Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • August
  • 9
  • Awas! Petugas Pajak Gandeng Aparat TNI-Polri

Awas! Petugas Pajak Gandeng Aparat TNI-Polri

Editor Muslimah Times 09/08/2026
WhatsApp Image 2026-08-09 at 11.12.47
Spread the love

Oleh. Dwi Lis

Muslimahtimes.com–Dikutip dari pajakku.com, 17/07/2026, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE-8/PJ/2026 tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak. Aturan ini dibuat untuk memperluas pola pengawasan hingga tingkat desa dengan membangun jejaring informasi yang melibatkan Babinsa (TNI) dan Bhabinkamtibmas (Polri). Pemerintah juga menegaskan bahwa terlibatnya Babinsa dan Bhabinkamtibmas bukanlah sebagai penagih pajak, melainkan diminta untuk mengawasi jalannya aktivitas pemungutan pajak.

Sementara itu, Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan menolak keras atas kebijakan DJP tersebut. Mereka menilai, pelibatan aparat keamanan dalam pengawasan kepatuhan pajak berpotensi adanya intimidasi terhadap rakyat serta mengaburkan batas kewenangan sipil dan militer, dan memperluas pengawasan negara terhadap warga negara tanpa dasar hukum yang memadai (cnnindonesia.com, 21 Juli 2026).

Sungguh ironis, demi setoran pajak lancar, pemerintah libatkan TNI–Polri yang seharusnya bertugas menjaga keamanan dan mengayomi masyarakat. Namun, yang terjadi justru hal ini menciptakan suasana ketakutan dan kecemasan bagi masyarakat itu sendiri.

Inilah dampak dari negara yang menerapkan sistem kapitalisme sekuler, yaitu memandang segala sesuatu diukur dengan materi serta memisahkan peran agama dari kehidupan. Di mana negara menjadikan pajak dan utang sebagai tulang punggung dan sumber pendapatan utama APBN. Sehingga, menarik pajak kepada rakyat adalah suatu keharusan agar aktivitas negara dapat berjalan, dan rakyat hanya dijadikan objek yang terus dikejar, bahkan sampai ke lubang semut, hanya demi untuk mencukupi kebutuhan anggaran negara. Padahal, negeri ini memiliki kekayaan SDA yang berlimpah ruah, namun semua itu tidak bisa dinikmati oleh rakyat karena sudah dikuasai oleh pihak swasta, baik lokal maupun asing.

Jika diamati secara mendalam, pajak menjadi salah satu penyebab kesengsaraan kehidupan rakyat saat ini dan sebagai bentuk kezaliman yang secara terang-terangan dilegalkan oleh negara. Apalagi fakta terungkap bahwa banyak dari hasil pajak dari rakyat telah dijadikan ladang korupsi bagi para penguasa yang serakah.

Berbeda dalam sistem Islam, negara tidak dibangun di atas ketergantungan utang dan pajak. Pemerintah memiliki Baitul Mal yang sumber pendapatannya berasal dari kepemilikan umum, fa’i, jizyah, kharaj, uisyur, ghanimah, serta dari hasil pengelolaan SDA, dan hasilnya dikembalikan untuk kemaslahatan rakyat. Kalaupun negara memungut pajak, itu pun di saat kas negara sedang kosong dan sifatnya sementara. Dan itu hanya dipungut dari orang yang mampu, kaya, dan muslim.

Dalam pemerintahan Islam, rakyat adalah prioritas utama yang harus dilayani dan dijamin dalam setiap aspek kehidupannya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. bahwa, “Imam adalah raa’in dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Begitupun Rasulullah telah mengancam bagi penarik pajak seperti di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad. Beliau bersabda, “Tidak masuk surga bagi orang yang menarik pajak.”

Di hadis lain Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya para pemungut pajak diazab di neraka.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Demikianlah Islam mengatur negara agar mampu memenuhi kebutuhan rakyat tanpa harus memungut pajak dari rakyat. Semua ini akan terwujud jika negara mau menerapkan sistem Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah yang mampu memujudkan kesejahteraan umat manusia di seluruh penjuru dunia.
Allahu a’lam bishshawab

Continue Reading

Previous: Remaja Darurat Terpapar, Solusi HIV Belum Mengakar
Next: Negara Wajib Menjamin Keamanan Rakyat

Related Stories

Jumlah ODHIV Makin Tinggi, Islam Solusi Hakiki WhatsApp Image 2026-09-05 at 06.24.41

Jumlah ODHIV Makin Tinggi, Islam Solusi Hakiki

04/09/2026
Kematian Yurizal, Membuka Kotak Pandora Sistem Kesehatan WhatsApp Image 2026-09-04 at 10.21.26

Kematian Yurizal, Membuka Kotak Pandora Sistem Kesehatan

04/09/2026
Satu Juta Sarjana Menganggur, Ketika Ijazah Tidak Menjamin Dapur Ngebul WhatsApp Image 2026-09-04 at 06.25.10

Satu Juta Sarjana Menganggur, Ketika Ijazah Tidak Menjamin Dapur Ngebul

03/09/2026

Recent Posts

  • Jumlah ODHIV Makin Tinggi, Islam Solusi Hakiki
  • Meneladani Kepemimpinan dan Perjuangan Rasulullah saw
  • Lepas Hijab atau Keluar: Ketika Kampus Pertahanan Lupa Siapa yang Mau Dipertahankan
  • Aurat Ditebar, Maksiat Berkibar
  • Kematian Yurizal, Membuka Kotak Pandora Sistem Kesehatan

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Jumlah ODHIV Makin Tinggi, Islam Solusi Hakiki WhatsApp Image 2026-09-05 at 06.24.41

Jumlah ODHIV Makin Tinggi, Islam Solusi Hakiki

04/09/2026
Meneladani Kepemimpinan dan Perjuangan Rasulullah saw WhatsApp Image 2026-09-05 at 06.12.37

Meneladani Kepemimpinan dan Perjuangan Rasulullah saw

04/09/2026
Lepas Hijab atau Keluar: Ketika Kampus Pertahanan Lupa Siapa yang Mau Dipertahankan WhatsApp Image 2026-09-05 at 05.54.14

Lepas Hijab atau Keluar: Ketika Kampus Pertahanan Lupa Siapa yang Mau Dipertahankan

04/09/2026
Aurat Ditebar, Maksiat Berkibar WhatsApp Image 2026-09-04 at 10.41.51

Aurat Ditebar, Maksiat Berkibar

04/09/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.