Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2025
  • October
  • 8
  • Jalan Rusak di Desa; Potret Ketimpangan Pembangunan

Jalan Rusak di Desa; Potret Ketimpangan Pembangunan

Editor Muslimah Times 08/10/2025
WhatsApp Image 2025-10-08 at 20.56.55
Spread the love

Oleh. Aulia Rafika Sari

Muslimahtimes.com–Suara protes terus menggema di media sosial. Warga Desa Pangkalan Banteng, Kalimantan Tengah, mengeluhkan kondisi jalan utama di desa mereka yang rusak parah. Setiap musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur. Kendaraan roda dua kerap terjebak, mobil sulit lewat, bahkan pejalan kaki pun harus ekstra hati-hati.

Jalan, Urat Nadi Kehidupan yang Dibiarkan Membusuk

Bagi masyarakat desa, jalan bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan urat nadi kehidupan. Dari jalan inilah hasil pertanian bisa didistribusikan, anak-anak menimba ilmu, hingga pasien darurat mencapai fasilitas kesehatan. Namun kerusakan yang sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan membuat aktivitas warga terhambat.(swaradesaku)

Yang lebih menyakitkan, keluhan mereka seolah tak terdengar oleh pemerintah daerah. Perbaikan jalan yang dijanjikan tak kunjung datang. Bahkan, kondisi serupa bukan hanya di Pangkalan Banteng, tetapi juga di banyak desa lain di pelosok Indonesia.

Ketimpangan Pembangunan: Tol Megah, Desa Terlupakan

Ironisnya, di saat jalan desa masih terbengkalai, pembangunan jalan tol justru terus dikebut. Data Kementerian PUPR mencatat, hingga November 2023 panjang jalan tol yang beroperasi sudah mencapai 2.816,7 kilometer. Target akhir 2023 bahkan mendekati 3.000 kilometer. Jalan tol megah membentang, sementara jalan desa tetap becek dan terabaikan. (Kompas.com)

Inilah wajah nyata ketimpangan pembangunan. Kota besar dan jalan tol menjadi prioritas, sementara desa ditinggalkan. Anggaran sering habis untuk acara seremonial atau proyek mercusuar, tapi kebutuhan dasar rakyat justru diabaikan. Dalam sistem kapitalis yang sekular, pembangunan selalu dilihat dari untung-rugi. Infrastruktur yang dianggap tidak menguntungkan investor, dibiarkan rusak tanpa solusi.

Pemerintah Abai, Rakyat Menanggung Derita

Padahal, jalan adalah fasilitas vital yang menyangkut keselamatan. Jalan rusak bisa memicu kecelakaan, menghambat ekonomi, bahkan memperparah keterbelakangan desa. Negara seolah abai, membiarkan rakyat menanggung beban sendiri.

Islam Menawarkan Solusi Keadilan Pembangunan

Islam menawarkan solusi yang berbeda. Dalam pandangan Islam, kepemimpinan adalah amanah besar. Pemimpin wajib menjadi raa’in (pengurus rakyat) sekaligus junnah (pelindung rakyat). Rasulullah saw bersabda:

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR. Bukhari)

Khilafah: Jalan Keluar dari Ketimpangan Infrastruktur

Dalam sistem Khilafah, infrastruktur seperti jalan menjadi tanggung jawab negara sepenuhnya. Dana dari Baitulmal — yang bersumber dari fa’i, kharaj, jizyah, dan kepemilikan umum — digunakan untuk kepentingan rakyat, tanpa membebani mereka. Baik jalan di desa maupun kota akan sama-sama diperhatikan, karena Islam tidak membeda-bedakan berdasarkan untung materi, melainkan berdasarkan kebutuhan umat.

Dengan penerapan Islam, jalan tidak lagi menjadi simbol ketimpangan, melainkan fasilitas yang menghadirkan keadilan. Desa dan kota sama-sama maju, rakyat bisa beraktivitas dengan nyaman, dan kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Wallahu’alam

Continue Reading

Previous: Two State Solution, Bahaya!
Next: Two State Solution Bukan Solusi Genosida

Related Stories

Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah WhatsApp Image 2026-06-12 at 21.06.07

Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah

12/06/2026
PHK Massal: Bukti Nyata Gagalnya Kapitalisme, Islam Solusinya WhatsApp Image 2026-06-12 at 20.25.23

PHK Massal: Bukti Nyata Gagalnya Kapitalisme, Islam Solusinya

12/06/2026
Rupiah Melemah, Beban Rakyat Miskin Makin Berat WhatsApp Image 2026-06-09 at 18.55.52

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Miskin Makin Berat

11/06/2026

Recent Posts

  • UU PPRT Sejatinya Hanya Melegalkan Eksploitasi terhadap Perempuan
  • Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah
  • Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha
  • Perundungan Kian Marak, Ada Apa?
  • PHK Massal: Bukti Nyata Gagalnya Kapitalisme, Islam Solusinya

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

UU PPRT Sejatinya Hanya Melegalkan Eksploitasi terhadap Perempuan WhatsApp Image 2026-06-12 at 21.19.11

UU PPRT Sejatinya Hanya Melegalkan Eksploitasi terhadap Perempuan

12/06/2026
Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah WhatsApp Image 2026-06-12 at 21.06.07

Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah

12/06/2026
Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha 1001876614

Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha

12/06/2026
Perundungan Kian Marak, Ada Apa? WhatsApp Image 2026-06-12 at 20.49.16

Perundungan Kian Marak, Ada Apa?

12/06/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.