Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2025
  • July
  • 7
  • Perundungan Anak Kian Marak, Negara Gagal Lindungi Anak

Perundungan Anak Kian Marak, Negara Gagal Lindungi Anak

Editor Muslimah Times 07/07/2025
WhatsApp Image 2025-07-07 at 20.10.14
Spread the love

Oleh. Nining Ummu Hanif

Muslimahtimes.com–Perundungan /bullying merupakan tindakan intimidasi, menyudutkan, atau melukai orang lain, baik secara verbal maupun non-verbal, dengan tujuan menyakiti, merendahkan, atau menguasai korban secara emosional, fisik, maupun mental. Perilaku ini tidak dapat dibenarkan karena pada dasarnya setiap individu memiliki hak yang sama untuk hidup dengan aman dan bebas dari ancaman.

Saat ini perundungan di dunia pendidikan semakin marak dan meresahkan. Kasus perundungan bahkan sudah mengarah ke tindakan kriminal dan terjadi di semua jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Beberapa waktu yang lalu perundungan terjadi di Kampung Sadang Sukaasih, Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Korban yang berusia 13 tahun dipaksa untuk minum tuak dan dipaksa untuk merokok. Ketika hendak pulang, korban malah ditendang yang berakibat mengenai bata hingga kepala korban terluka.Setelah itu korban digusur lalu diceburkan ke dalam sumur dengan kedalaman kurang lebih 3 meter. Pelaku adalah teman korban usia 13 tahun dan 12 tahun dan satu orang dewasa usia 20 tahun. (cnnindonesia.com,26/6/25)

Perundungan serupa terjadi juga di wilayah Cicendo Kota Bandung. Video pengeroyokan dan perundungan anak di bawah umur viral di media sosial. Dalam video tersebut tampak sejumlah anak memukul, menampar, dan menendang korbannya secara bergantian. Dalam kejadian itu, korban dan pelaku merupakan siswa sekolah menengah pertama (SMP). (bandungkompas.com,9/6/25)

Penyebab perundungan sangat beragam bahkan bisa sangat sepele. Mulai dari ejekan, iri dengki dan ketersinggungan. Mirisnya lagi teman- teman sekolah mereka tidak ada yang membantu korban. Hanya merekam kejadian dan diunggah ke media sosial.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani ,kasus perundungan kekerasan di lingkungan sekolah tersebut harus ditangani secara tegas. Ia mendorong adanya tim pencegahan perundungan yang melibatkan pihak orang tua hingga guru.
“Sekolah juga perlu membentuk tim pencegahan kekerasan yang melibatkan perwakilan guru, siswa, dan orang tua. Untuk menciptakan lingkungan yang aman dan responsif,” ujarnya. (rri.co.id,27/6/25)

Kasus perundungan setiap tahun kian bertambah hal ini menguatkan bahwa kasus perundungan anak ini adalah fenomena ‘gunung es’. Artinya bagian kecil dari situasi yang terlihat dan masalah yang jauh lebih besar tetap tersembunyi. Masih banyak kasus yang belum terlaporkan.

Maraknya kasus perundungan di dunia pendidikan sungguh miris dan memprihatinkan Dunia pendidikan yang idealnya menjadi tempat mencetak manusia cerdas yang beradab, kini berubah menjadi biadab. Akibat perundungan baik berupa fisik dan phsikis benar-benar telah mencoreng keagungan fungsi dan peran strategis pendidikan.
Hal ini menggambarkan potret kegagalan sistem pendidikan sekuler dalam mendidik generasi. Kurikulum pendidikan negeri ini lebih mengedepankan capaian target kognitif semata, tapi lemah dalam pembentukan karakter dan akhlak anak didik. Fokus pada output pendidikan yang berorientasi pada capaian kerja dan standar duniawi saja, namun minus penanaman akidah yang kokoh. Oleh karena itu, karakter generasi yang dihasilkan cenderung rapuh dan bermental lemah, akhirnya setiap problem cenderung disikapi dengan kekerasan.

Disisi lain , keluarga dalam sistem kapitalis sekuler terjebak dalam kemiskinan sistemik. Menjadikan orang tua disibukkan dengan mencari nafkah dan menjadi abai dalam penanaman aqidah dalam keluarga sejak dini. Kondisi ini diperparah dengan abainya peran negara sebagai pelindung rakyat dan generasi. Karena membiarkan konten kekerasan dengan mudah diakses oleh anak- anak. Negara lebih mengutamakan kepentingan kapitalis pemilik media sosial daripada melindungi generasinya.

Perundungan merupakan buah buruk penerapan kehidupan kapitalisme sekuler dalam segala aspek kehidupan. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, sehingga penyelesaian dari kasus perundungan ini tidak sampai menyentuh akar masalah. Ditambah lagi sistem regulasi dan sanksi yang masih tebang pilih .

Oleh karena itu diperlukan perubahan yang sistemis, mendasar dan menyeluruh . Perubahan mendasar tersebut, tidak lain hanyalah kembali kepada aturan Islam. Dalam Islam, baik perkataan maupun perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt, apalagi sudah mencapai usia baligh akan menanggung konsekuensi hukum atas perbuatannya. Dalam paradigma Islam, perundungan adalah perbuatan haram baik berupa fisik maupun verbal, apalagi menggunakan zat yang haram. Sebagaimana firman Allah Swt :


“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.”( Al-Hujurat · Ayat 11)

Melalui sistem pendidikan Islam meletakkan dasar akidah Islam agar setiap pelajar memiliki keimanan yang kuat ,yang melahirkan kecintaan pada Allah Swt dan Rasul-Nya saw., taat dan tunduk patuh pada syariat Islam. Hal ini juga diperkuat dengan peran keluarga dan masyarakat yang mendampingi dan membentengi anak dari pengaruh tren kekerasan dan perundungan.

Peran negara dalam menyusun kurikulum pendidikan yang membentuk pelajar dengan berkepribadian Islam . Negara mengontrol sistem informasi dan media massa sehingga konten-konten yang mengandung kekerasan tidak tersebar. Selain itu negara juga menerapkan sistem sanksi yang tegas terhadap pelaku perundungan sesuai dengan hukum Islam.

Itulah mekanisme dalam sistem Islam untuk mencegah dan mengatasi perundungan. Dalam Islam, negara adalah satu-satunya institusi yang secara sempurna dapat melindungi anak dan yang mampu mengatasi persoalan perundungan. Sudah saatnya untuk mencampakkan sistem kapitalis sekuler dan menggantinya dengan sistem yang telah terbukti menghasilkan generasi berkualitas, yaitu sistem Islam.

Wallahu’alam bishowab

Continue Reading

Previous: Mafia Beras Merajalela, Negara Bisa Apa?
Next: Hanya Retorika, Kebijakan Politik Berorientasi Keluarga

Related Stories

Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban WhatsApp Image 2025-08-30 at 22.08.45

Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban

30/08/2025
Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda WhatsApp Image 2025-08-30 at 21.38.02

Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda

30/08/2025
Women Support Women, Jargon Membabi Buta WhatsApp Image 2025-08-27 at 19.50.02

Women Support Women, Jargon Membabi Buta

30/08/2025

Recent Posts

  • Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban
  • Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda
  • Women Support Women, Jargon Membabi Buta
  • Perempuan Saling Dukung Mengembangkan Diri
  • Sisi Lain Tarif Dagang Amerika-Indonesia

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban WhatsApp Image 2025-08-30 at 22.08.45

Rakyat Didekap Kezaliman, Sistem Islam adalah Jawaban

30/08/2025
Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda WhatsApp Image 2025-08-30 at 21.38.02

Menyorot Tunjangan Fantastis DPR, Gaji Serius Kerja Bercanda

30/08/2025
Women Support Women, Jargon Membabi Buta WhatsApp Image 2025-08-27 at 19.50.02

Women Support Women, Jargon Membabi Buta

30/08/2025
Perempuan Saling Dukung Mengembangkan Diri WhatsApp Image 2025-08-27 at 19.54.40

Perempuan Saling Dukung Mengembangkan Diri

30/08/2025
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.