Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • February
  • 3
  • Game Online: Media Penghancur Pemikiran Generasi

Game Online: Media Penghancur Pemikiran Generasi

Editor Muslimah Times 03/02/2026
WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.17.02
Spread the love

Oleh. Ummu Rofi’

Muslimahtimes.com–Generasi Islam hakikinya memiliki keimanan yang kokoh. Dalam sistem kapitalisme pemikiran generasi Islam mudah dihancurkan “hanya” dengan game online. Namun sistem Islam menjadikan pemikiran generasi yang cemerlang dan mencintai Allah ta’ala dan Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalaam.

Pada peristiwa yang kian marak generasi bermain game dan game tersebut menjadikan mereka melakukan tindakan kejahatan. Di lansir dari laman kompas.com, Senin, (29-12-2025). Dikatakan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Calvin Simanjuntak bahwa pelaku terbangun dan mengambil pisau untuk melukai korban yang sedang tertidur. Pelaku dan korban tidur di kasur bagian atas, sementara kakak korban tidur di kasur bagian bawah. Suami korban beristirahat di lantai dua. Pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 04.00 WIB, pelaku terbangun dan mengambil pisau untuk melukai korban yang sedang tertidur. Pelaku mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban.”

Namun ada fakta lain dari laman cnn.indonesia.com, Jum’at (26-12-2025). Bahwa ada seorang Mahasiswa yang melakukan peneroran terhadap mantannya, yang sebelumnya ditolak lamarannya. Peneroran dilakukan karena pelaku sakit hati dan kesal lamarannya ditolak. Telah disampaikan oleh Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi.

Dari fakta di atas game online atau era digitalisasi sangat memengaruhi pola pikir generasi saat ini. Game online bermula dari dikenalkannya gadget ke anak-anak. Di sisi lain orang tua harus mengontrol apa yang dilakukan anak-anak di sosmednya. Itu adalah tanggung jawab orangtua terhadap anaknya. Di era digital ini mengkhawatirkan, ketika anak dilepas tanpa diawasi.

Ketika generasi bermain game terlalu lama tanpa pengawasan. Akan berdampak kepada pola pikir dan pola sikapnya. Maka benteng pertama yakni orangtua harus lebih peduli terhadap penggunaan gadget anak.

Faktor lingkungan/masyarakat ini bisa memengaruhi generasi salah dalam menggunakan gadget atau bablas main game online tanpa batasan. Pun akan membentuk pola pikir dan sikapnya terkait gadget atau game online yang ditontonnya. Berbahaya jika tidak ada pengawasan, akan berakibat seperti fakta yang terjadi anak melakukan tindakan kriminal.

Dan faktor negara yang sangat memengaruhi pola pikir dan pola sikap generasi. Karena negara menerapkan sistem sekularisme-liberalisme. Di mana sistem sekuler dan liberal ini menjadikan generasi melakukan aktivitas tanpa batasan, bebas kebablasan (liberal). Sedangkan aktivitas generasi memisahkan agama dari kehidupan (sekuler), melakukan perbuatan berdasarkan hawa nafsu bukan atas perintah Allah Swt.

Negara yang seharusnya wajib menjaga pemikiran generasi. Namun saat ini sebaliknya menghancurkan generasi. Dikarenakan sistem sekuler-liberal generasi tega melakukan tindak kriminal, mirisnya terhadap kedua orangtuanya yang telah melahirkannya ke dunia.

Itulah potret rusaknya ketika sekuler-liberal di era digitalisasi yang semakin canggih, namun dangkal pemikiran. Dan menggunakan gadget/gawai tidak pada tempatnya yakni menjadi tuntunan dalam kehidupannya. Tidak bisa membedakan mana kebaikan dan keburukan. Karena negara tidak menjadi peri’ayah urusan rakyat. Namun hanya sekadar menjadi regulator dan fasilitator semata.

Alhasil sistem sekuler-liberal menjadikan game online untuk media penghancur pemikiran generasi, khususnya muslim. Dan itu berhasil generasi saat ini berkepribadian kejam dan sadis. Maka harus ada solusi untuk problematika ini.

Berbeda dalam kehidupan sistem Islam, Islam memiliki aturan yang berasal dari Allah Swt.. Aturan sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah, dalam permasalahan teknologi. Islam membolehkan. Namun seorang Khalifah bertanggung jawab atas pemeliharaan akidah seluruh umat muslim. Maka khalifah menjaga pemikiran generasi dari pemikiran selain Islam. Dan dalam media pun akan diawasi oleh khalifah apakah tontonannya beredukasi atau sebaliknya menyimpang dari pemikiran Islam?

Sistem Islam dibangun atas dasar akidah Islamiyyah. Masyarakatnya pun berkepribadian Islam. Maka otomatis untuk penggunaan gawai/gadget akan digunakan sesuai kebutuhan bukan dijadikan tuntunan hidup. Seluruh aspek kehidupan akan diurusi oleh khalifah, yang paling utama aspek pendidikan, karena pendidikan yang akan melahirkan generasi yang tangguh dan berkepribadian Islam secara totalitas.

Dari pendidikan yang sesuai kurikulum berasaskan Islam. Outputnya menjadikan anak didik yang paham Islam. Dan dari aspek teknologi generasi akan diarahkan dalam membangun peradaban yang canggih berasakan Islam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Katakanlah, “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di Bumi!” Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman.” (QS. Yunus 10: 101)

Bahwa ayat di atas Islam telah mengajarkan teknologi yang semakin canggih saat ini, harus digunakan sesuai perintah Allah. Dan generasi muslim pun menggunakannya demi untuk kebangkitan peradaban Islam. Di mana media teknologi ini akan dikontrol oleh Khalifah agar generasi pun tidak digunakan untuk melanggar perintah Allah Swt..

Maka saat ini kehidupan harus diatur dalam sistem Islam secara kaffah/totalitas, agar generasi mampu mengendalikan kecanggihan gawai/gadget sesuai perintah Allah bukan menjadi media penghancur pemikiran generasi, khususnya muslim. Islam menjadikan generasi yang cerdas dan bertakwa sesuai peradaban Islam.
Wallahu’alam bish showwab

Continue Reading

Previous: Banjir dan Longsor Aceh; Harapan Warga Ikut Tenggelam
Next: Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak

Related Stories

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis? WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.07.05

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?

03/02/2026
Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.41.25

Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler

03/02/2026
Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.46.01

Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak

03/02/2026

Recent Posts

  • Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?
  • Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler
  • Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak
  • Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara
  • Game Online: Media Penghancur Pemikiran Generasi

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis? WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.07.05

Menakar Keberhasilan Satu Tahun MBG: Solusi Hakiki atau Pragmatis?

03/02/2026
Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.41.25

Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Buah Pendidikan Sekuler

03/02/2026
Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.46.01

Sekularisme: Akar Lemahnya Perlindungan Anak

03/02/2026
Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara WhatsApp Image 2026-02-03 at 22.11.09

Nasib Sekolah dan Pesantren Pascabencana: Menagih Tanggung Jawab Negara

03/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.