Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • January
  • 1
  • Takwa Cegah NPD, Beri Tahu Gen Z!

Takwa Cegah NPD, Beri Tahu Gen Z!

Editor Muslimah Times 01/01/2026
WhatsApp Image 2026-01-01 at 21.10.35
Spread the love

Oleh. VieDihardjo

Muslimahtimes.com–Pemuda adalah aset peradaban, jika mereka menjadi agen transformasi kemajuan dan kebaikan. Namun belakangan muncul kekhawatiran terhadap para pemuda, seiring dengan meluasnya perilaku narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD). NPD adalah gangguan kesehatan mental. Kebutuhan untuk diperhatikan, dikagumi dan dipuji secara berlebihan. Pelaku  NPD kebanyakan merasa superior, pusat dunia, memiliki kepekaan terhadap kritik diluar normal dan kurang empati.

Pemuda yang berperilaku NPD berpotensi mengalami  bahaya, pertama, ketidakstabilan emosi. Kebutuhan akan validasi dan pujian berlebihan mendorong mereka cepat marah, tantrum karena merasa diremehkan. Kedua, rasa marah dan merasa diremehkan terus menerus akan menjadi depresi, kecemasan akut bahkan rasa hampa yang kronis. Ketiga, pada perilaku akan tampak sulit menerima kritik, melakukan manipulasi, menyangkal kesalahan sendiri, menyalahkan orang lain (playing victim) dan menghindari tanggungjawab. Keempat, agar nampak sempurna dan mengejar validasi, mereka bisa mengambil berbagai keputusan tanpa pertimbangan matang, misalnya, mengambil resiko finansial seperti pinjol, judol dan lainnya. Kelima, mereka kehilangan identitas karena terus menerus mengalami tuntutan narsistik, seperti harus selalu sempurna, tidak boleh gagal dan lainnya.

Jika pemuda sebagai agen perubahan ke arah lebih baik justru terperangkap pada pola  perilaku NPD, mereka tumbuh pada budaya yang menilai mereka berdasrkan  like dan followers menjadi sumber harga diri, bagaimana arah masa depan?

Mengapa NPD Meluas?

Meskipun genetik memiliki andil dalam kepribadian narsistik (NPD) misalnya pada regulasi emosi, impulsif dan cara membangun harga diri, namun, pola pengasuhan memberi pengaruh kuat pada kepribadian NPD. Misalnya, pola overvaluation (memberi pujian berlebihan) tanpa mengaitkan dengan proses, akan muncul superioritas palsu, atau, pola asuh permissif (tidak memberi batasan dan tanggungjawab), anak akan berfikir “ia selalu benar”. Atau anak yang mengalami pengabaian emosional akan merasa”tidak ada yang mengagumiku maka aku harus mengagumi diriku sendiri”

Mesin penguat “narsisisme” adalah penggunaan media sosial tanpa kendali logika. Kecenderungannya bisa mencapai 64-76%, tergantung platform media sosial yang digunakan, WhatsApp 76,60%, Tiktok 72,28% dan Instagram64,69%(www.jounal1.uad.ac.id). Meta analysis global terhadap 57 studi (total 25.600 responden) terdapat efek kecil hingga sedang antara kepribadian narsistik dengan perilaku pada media sosial (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov).

Sistem Kapitalisme menjadi habitat yang menyuburkan NPD. Pada Kapitalisme kehidupan berpusat pada individu atau “aku” bukan pada orang lain atau “kita”. Pencapaian personal yang dipamerkan pada media sosial dan mendapatkan validasi dari netizen, menjadi sesuatu yang paling penting dan menjadi ukuran menilai seseorang. Identitas menjadi komoditas yang dibangun melalui status sosial, gaya hdup, merek dan lainnya, maka yang terjadi adalah menonjolkan citra dan status, membandingkan diri dengan orang lain secara material dan mengejar simbol-simbol prestise secara agresif. Maka Kapitalisme telah memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk mengambil keuntungan dari ekonomi atensi, dimana manusia “menjual diri” di dunia digital untuk mendapatkan atensi (perhatian) melalui likes, views, followers, dimana hal ini adaalah bahan bakar utama berkembangnya perilaku NPD. 

 Cegah NPD  dengan Takwa

Ketika Narsisme membawa pola pikir “aku diatas semua”, taqwa menanamkan kesadaran bahwa manusia adalah hamba, bukan pusat dunia. Taqwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, bukan sekedar konsep spiritual, memurnikan ibadah tetapi juga kesadaran moral tentang hubungan antar manusia, membentuk karakter baik, mengedalikan ego dan rendah hati, hal ini akan mencegah perilaku NPD.

Sombong adalah sifat yang dibenci Allah, sebagaimana firman-Nya,

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS.Lukman : 18)

Cegah NPD dengan berusaha menjalankan perintah Allah, menjauhi sifat sombong, yakni merasa lebih baik, lebih tinggi, superior sekaligus merendahkan orang lain. Selain itu, Islam juga mengajarkan tentang kepedulian pada orang lain yang pada perilaku narsistik (NPD) hal ini tidak terjadi, Allah berfirman,

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS.Al Maidah : 2)

Mengembalikan niat berbuat terbaik karena Allah juga mencegah NPD. Niat ikhlas karena Allah akan meminimalkan dorongan untuk mencari validasi dari orang lain. Rasulullah saw bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya”([HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907)

Takwa yang dilakukan secara individual tidaklah cukup untuk mencegah NPD. Perlu menciptakan keadaan agar perilaku NPD tidak semakin meluas dikalangan pemuda, yakni menghidupkan amar ma’ruf nahi mungkar di tengah masyarakat. Dan peran negara akan menguatkan dengan menjadikan Islam sebagai sistem yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia. Negara yang menerapkan Islam secara menyeluruh menggunakan segala kekuatan yang dimilikinya, misalnya melalui kurikulum pendidikan, sistem informasi, teknologi, pertahanan kemanan untuk melindungi segenap warga negara agar terhindar dari segala gangguan yang merusak aqidah, diantaranya adalah NPD.

Wallahu’alam bisshowab

Continue Reading

Previous: Mewujudkan Generasi Cemerlang di Tengah Jebakan Algoritma Sekuler
Next: Ketika Game Online Menggerus Fitrah Anak

Related Stories

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026

Recent Posts

  • Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut
  • Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan
  • Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas
  • Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi
  • The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026
Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi WhatsApp Image 2026-02-12 at 08.54.17

Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

12/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.