Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • May
  • 28
  • Darurat Perlindungan Anak di Indonesia: Saatnya Keluarga dan Negara Bangun Benteng untuk Anak

Darurat Perlindungan Anak di Indonesia: Saatnya Keluarga dan Negara Bangun Benteng untuk Anak

Editor Muslimah Times 28/05/2026
WhatsApp Image 2026-05-28 at 16.55.16
Spread the love

Oleh. Naila Zayyan

Muslimahtimes.com–Fakta di lapangan itu pilu. Kekerasan terhadap anak terjadi di mana-mana—di rumah, di luar rumah, bahkan di dunia maya. KPAI mencatat selama Januari–April 2026 ada 426 pengaduan, dengan pelecehan seksual sebagai kasus terbanyak dan rumah menjadi tempat paling sering berlangsungnya kekerasan (KPAI, akses 18 Mei 2026). Di dunia digital, masalah besar lain muncul: banyak anak yang terjerumus ke judi online, dengan angka paparan yang mengkhawatirkan (Suara.com, akses 16 Mei 2026). Singkatnya, anak-anak kita tak lagi punya ruang aman.

Akar Masalah

Mengapa bisa sampai begini? Kalau dilihat lebih dalam, masalahnya bukan cuma satu hal kecil yang bisa diperbaiki dengan solusi instan. Ada beberapa akar masalah yang saling berkaitan.

Pertama, ketika agama dipinggirkan—ketika hidup hanya dilihat dari sisi materi—nilai-nilai kasih sayang, amanah, dan tanggung jawab terhadap anak jadi luntur. Anak bukan lagi amanah yang mesti dijaga, melainkan dianggap beban atau objek.

Kedua, tekanan ekonomi membuat rumah jadi medan konflik. Sistem ekonomi yang menekan keluarga membuat stres, konflik, dan pada akhirnya kekerasan terjadi. Ketika kebutuhan dasar tak aman, orang mudah kehilangan kontrol.

Ketiga, negara sering bereaksi setengah langkah. Solusi yang muncul cenderung reaktif—misalnya membatasi akses medsos—tanpa menutup akar masalah seperti pendidikan moral, penguatan keluarga, atau pengaturan ekonomi. Negara seharusnya jadi pelindung (junnah), bukan hanya memberi solusi parsial.

Keempat, hukuman bagi pelaku sering kali tidak cukup menakutkan. Kalau sanksi ringan dan penegakan hukum lemah, risiko pengulangan kejahatan tetap tinggi. Korban dan keluarga kadang enggan melapor karena takut atau merasa tak terlindungi.

Solusi Islam Kaffah: Pendekatan Menyeluruh 

Kalau masalahnya seperti itu, solusinya juga harus menyeluruh. Islam kaffah—pemahaman Islam yang utuh—menawarkan jalan yang komprehensif: membangun iman di keluarga, menata ekonomi agar keluarga tak terdesak, mengatur pendidikan dan media, serta menerapkan hukum yang tegas namun adil.

Pertama: iman sebagai benteng keluarga. Dalam Islam, anak adalah amanah. Orangtua yang memahami ini akan merawat anak dengan cinta, sabar, dan tanggung jawab. Praktiknya bisa lewat pengajian keluarga, konseling pra-nikah dan parenting Islami, serta pembiasaan nilai-nilai adab sejak kecil. Bukan sekadar aturan, tapi menanamkan rasa tanggung jawab sebagai ibadah.

Kedua: ekonomi yang melindungi keluarga. Prinsip ekonomi Islam mendorong pemenuhan kebutuhan dasar lewat mekanisme seperti zakat, wakaf produktif, dan kebijakan publik yang adil. Ketika keluarga punya akses ke pangan, kesehatan, dan pendidikan, tekanan hidup berkurang dan potensi kekerasan menurun.

Ketiga: negara sebagai pelindung—mengatur pendidikan dan media. Negara perlu memastikan pendidikan karakter berbasis ajaran yang benar, termasuk literasi digital bagi anak sejak dini. Di sisi media, perlu aturan yang ketat terhadap konten merusak—misalnya perjudian online—serta program literasi untuk orangtua agar bisa menjadi filter pertama bagi anak.

Keempat: hukum yang tegas dan sistem pemulihan korban. Hukum harus memberi efek jera bagi pelaku kekerasan terhadap anak, sambil menjamin pemulihan korban lewat layanan psikososial, rehabilitasi, dan reintegrasi. Selain itu, proses hukum harus ramah korban—mendorong laporan, memberi perlindungan saksi, dan memastikan penanganan cepat serta transparan.

Intinya, menyelesaikan darurat perlindungan anak tidak bisa dengan satu kebijakan sederhana. Kita butuh gerakan terpadu: keluarga yang kuat berlandas iman, ekonomi yang memberi kesejahteraan dasar, pendidikan yang membentuk akhlak, media yang bersih dari pengaruh negatif, dan hukum yang menegakkan keadilan. Semua itu hanya dimiliki oleh sistem pemerintahan Islam secara kaffah yang menerapkan nilai-nilai Islam secara utuh dalam seleuruh aspek kehidupan, kebijakannya pro-keluarga, dan penegakan hukum yang tegas sehingga menjamin anak-anak kita bisa tumbuh dalam lingkungan aman dan penuh kasih. Itulah benteng hakiki bagi anak-anak kita. []

Continue Reading

Previous: Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi
Next: Kampus Bukan Pabrik: Pendidikan Bukan Budak Industri

Related Stories

Kampus Bukan Pabrik: Pendidikan Bukan Budak Industri WhatsApp Image 2026-05-28 at 17.36.39

Kampus Bukan Pabrik: Pendidikan Bukan Budak Industri

28/05/2026
Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi WhatsApp Image 2026-05-25 at 16.50.18

Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi

25/05/2026
Update Palestina: Nakba dan Global Sumud Flotila WhatsApp Image 2026-05-25 at 16.42.14

Update Palestina: Nakba dan Global Sumud Flotila

25/05/2026

Recent Posts

  • Kampus Bukan Pabrik: Pendidikan Bukan Budak Industri
  • Darurat Perlindungan Anak di Indonesia: Saatnya Keluarga dan Negara Bangun Benteng untuk Anak
  • Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi
  • Update Palestina: Nakba dan Global Sumud Flotila
  • Sindiran “In This Economy”, Refleksi Sulitnya Ekonomi

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Kampus Bukan Pabrik: Pendidikan Bukan Budak Industri WhatsApp Image 2026-05-28 at 17.36.39

Kampus Bukan Pabrik: Pendidikan Bukan Budak Industri

28/05/2026
Darurat Perlindungan Anak di Indonesia: Saatnya Keluarga dan Negara Bangun Benteng untuk Anak WhatsApp Image 2026-05-28 at 16.55.16

Darurat Perlindungan Anak di Indonesia: Saatnya Keluarga dan Negara Bangun Benteng untuk Anak

28/05/2026
Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi WhatsApp Image 2026-05-25 at 16.50.18

Pengawasan Keuangan Tanpa Solusi

25/05/2026
Update Palestina: Nakba dan Global Sumud Flotila WhatsApp Image 2026-05-25 at 16.42.14

Update Palestina: Nakba dan Global Sumud Flotila

25/05/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.