Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • March
  • 16
  • Islam Solusi Tuntas Gaul Bebas

Islam Solusi Tuntas Gaul Bebas

Editor Muslimah Times 16/03/2026
WhatsApp Image 2026-03-16 at 11.13.57
Spread the love

Oleh. Gayuh Rahayu Utami

Muslimahtimes.com–Generasi hari ini dilanda berbagai kerusakan moral. Salah satunya adalah di ranah lingkungan pendidikan Perguruan tinggi. Peristiwa yang memilukan terjadi di kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim atau disingkat UIN Suska di Propinsi Riau melanda mahasiswi yang sedang menunggu sidang proposal skripsi. Kasus penganiayaan berat (pembacokan) terhadap mahasiswi UIN Suska Riau, Farradhila Ayu Pramesti (23), terjadi akhir Februari 2026. Pelaku, Reyhan Mufazar (22), nekat menyerang korban karena sakit hati persoalan asmara (cinta tak berbalas/putus hubungan). Korban mengalami luka parah di kepala dan tangan, sementara tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara.

Pelaku menyerang korban dengan senjata tajam dan mengaku sudah merencanakan perbuatan tersebut sejak November 2025. Penyebab pembacokan ini dikarenakan karena sakit hati karena perasaan cintanya tidak terbalas.
Korban sempat menjalani operasi di RSUD Arifin Achmad. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian dan terancam hukuman berat (12 tahun penjara). Persoalan seperti ini seharusnya tidak patut terjadi di kawasan pendidikan yang notabene berbasis Islam. Secara tidak langsung telah mencemarkan nama baik universitas ditambah lagi dengan sistem pendidikan hari ini didominasi oleh pemikiran barat. Walaupun kampus Islam pada faktanya pola pikir liberalisme malah lebih masif dibandingkan kampus yang kategori kampus umum khususnya di negeri ini.

Kasus ini merupakan cermin kebobrokan sistem pendidikan hari ini yang berbasis sekuler liberal. Pada dasarnya, sistem ini menggaungkan yang namanya kebebasan. Bahkan kampus yang berbasis Islam pun terdampak kerusakan dari sistem pendidikan yang tidak mampu menguatkan akidah Islam terhadap siswa maupun tingkatan mahasiswa. Maka terjadilah berbagai pergolakan pemikiran yang tujuannya menggelincirkan pemahaman Islam dan membuat menjadi kabur dengan pemahaman Islam itu sendiri. Sehingga tidak heran mencetak generasi yang pemahamanya dangkal dan dipandang Islam sebagai agama masjid saja.

Kurikulum yang disusun di sistem sekuler liberal hari ini jika tidak mempunyai landasan berpikir yang kuat akan ikut arus yang begitu masif untuk melemahkan dan menjegal kebangkitan Islam. Baik di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi mengalami krisis moral yang terjadi secara struktural. Dengan sangat jelas bahwa pendidikan yang berbasis sekuler tidak mampu mencetak generasi unggul karena mengejar nilai yang bersifat angka semata dan diarahkan kepada dunia industri tanpa menanamkan akidah Islam di dalam benak peserta didik.

Terjadi kerusakan moral di ranah pendidikan sudah terpampang nyata. Mengembalikan jati diri manusia kepada aturan Islam adalah suatu kewajiban dan kebutuhan. Dengan kata lain sistem pendidikan Islam wajib diterapkan. Peserta didik berhak mendapatkan pendidikan yang layak dengan kata lain sesuai dengan Islam menerapkan syariat di segala bidang. Negara berperan penuh untuk menjaga akidah rakyatnya dari pemikiran-pemikiran asing yang rusak dan merusak serta memberikan edukasi bahwa pergaulan bebas seperti pacaran, selingkuh, dan kekerasan adalah tindakan penyimpangan. Di samping itu negara memberikan sanksi tegas dan bersifat efek jera agar rakyat akan berpikir ribuan kali ketika akan melakukan tindakan kejahatan.

Peran individu, masyarakat, dan negara adalah saling bersinergi. Dalam ranah individu, pemahaman Islam yang benar ditanamkan hingga menjasad. Ketika terjun di masyarakat, terciptalah masyarakat yang saling mengingatkan, tidak individualis serta mencetak masyarakat yang selalu beramar ma’ruf nahi mungkar tanpa ada rasa tersinggung. Ketika berada di ranah negara, sistem pendidikan Islam wajib diterapkan kepada setiap lembaga formal maupun informal. Akidah Islam dibuat kurikulum secara sistematis dari tingkat dasar hingga tingkat perguruan tinggi. Sehingga peserta didik mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai Islam bahwa ajaran ini bukan sebatas ibadah ritual dan moral melainkan sebagai pandangan hidup di semua lini.

Dengan adanya peran negara yang begitu peduli terhadap rakyatnya karena tugasnya menjadi ra’in atau pengurus rakyat maka otomatis melayani rakyat dengan sepenuh hati tanpa mempertimbangkan untung rugi. Jiwa kesadaran akan hubungan dengan Allah senantiasa tertanam di dalam jiwa pemimpin yang takut dengan pertanggungjawaban di hadapan Allah akan terbentuk jika dinaungi oleh sistem yang benar-benar menerapkan Al Quran secara komprehensif.

Continue Reading

Previous: Kekerasan Remaja: Dampak Normalisasi Gaul Bebas
Next: Panic Buying BBM dan Urgensi Kedaulatan Energi

Related Stories

Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah WhatsApp Image 2026-06-12 at 21.06.07

Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah

12/06/2026
PHK Massal: Bukti Nyata Gagalnya Kapitalisme, Islam Solusinya WhatsApp Image 2026-06-12 at 20.25.23

PHK Massal: Bukti Nyata Gagalnya Kapitalisme, Islam Solusinya

12/06/2026
Rupiah Melemah, Beban Rakyat Miskin Makin Berat WhatsApp Image 2026-06-09 at 18.55.52

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Miskin Makin Berat

11/06/2026

Recent Posts

  • Hari Kurban: Kurban Perasaan, Apa Benar?
  • UU PPRT Sejatinya Hanya Melegalkan Eksploitasi terhadap Perempuan
  • Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah
  • Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha
  • Perundungan Kian Marak, Ada Apa?

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Hari Kurban: Kurban Perasaan, Apa Benar? IMG_20260615_210443

Hari Kurban: Kurban Perasaan, Apa Benar?

15/06/2026
UU PPRT Sejatinya Hanya Melegalkan Eksploitasi terhadap Perempuan WhatsApp Image 2026-06-12 at 21.19.11

UU PPRT Sejatinya Hanya Melegalkan Eksploitasi terhadap Perempuan

12/06/2026
Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah WhatsApp Image 2026-06-12 at 21.06.07

Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah

12/06/2026
Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha 1001876614

Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha

12/06/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.