Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • September
  • 18
  • Istri Solehah Bukan Istri Pajangan

Istri Solehah Bukan Istri Pajangan

Editor Muslimah Times 18/09/2026
WhatsApp Image 2026-09-18 at 20.20.35
Spread the love

Oleh. Kholda Najiyah

Muslimahtimes.com–Hari Ini kita dicekoki standar istri bahagia berdasar penampilan fisik dan materi semata: cantik, modis, terawat, banyak duit dan pamer hidup mewah. Istri yang beruntung itu, yang dibiayai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Diperlakukan bak ratu, diromantisi, tapi hanya sebagai pajangan material yang mendongkrak gengsi suami di hadapan publik. 

Padahal, jauh sebelum peradaban modern membuat standar tak realistis itu, Islam telah meletakkan kedudukan perempuan pada posisi yang jauh lebih mulia, bermartabat, dan berdampak besar bagi peradaban. Dan, kemuliaan itu bukan diukur dari glowing-nya wajah atau branded-nya outfit, tapi dari garis tangan perjuangannya. Sepak terjang dan kontribusinya, baik di ranah domestik maupun publik.

Tidak ada istri yang kerjaannya rebahan dan membebaskan diri dari pekerjaan domestik. Sebaliknya, tangan-tangan mulia para wanita calon penghuni surga adalah bekas menggiling gandum, menimba air sumur, menggiring gembalaan, dan bahkan menghunus pedang di medan jihad. Istri salehah bukanlah istri yang cuma jadi pajangan, apalagi sekadar pemuas syahwat. Melainkan istri yang berkontribusi dengan ilmu dan keterampilannya untuk kemaslahatan umat, baik di ranah domestik maupun publik.

Inilah peran strategis para istri mulia: 

  1. Istri Peneduh Suami 

Derajat suami tidak dilihat dari penampilan istri, demikian pula sebaliknya. Istri tidak dinikahi hanya untuk dipajang ke ruang publik, agar suami mendapatkan pujian sebagai laki-laki hebat dan sukses. Istri ditempatkan di rumah, untuk menjadi tempat “pulang” suami, dari lelahnya perjuangan di luar rumah. Istri adalah tempat suami menjaga kehormatannya, dan menenangkan jiwanya. Menjadi sahabat suami, yang diam-diam butuh tempat berlabuh dari gejolak hati yang rentan godaan. Istri pandai merawat diri dan menjaga penampilan, itu harus. Tapi tidak untuk dipamerkan atau dibangga-banggakan. 

  1. Mitra Musyawarah dan Mengambil Keputusan

Rumah bukan sekadar tempat bernaung dari hujan, melainkan dermaga batin bagi suami dan anak-anak. Istri hadir bukan untuk diatur seperti robot. Bukan dibungkam tanpa suara, tapi teman berunding yang bijak. Istri adalah mitra dalam musyawarah, kala suami menghadapi masalah di luar rumah. Tempat menimbang pendapat, hingga keluar keputusan bulat nan bijak.

  1. Madrasah Pertama dan Utama bagi Anak

Di tangan seorang ibu, generasi masa depan dibentuk. Ia bukan sekadar pengasuh fisik, melainkan arsitek peradaban yang menanamkan akidah, akhlak mulia, dan ketangguhan mental pada anak-anaknya. Dari rahim dan didikan merekalah lahir para pemimpin, ulama, dan orang-orang besar. Istri seperti ini tentu punya modal kecerdasan dan keterampilan yang terus dipelajari selama hidupnya. Alih-alih sibuk memoles penampilan, ibu menghabiskan waktu untuk belajar dan beramal.

  1. Penjaga Harta dan Nama Baik Keluarga

Ketika suami melangkah keluar untuk mencari nafkah, istri berdiri sebagai penjaga benteng terakhir di dalam rumah. Ia menjaga kehormatan dirinya, merawat harta suaminya dengan amanah, serta melindungi keharmonisan keluarga dari segala hal yang dapat mencemarkan namanya. Istri adalah penjaga moral keluarga, sebagaimana suami dan anak-anak yang juga harus kompak untuk bersama-sama menjaga nama baik keluarga.

  1. Pendukung Utama Perjuangan Suami

Suami adalah pejuang keluarga, karena di pundaknya ada tanggung jawab untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin. Prosesnya tidak mudah, butuh perjuangan. Banyak suami yang merintis dari nol, yaitu menikah dalam kondisi belum mapan secara ekonomi. Jatuh bangun merintis usaha, dalam perjalanan mewujudkan kesejahteraan keluarga. Tidak mudah jika tidak ada dukungan istri, berupa kesabaran dan empati. Karena itu, istri adalah penyokong utama suami. Saat dia lelah dan mungkin hilang arah, istri dapat membantu menguatkannya.

Teladan ibunda Khadijah binti Khuwailid r.a, istri Rasulullah saw, yang mendedikasikan seluruh harta, kedudukan, dan energinya untuk mendukung misi dakwah sang suami. Ia adalah pilar ketenangan mental bagi Rasulullah SAW di tengah-tengah tekanan kaum Quraisy.

Khadijah adalah bukti nyata bahwa istri salehah adalah seorang mitra sejati (partner in life and faith), tempat bersandar yang kokoh, dan penggerak utama di balik kesuksesan seorang lelaki hebat, bukan sekadar hiasan yang elok dipandang di ruang tamu.

Sudah saatnya kita membebaskan para perempuan dari tekanan standar dangkal dunia modern yang menuntut mereka untuk selalu tampil sempurna sebagai pajangan visual. Menjadi istri salehah adalah tentang kekuatan karakter, kecerdasan mengelola rumah tangga, kelembutan merawat generasi, dan ketulusan mendampingi suami dalam ketakwaan.

Kemuliaan seorang perempuan di hadapan Allah Swt tidak diukur dari seberapa mahal barang yang ia kenakan untuk dipamerkan, melainkan dari seberapa besar kedamaian, keberkahan, dan kebaikan yang ia hadirkan di dalam rumahnya.(*)

Continue Reading

Previous: Pernikahan Standar TikTok: Provider Husband vs Trophy Wife
Next: Navigasi Finansial Hadapi Tekanan Ekonomi

Related Stories

Navigasi Finansial Hadapi Tekanan Ekonomi WhatsApp Image 2026-10-09 at 20.48.11

Navigasi Finansial Hadapi Tekanan Ekonomi

09/10/2026
Pernikahan Standar TikTok: Provider Husband vs Trophy Wife WhatsApp Image 2026-09-14 at 10.23.36

Pernikahan Standar TikTok: Provider Husband vs Trophy Wife

14/09/2026
Lima Cara Menumbuhkan Naluri Keibuan WhatsApp Image 2026-08-24 at 09.13.58

Lima Cara Menumbuhkan Naluri Keibuan

24/08/2026

Recent Posts

  • Fenomena Bulliying, Cermin Sistem Pendidikan Sekuler
  • Gawat! Konsumsi Rumah Tangga dari ‘Mantab’ ke ‘Maut’
  • Navigasi Finansial Hadapi Tekanan Ekonomi
  • Rekening Massal untuk Rakyat, Pentingkah?
  • Ketika Korupsi, Bisnis, dan Kekuasan Bersatu, Bagaimana Peran Negara?

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Fenomena Bulliying, Cermin Sistem Pendidikan Sekuler WhatsApp Image 2026-10-09 at 21.14.27

Fenomena Bulliying, Cermin Sistem Pendidikan Sekuler

09/10/2026
Gawat! Konsumsi Rumah Tangga dari ‘Mantab’ ke ‘Maut’ WhatsApp Image 2026-10-09 at 21.03.23

Gawat! Konsumsi Rumah Tangga dari ‘Mantab’ ke ‘Maut’

09/10/2026
Navigasi Finansial Hadapi Tekanan Ekonomi WhatsApp Image 2026-10-09 at 20.48.11

Navigasi Finansial Hadapi Tekanan Ekonomi

09/10/2026
Rekening Massal untuk Rakyat, Pentingkah? WhatsApp Image 2026-10-09 at 09.40.34

Rekening Massal untuk Rakyat, Pentingkah?

09/10/2026

Tags

#Aborsi #aktual #Alquds #beras #bullying #ciptaker #deeplearning #derita #Gas #generasi #genz #hedonis #hikmah #Indonesiaemas #kafir #yaumilakhir #kajian #kebakaran #kecelakaan #kelaparan #kemiskinan #lalulintas #layak #LPG #mental #pagarlaut #pajak #Palestina #perempuan #Rajab #resensi #rumah #rumahtangga #sertifikasidai #silenttreatment #suami #teens Aktual cantik Demokrasi IBU ISLAM keadilan palestine Perempuan politik

CATEGORY

AKTUAL CHICKEN SOUP HIKMAH KAJIAN NEWS PARENTING Reportase RESENSI RUMAH TANGGA SASTRA TEENS Uncategorized
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.