Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • January
  • 16
  • Isra’ Mi’raj sebagai Momentum Membumikan Hukum Ilahi dalam Kehidupan Umat

Isra’ Mi’raj sebagai Momentum Membumikan Hukum Ilahi dalam Kehidupan Umat

Editor Muslimah Times 16/01/2026
WhatsApp Image 2026-01-17 at 06.34.50
Spread the love

Oleh. Nahra Arhan

Muslimahtimes.com–Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan salah satu momen fundamental dalam sejarah Islam yang hingga kini terus diperingati oleh umat Muslim di berbagai belahan dunia. Secara umum, Isra’ Mi’raj dipahami sebagai perjalanan spiritual Nabi Muhammad saw. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian naik ke Sidratul Muntaha, yang didalamnya ditetapkan kewajiban shalat lima waktu. Pemaknaan ini sangat penting sebagai fondasi spiritual umat Islam. Namun demikian, apabila ditelaah lebih dalam, Isra’ Mi’raj tidak hanya berhenti pada dimensi ibadah ritual, melainkan juga mengandung pesan ideologis dan peradaban yang relevan dengan kondisi umat Islam kontemporer.

Isra’ Mi’raj terjadi pada fase kritis dakwah Nabi Muhammad saw., ketika umat Islam berada dalam tekanan sosial dan politik di Makkah. Tidak lama setelah peristiwa tersebut, sejarah mencatat adanya Baiat Aqabah Kedua yang menjadi pintu masuk terbentuknya masyarakat Islam di Madinah. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar penguatan spiritual individual, tetapi juga menjadi pengantar perubahan sosial dan politik umat Islam secara ideologis. Dengan kata lain, dimensi spiritual dalam Islam tidak terpisah dari upaya penataan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Hikmah Isra’ Mi’raj sering kali direduksi pada kewajiban shalat sebagai ibadah mahdhah semata. Padahal, dalam sejumlah literatur hadis dan pemikiran Islam, shalat juga dipahami sebagai simbol ditegakkannya hukum Allah dalam kehidupan. Hal ini tampak dalam penggunaan istilah “menegakkan shalat” yang tidak hanya bermakna pelaksanaan ritual, tetapi juga ketaatan terhadap sistem hukum ilahi secara menyeluruh. Oleh karena itu, peringatan Isra’ Mi’raj seharusnya menjadi momentum refleksi umat Islam tentang sejauh mana hukum Allah benar-benar hadir dan mengatur kehidupan mereka, baik pada level individu maupun struktural.

Dalam konteks dunia modern, umat Islam hidup di bawah sistem global yang didominasi oleh ideologi sekuler dan kapitalisme. Sistem ini menempatkan agama dalam ranah privat dan menyingkirkannya dari pengaturan politik, ekonomi, dan sosial. Akibatnya, hukum yang bersumber dari wahyu tergantikan oleh hukum buatan manusia yang sering kali berpihak pada kepentingan kekuasaan dan modal. Dari perspektif Islam, kondisi ini dapat dipandang sebagai bentuk penentangan terhadap hukum dari langit, karena nilai-nilai ilahiah tidak lagi menjadi rujukan utama dalam mengatur kehidupan publik.

Sejarah runtuhnya institusi Khilafah pada awal abad ke-20 menjadi titik penting dalam diskursus ini. Selama lebih dari satu abad, umat Islam hidup tanpa institusi politik yang secara formal menerapkan syariat Islam secara menyeluruh. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam bidang politik, ekonomi, dan kemanusiaan. Konflik berkepanjangan, penjajahan, ketimpangan ekonomi, serta krisis kemanusiaan di berbagai negeri Muslim sering kali dikaitkan dengan absennya kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Selain itu, Isra’ Mi’raj juga memiliki keterkaitan yang kuat dengan Masjidil Aqsha dan Palestina. Wilayah yang menjadi titik awal perjalanan Nabi saw. tersebut hingga kini masih berada dalam kondisi penjajahan dan konflik. Fakta ini memperkuat pandangan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj seharusnya tidak dilepaskan dari kepedulian terhadap persoalan keadilan global dan penderitaan umat manusia. Dengan demikian, Isra’ Mi’raj tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga tentang tanggung jawab moral dan kolektif umat Islam dalam memperjuangkan keadilan.

Dengan memaknai Isra’ Mi’raj secara komprehensif, umat Islam diajak untuk melihat kembali hubungan antara spiritualitas dan tata kelola kehidupan. Isra’ Mi’raj dapat menjadi momentum untuk membumikan nilai-nilai hukum ilahi dalam kehidupan nyata, baik melalui pembentukan individu yang taat, masyarakat yang adil, maupun sistem kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan. Pemaknaan ini menegaskan bahwa Islam hadir sebagai ajaran yang menyeluruh, yang tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga menawarkan solusi terhadap problematika kehidupan manusia secara luas.

Continue Reading

Previous: Isra’ Mi’raj dan Tanggung Jawab Besar Umat Islam Hari Ini
Next: Krisis Kualitas Pendidikan dan Solusi Sistem Pendidikan Islam

Related Stories

Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah WhatsApp Image 2026-06-12 at 21.06.07

Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah

12/06/2026
PHK Massal: Bukti Nyata Gagalnya Kapitalisme, Islam Solusinya WhatsApp Image 2026-06-12 at 20.25.23

PHK Massal: Bukti Nyata Gagalnya Kapitalisme, Islam Solusinya

12/06/2026
Rupiah Melemah, Beban Rakyat Miskin Makin Berat WhatsApp Image 2026-06-09 at 18.55.52

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Miskin Makin Berat

11/06/2026

Recent Posts

  • Hari Kurban: Kurban Perasaan, Apa Benar?
  • UU PPRT Sejatinya Hanya Melegalkan Eksploitasi terhadap Perempuan
  • Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah
  • Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha
  • Perundungan Kian Marak, Ada Apa?

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Hari Kurban: Kurban Perasaan, Apa Benar? IMG_20260615_210443

Hari Kurban: Kurban Perasaan, Apa Benar?

15/06/2026
UU PPRT Sejatinya Hanya Melegalkan Eksploitasi terhadap Perempuan WhatsApp Image 2026-06-12 at 21.19.11

UU PPRT Sejatinya Hanya Melegalkan Eksploitasi terhadap Perempuan

12/06/2026
Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah WhatsApp Image 2026-06-12 at 21.06.07

Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah

12/06/2026
Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha 1001876614

Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha

12/06/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.