Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • June
  • 2
  • Pendidikan Berbasis Industri, Menyiapkan Kemunduran Bangsa

Pendidikan Berbasis Industri, Menyiapkan Kemunduran Bangsa

Editor Muslimah Times 02/06/2026
WhatsApp Image 2026-06-02 at 20.29.54
Spread the love

Oleh. Khusnul Khatimah. S.Pd

Muslimahtimes.com–Rencana pemerintah menutup sejumlah program studi di perguruan tinggi memicu perdebatan di kalangan akademisi dan mahasiswa. Kebijakan ini dikaitkan dengan upaya meningkatkan kesesuaian lulusan dengan kebutuhan industri. Namun kritik publik dikaitkan dengan arah pendidikan tinggi yang dicap berorientasi pada pasar kerja.

Pernyataan terkait rencana tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco, dalam simposium nasional di Bali pada (23/4). Ia menyebut kemungkinan penutupan sejumlah prodi sebagai bagian dari upaya penyesuaian kebutuhan masa depan. Pernyataan tersebut memicu tanggapan dari sejumlah pegiat pendidikan. Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menilai pendekatan berbasis kebutuhan industri berisiko menyempitkan fungsi pendidikan tinggi. Ia menyoroti posisi perguruan tinggi yang tidak hanya berperan sebagai penyedia tenaga kerja. (Magdalene, 16 Mei 2026)

Rencana pemerintah untuk menutup perguruan tinggi yang tidak berorientasi pada pendidikan sejatinya menyiapkan kemunduran bangsa. Jika kampus hanya mengekor pada keinginan pasar saat ini, bangsa kita akan selalu tertinggal dan mengalami kemunduran. Hal ini karena yang dibutuhkan industri hari ini, belum tentu relevan lima tahun mendatang.

Upaya penyesuaian program studi berdasarkan industri sejatinya karena Indonesia mengadopsi konsep Liberalisme Sekuler dalam dunia pendidikan. Negara kurang bertanggung jawab terhadap kebutuhan Sumber Daya Manusia untuk melayani urusan rakyat. Kebijakan yang diambil lebih menguntungkan para penguasa pangsa pasar. Hal yang lumrah jika negara fokusnya menjadi makelar para penguasa, dengan mengorbankan pendidikan rakyatnya. Hal ini ada kekeliruan besar yang harus dirubah.

Negara harus memiliki paradigma yang benar dalam melayani rakyat, khususnya disini dalam pendidikan. Paradigma yang benar akan membawa kemajuan bangsa. Sayangnya, paradigma yang benar ini tidak akan mampu dilakukan oleh negara yang berpaham Liberalisme – Sekulerisme, karena paham ini batil. Islam sebagai agama yang sempurna memiliki konsep yang benar dalam memandang pendidikan. Dalam Islam, negaralah yang memiliki kebutuhan untuk mencetak tenaga agiki diberbagai bidang sesuai kebutuhan SDM dalam melayani urusan rakyatnya. Dunia Pendidikan (termasuk Pendidikan Tinggi) adalah tanggung jawab langsung negara, negara yang menentukan visi-misi pendidikan, kurikulum dan pembiayaan untuk SDM pendidikan dan sarana prasarananya. Negara mandiri dalam mengelola Pendidikan Tinggi, tidak tergantung pada tekanan baik dalam negeri maupun luar negeri karena bersandar kepada syariat. Inilah konsep tanggung jawab negara dalam dunia pendidikan dalam Islam. Konsep ini akan menjadikan negara semakin maki diberbagai bidang. Maka, selayaknya kita memperjuangkan konsep pendidikan sesuai Islam .

Wallahu’alam bis showab

Continue Reading

Previous: Kampus Bukan Pabrik: Pendidikan Bukan Budak Industri
Next: Menyoal Lemahnya Rupiah dan Naiknya Harga

Related Stories

Lindungi Anak dengan Penerapan Syariat Islam

Lindungi Anak dengan Penerapan Syariat Islam

02/06/2026
Menyoal Lemahnya Rupiah dan Naiknya Harga WhatsApp Image 2026-06-02 at 20.42.22

Menyoal Lemahnya Rupiah dan Naiknya Harga

02/06/2026
Kampus Bukan Pabrik: Pendidikan Bukan Budak Industri WhatsApp Image 2026-05-28 at 17.36.39

Kampus Bukan Pabrik: Pendidikan Bukan Budak Industri

28/05/2026

Recent Posts

  • Lindungi Anak dengan Penerapan Syariat Islam
  • Menyoal Lemahnya Rupiah dan Naiknya Harga
  • Pendidikan Berbasis Industri, Menyiapkan Kemunduran Bangsa
  • Gagal Mulu, Harus Capek Gitu?
  •    Cerewet, Ribet, Baper = Perempuan?

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Lindungi Anak dengan Penerapan Syariat Islam

Lindungi Anak dengan Penerapan Syariat Islam

02/06/2026
Menyoal Lemahnya Rupiah dan Naiknya Harga WhatsApp Image 2026-06-02 at 20.42.22

Menyoal Lemahnya Rupiah dan Naiknya Harga

02/06/2026
Pendidikan Berbasis Industri, Menyiapkan Kemunduran Bangsa WhatsApp Image 2026-06-02 at 20.29.54

Pendidikan Berbasis Industri, Menyiapkan Kemunduran Bangsa

02/06/2026
Gagal Mulu, Harus Capek Gitu? WhatsApp Image 2026-06-01 at 21.18.22

Gagal Mulu, Harus Capek Gitu?

01/06/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.