Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2024
  • September
  • 25
  • Pornografi, Kenakalan Anak Kian Menjadi

Pornografi, Kenakalan Anak Kian Menjadi

admin.news 25/09/2024
IMG-20240924-WA0011
Spread the love

Oleh. Sunarti

Muslimahtimes.com–Hari ini dunia anak-anak tidak sedang baik-baik saja. Berbagai kasus kekerasan justru dilakukan oleh anak-anak. Mirisnya, mereka yang kecanduan pornografi kini kian bangga dengan kejahatan yang dilakukannya. Fenomena ini menggambarkan anak-anak yang kehilangan masa kecil yang bahagia, bermain dan belajar dengan tenang serta tumbuh kembang sesuai dengan fitrah anak dalam kebaikan.

Baru-baru ini kasus Kejahatan anak sangat memprihatikan. Pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang anak yang belum genap berusia 17 tahun berinisial IS, di Palembang, Sumatera Selatan. Parahnya, pemerkosaan dilanjut dengan pembunuhan (TvOnenews.com. Pelaku yang masih anak tersebut bahkan mengajak tiga siswa SMP yakni MZ (13), NS (12) dan AS (12) untuk memerkosa korban hingga tewas. Saat menjalani pemeriksaan di psikologi, ternyata IS telah terpapar film dewasa sehingga melampiaskan nafsunya. (Kompas, 9 September 2024)

Sistem sekuler-liberal telah membawa generasi ke arah kerusakan yang nyata. Atas nama kebebasan berperilaku dan kehidupan yang meninggalkan aturan Sang Pencipta, telah menjerumuskan anak-anak pada sisi gelap kehidupan. Berbagai kejahatan yang muncul tidak lain adalah akibat dari penerapan aturan hukum manusia.

Sistem pendidikan yang seharusnya menghasilkan output pendidikan yang bertakwa dan bertanggung jawab, tak luput dari serangan kapitalis-sekular. Inilah potret nyata generasi saat ini. Terkikis esensi pendidikan, hingga kehilangan motivasi belajar. Pendidikan seharusnya membekali ilmu pengetahuan juga menempa karakter taqwa agar mulia dan bertanggung jawab dalam kehidupan.

Ditambah dengan pendidikan sekuler-kapitalis dengan kurikulum merdeka, sarat dengan pendidikan berorientasi kerja atau materi serta hilangnya ruh dalam proses pembelajaran. Maka wajar jika siswa tidak mampu mendapatkan pemahaman tentang urgensi belajar yang benar. Bahkan siswa kehilangan motivasi belajar. Jadilah gadget menjadi pelampiasan. Lepas dari yang ditonton apakah layak untuk dijadikan panutan atau tidak.

Sisi lain yang mendukung rusaknya generasi adalah negara yang tidak mampu menjadi pelindung bagi para siswa terhadap tontonan pornografi dan pornoaksi. Sosial media yang seharusnya disaring negara sebagai tontonan yang bermanfaat untuk umat, memberikan informasi, memudahkan urusan umat serta mendorong pada ketaatan kepada Allah, justru tidak didapatkan. Sistem sekarang justru menjadi pelindung terhadap para pengusaha yang meraup keuntungan sebesar-besarnya dari sosial media.

Media yang juga menjadi sumber masuknya konten yang tidak pantas untuk anak-anak dengan bebasnya merambah gadget mereka. Sementara tidak ada keseriusan dari negara untuk menutup konten-konten pornografi dan konten-konten tidak pantas lainnya demi melindungi generasi. Inilah salah satu kasus yang bisa sebagai bukti gagalnya sistem pendidikan.

Lain halnya dengan sistem Islam yang mewajibkan negara mencegah terjadinya kerusakan generasi melalui penerapan sistem di berbagai aspek kehidupan. Dengan aturan Islam yang sempurna, di antaranya sistem pendidikan Islam, media islami, hingga sistem sanksi yang memberikan efek jera, menjadikan warga negara taat kepada aturan sebagai bentuk ketaqwaan kepada Allah Swt. Negara memiliki peran yang sangat besar dalam segala urusan rakyat. Karena negara sebagai tameng atau pelindung terhadap seluruh warga negara termasuk anak-anak sebagai generasi penerus peradaban. Negara juga sebagai pilar tegaknya aturan Allah.

Waallahu alam bisawab.

Continue Reading

Previous: Astagfirullah! Takut Nikah Tak Takut Zina
Next: Pelayanan Kesehatan Kapitalis, Sehat Sementara Sakit Kemudian

Related Stories

Bukan Sekadar Perlindungan, PRT Butuh Dientaskan WhatsApp Image 2026-06-16 at 20.07.02

Bukan Sekadar Perlindungan, PRT Butuh Dientaskan

16/06/2026
Subsidi Menyusut di Tengah Tingginya Biaya Kuliah WhatsApp Image 2026-06-16 at 19.55.22

Subsidi Menyusut di Tengah Tingginya Biaya Kuliah

16/06/2026
Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah WhatsApp Image 2026-06-12 at 21.06.07

Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah

12/06/2026

Recent Posts

  • Kekerasan Seksual Verbal: Alarm Rusaknya Sistem Sosial
  • Ironi AKI Tinggi di Tengah “Surplus” Dokter Kandungan: ke Mana Nyawa Ibu Pergi?
  • Bukan Sekadar Perlindungan, PRT Butuh Dientaskan
  • Subsidi Menyusut di Tengah Tingginya Biaya Kuliah
  • Hari Kurban: Kurban Perasaan, Apa Benar?

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Kekerasan Seksual Verbal: Alarm Rusaknya Sistem Sosial WhatsApp Image 2026-06-16 at 20.41.08

Kekerasan Seksual Verbal: Alarm Rusaknya Sistem Sosial

16/06/2026
Ironi AKI Tinggi di Tengah “Surplus” Dokter Kandungan: ke Mana Nyawa Ibu Pergi? WhatsApp Image 2026-06-16 at 20.07.02

Ironi AKI Tinggi di Tengah “Surplus” Dokter Kandungan: ke Mana Nyawa Ibu Pergi?

16/06/2026
Bukan Sekadar Perlindungan, PRT Butuh Dientaskan WhatsApp Image 2026-06-16 at 20.07.02

Bukan Sekadar Perlindungan, PRT Butuh Dientaskan

16/06/2026
Subsidi Menyusut di Tengah Tingginya Biaya Kuliah WhatsApp Image 2026-06-16 at 19.55.22

Subsidi Menyusut di Tengah Tingginya Biaya Kuliah

16/06/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.