dalam kerangka sekular kapitalis. Dalam sistem ini, pendidikan cenderung diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar, menghasilkan tenaga kerja yang kompetitif, adaptif, dan produktif secara ekonomi. Keberhasilan diukur melalui angka, nilai, peringkat, sertifikat dan serapan kerja.

Selain itu, aspek karakter hanya menjadi pelengkap kurikulum, bukan inti yang menggerakkan seluruh proses pendidikan. Dalam kapitalisme menghormati guru tidak dipandang sebagai bagian dari adab, tetapi sekedar norma sosial yang bisa dinegosiasikan. Saat norma itu dianggap tidak menguntungkan atau tidak menyenangkan, maka ia mudah dilanggar.

Kombinasi sekular kapitalis melahirkan generasi yang mungkin cerdas secara akademik, tetapi rapuh secara moral. Mereka terbiasa menuntut hak, tetapi kurang dilatih dalam menunaikan kewajiban. Mereka peka terhadap ketidaknyamanan diri, tetapi kurang berempati terhadap orang lain. Dalam kondisi seperti ini kekerasan dan penghinaan bukannya anomali, tetapi konsekuensi logis dari sistem yang menanamkan adab sebagai fondasi.

Dalam Islam, pendidikan tidak dipahami sebagai transfer ilmu melainkan proses pembentukan kepribadian manusia, yang menyatukan antara iman, ilmu dan amal dalam satu kesatuan. Tujuannya adalah melahirkan insan yang bertakwa, yang menjadikan Allah sebagai pusat orientasi hidupnya. Dalam Islam menghormati guru bukan sekedar etika sosial, tetapi bagian dari adab yang memiliki dimensi dan keberkahan ilmu sangat tergantung pada adab murid terhadap guru.

Solusi Islam terhadap fenomena penghinaan dan kekerasan terhadap guru, tidak cukup dengan pendekatan parsial, seperti pengetatan aturan atau peningkatan sanksi. Tapi butuh adanya perubahan mendasar pada paradigma pendidikan. Pertama, pendidikan harus dikembalikan kepada tujuan utama, yaitu pembentukan kepribadian yang berlandaskan aqidah. Kedua, guru harus dipulihkan sebagai pendidik dan bagian unsur pencetak kepribadian Islam. Ketiga, keluarga harus kembali mengambil peran sentral dalam pendidikan karakter. Keempat, budaya masyarakat harus diarahkan untuk memuliakan ilmu dan orang-orang yang membawanya.

Dalam sistem ini guru tidak hanya dihormati, tetapi juga dimuliakan. Murid tidak hanya belajar, tetapi juga berkepribadian Islam dan pendidikan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja, tetapi manusia yang bertanggung jawab di dunia dan akhirat. Di titik inilah, pemulihan martabat guru bukan hanya sekedar memperbaiki citra profesi, tetapi bagian dari hal yang lebih besar, yaitu mengembalikan arah pendidikan kepada fitrahnya, yakni membentuk manusia yang utuh, berilmu, dan beradab

Continue Reading

Previous: Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global, FKUB Garda Terdepan?

Related Stories

Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global, FKUB Garda Terdepan? WhatsApp Image 2026-05-07 at 21.29.07

Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global, FKUB Garda Terdepan?

07/05/2026
Tragedi Pilu, Saat Judol Jadi Candu WhatsApp Image 2026-05-07 at 21.19.25

Tragedi Pilu, Saat Judol Jadi Candu

07/05/2026
Refleksi Hardiknas di Tengah Krisis Moral Pelajar WhatsApp Image 2026-05-07 at 21.08.28

Refleksi Hardiknas di Tengah Krisis Moral Pelajar

07/05/2026

Recent Posts

  • Penghinaan terhadap Guru Bukti Gagalnya Sistem Kapitalis
  • Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global, FKUB Garda Terdepan?
  • Tragedi Pilu, Saat Judol Jadi Candu
  • Refleksi Hardiknas di Tengah Krisis Moral Pelajar
  • Jaga Integritas, Empaskan Pola Pikir Cabul

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Penghinaan terhadap Guru Bukti Gagalnya Sistem Kapitalis WhatsApp Image 2026-05-07 at 21.59.28

Penghinaan terhadap Guru Bukti Gagalnya Sistem Kapitalis

07/05/2026
Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global, FKUB Garda Terdepan? WhatsApp Image 2026-05-07 at 21.29.07

Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global, FKUB Garda Terdepan?

07/05/2026
Tragedi Pilu, Saat Judol Jadi Candu WhatsApp Image 2026-05-07 at 21.19.25

Tragedi Pilu, Saat Judol Jadi Candu

07/05/2026
Refleksi Hardiknas di Tengah Krisis Moral Pelajar WhatsApp Image 2026-05-07 at 21.08.28

Refleksi Hardiknas di Tengah Krisis Moral Pelajar

07/05/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.