Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • September
  • 18
  • Kapitalisasi Dunia Medis Berujung Petaka

Kapitalisasi Dunia Medis Berujung Petaka

Editor Muslimah Times 18/09/2026
WhatsApp Image 2026-09-18 at 13.45.47
Spread the love

Oleh. Khusnul Khatimah, S.Pd

Muslimahtimes.com–Kisah perundungan pasien BPJS asal Ciomas, Bogor, Yurizal Tri Chaerawan oleh beberapa oknum nakes menunjukkan kegagalan sistem kesehatan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien. Kementerian Kesehatan bahkan mencatat ratusan pengaduan terkait diskriminasi terhadap pasien, terutama pasien BPJS, mulai dari pelayanan yang lambat hingga pembatasan layanan.( Kementerian Kesehatan RI, Rencana Aksi Program Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Tahun 2025 – 2029, hlm.19)

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap individu, tidak memandang kaya ataupun miskin. Semuanya harus mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan yang layak. Namun, dalam sistem Sekuler Kapitalis saat ini, layanan kesehatan yang didapatkan oleh rakyat berbanding dengan kemampuan finansial yang mereka berikan pada pengelola jaminan kesehatan. Maka, wajar jika Yurizal dan beberapa pasien lainnya mengeluhkan layanan yang mereka dapatkan.

Sistem Sekuler Kapitalis melahirkan kapitalisasi di dunia medis. Hal ini menjadikan negara berlepas diri dari tanggung jawab penuh untuk memastikan layanan setiap individu rakyat. Rakyat diposisikan sebagai konsumen dalam hubungan pelayanan. Kondisi ini seharusnya mendorong kita mengkaji ulang paradigma kesehatan yang berjalan. Negara harus memiliki paradigma bahwa kesehatan adalah hak dasar rakyat yang harus dijamin, sebagaimana prinsip pelayanan kesehatan dalam Islam.

Islam sebagai agama yang sempurna dan paripurna telah membuktikan bagaimana negara memberikan layanan pada rakyatnya. Negara hadir sebagai ra’in ( pengurus dan pelindung rakyat ) yang menyediakan pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi berdasarkan kemampuan ekonomi. Pembiayaan kebutuhan kesehatan akan ditanggung negara melalui Baitul Mal berdasarkan sumber pemasukan yang ditetapkan syariat. Khilafah sebagai konsep negara Islam berdasarkan syariat akan menyediakan fasilitas, menjamin pembiayaan, mendidik tenaga kesehatan, mengembangkan riset, mendistribusikan tenaga medis secara merata, membentuk kepribadian tenaga kesehatan, menjamin gaji yang layak bagi tenaga medis dan lainnya.

Praktik pelayanan kesehatan berdasar paradigma yang benar sesuai Islam bisa kita lihat sepanjang peradaban Islam. Salah satu contohnya di Baghdad, Bimaristan al-‘Adudi telah berdiri sejak 981/982 M dengan dukungan tenaga dokter, apotek, fasilitas pendidikan, dan berbagai sarana pelayanan. Contoh lainnya di Damaskus, Bimaristan al-Nuri yang didirikan Nur al-Din Zangi pada 1154 M juga berfungsi sebagai tempat pengobatan sekaligus pendidikan kedokteran. Sementara di Kairo, Bimaristan al-Mansuri yang didirikan Sultan al-Mansur Qalawun pada 1284 M ditopang oleh sistem wakaf dan menyediakan pelayanan bagi masyarakat.

Inilah sistem Islam yang kita harapkan dan harus diperjuangkan bersama. Islam tidak akan membiarkan fenomena bulliying di dunia medis dan lainnya terus berkembang. Layanan kesehatan pun akan didapatkan secara layak oleh seluruh warga negara. Maka, selayaknya sistem Sekuler Kapitalis yang ada saat ini harus diganti dengan sistem Islam.

Continue Reading

Previous: Keracunan Massal MBG, Persoalan Sistemis Bukan Sekadar Pelanggaran SOP

Related Stories

Keracunan Massal MBG, Persoalan Sistemis Bukan Sekadar Pelanggaran SOP WhatsApp Image 2026-09-18 at 13.37.47

Keracunan Massal MBG, Persoalan Sistemis Bukan Sekadar Pelanggaran SOP

18/09/2026
Warga Gaza Terancam Pengusiran, Kehadiran Perisai Umat Sudah Sangat Mendesak WhatsApp Image 2026-09-18 at 13.29.45

Warga Gaza Terancam Pengusiran, Kehadiran Perisai Umat Sudah Sangat Mendesak

18/09/2026
Karhutla Berulang, Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis WhatsApp Image 2026-09-18 at 13.21.20

Karhutla Berulang, Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis

18/09/2026

Recent Posts

  • Kapitalisasi Dunia Medis Berujung Petaka
  • Keracunan Massal MBG, Persoalan Sistemis Bukan Sekadar Pelanggaran SOP
  • Warga Gaza Terancam Pengusiran, Kehadiran Perisai Umat Sudah Sangat Mendesak
  • Karhutla Berulang, Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis
  • Zionis Penjarakan 370 Anak Palestina, di Mana para Penguasa Muslim?

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Kapitalisasi Dunia Medis Berujung Petaka WhatsApp Image 2026-09-18 at 13.45.47

Kapitalisasi Dunia Medis Berujung Petaka

18/09/2026
Keracunan Massal MBG, Persoalan Sistemis Bukan Sekadar Pelanggaran SOP WhatsApp Image 2026-09-18 at 13.37.47

Keracunan Massal MBG, Persoalan Sistemis Bukan Sekadar Pelanggaran SOP

18/09/2026
Warga Gaza Terancam Pengusiran, Kehadiran Perisai Umat Sudah Sangat Mendesak WhatsApp Image 2026-09-18 at 13.29.45

Warga Gaza Terancam Pengusiran, Kehadiran Perisai Umat Sudah Sangat Mendesak

18/09/2026
Karhutla Berulang, Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis WhatsApp Image 2026-09-18 at 13.21.20

Karhutla Berulang, Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis

18/09/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.