Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • June
  • 12
  • Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha

Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha

Editor Muslimah Times 12/06/2026
1001876614
Spread the love

Oleh. Hanif Eka Meiana

Muslimahtimes.com–Momentum Idul Adha menjadi salah satu tema yang diangkat untuk menyelenggarakan kajian Muslimah di Tamantirto. Dengan mengambil judul ‘Idul Adha: Momentum Mewujudkan Ketaatan dengan Belajar dari Ketakwaan Bunda Hajar’, Pengajian Taman Jiwa diselenggarakan pada Ahad, 7 Juni 2026 yang berlokasi di Teras Masjid Jadda Al Amin.

Setidaknya ada sekitar 80an peserta yang sudah hadir dan siap menyimak kajian. Moderator membuka acara dan menyapa peserta yang sudah hadir. Dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh Ustazah Lina tentang ayat yang berkaitan dengan tema dan pembacaan Asmaul Husna oleh Ustazah Kasmi. Kajian kali ini spesial karena dibawakan oleh host dan pemateri yang merupakan anak dan ibu. Ada Mbak Najwa Shihab selaku host yang merupakan putri dari Ustazah Wahyu Utami.

Masuk ke acara inti, moderator menyerahkan acara kepada host. Kajian dibuka dengan pembacaan puisi yang menyentuh oleh Mbak Najwa Shihab. Peserta dibuat terdiam oleh pembacaan puisinya yang mengisahkan tentang makna cinta ditengah ujian yang dihadapi sebagai bukti ketaatan kepada Allah Swt.

Kemudian Ustazah Wahyu Utami menyampaikan materinya. Beliau menceritakan bagaimana kisah Ibunda Hajar yang diberikan beberapa ujian oleh Allah Swt. Di awal cerita, Ustazah sempat bertanya kepada peserta berapa usia Nabi Ibrahim as kala itu saat meninggalkan Ibunda Hajar dan putranya di tengah padang pasir yang tandus. Peserta yang mendekati jawaban mendapatkan doorprize dari panitia. Usia Nabi Ibrahim as kala itu ialah 70 tahun, dengan penuh kerelaan beliau menjalankan perintah Allah Swt. Ujian pertama yang dihadapi Ibunda Hajar yaitu kehampaan Makkah. Ia dan putranya berjuang hidup ditengah padang pasir dan hanya membawa perbekalan yang terbatas.

Saat mengetahui akan bahwa Nabi Ibrahim as meninggalkannya sendiri dengan putranya, Ibunda Hajar dengan penuh keyakinannya kepada Allah Swt menghadapi ujian tersebut dengan penuh kesabaran. Cobaan kedua, saat perbekalan mulai habis dan putranya yakni Nabi Ismail as mulai menangis, Ibunda Hajar berupaya sekuat tenaga menemukan sumber air. Ia rela berlari dari Safa ke Marwah berulang kali dengan medan yang tidak mudah dilalui.

Allah tidak akan menyia-nyiakan saya kata ibunda Hajar. Keyakinan dan kesabarannya inilah yang mengantarkannya menemukan sumur Zam-zam yang membawa keberkahan hingga kini. Kesulitan ekstrem yang dihadapi dengan kesabaran dan usaha nyata akan melahirkan keberkahan besar (diabadikan sebagai rukun Sa’i dalam Haji dan Umroh).

Ustazah Wahyu melanjutkan kisahnya, bahwa ujian Ibunda Hajar belum selesai, bahkan menuju pada puncaknya Ujian. Saat dimana sebuah keluarga yang sudah lama menantikan buah hati dan akhirnya terwujud, kemudian anak itu tumbuh menjadi pribadi yang salih, tiba-tiba saja Allah memberi perintah untuk menyembelihnya melalui perantaraan mimpi Nabi Ibrahim as. Betapa sedih perasaan Nabi Ibrahim as dan Ibunda Hajar saat itu. Namun tidak menyurutkan langkah mereka untuk tetap melaksanakan perintah Allah Swt.

Dan yang membuat haru adalah saat Nabi Ismail as yang berusia 11 tahun itu menerima dengan sabar perintah penyembelihannya. Ustazah Wahyu mengisahkan dengan cerita yang epik, membuat peserta yang hadir menyimak dengan serius. Kita bisa belajar banyak dari kisah ini, bagaimana seorang ibu dapat mendidik putranya sendiri tanpa ada suami hingga menjadikannya anak yang salih.

Keyakinan ibunda Hajar akan pertolongan Allah Swt ditengah berbagai ujian yang dihadapi haruslah juga kita teladani, apalagi di zaman penuh fitnah saat ini. Begitu pula halnya dengan sang Ayah, Nabi Ibrahim as yang membuktikan cintanya kepada Allah Swt tidak lebih besar daripada cintanya kepada ciptaanNya (ketaatan mutlak). Allah tidak menilai hasil fisik semata. Ujian ini bukanlah tentang kematian, melainkan tentang ketulusan melepaskan kepemilikan duniawi.

Ketaatan ketiganya mampu mewujudkan ketaqwaan yang hakiki. Pelajaran mahal yang perlu diterapkan pada keluarga muslim hari ini. Mendidik anak seperti menanam pohon, kata Ustazah Wahyu. Benih yang baik akan mengantarkannya kepada buah yang manis dan pohon yang rimbun. Untuk mewujudkannya maka benih harus baik, dan tentu kita bangun akarnya atau pondasi yang kuat. Pondasi itu adalah aqidah. Terkadang kita merasa cukup saat anak sudah baik dan sopan padahal kita tidak pernah tahu bahwa masih banyak racun yang akan mengancam anak-anak kita.

Akarnya adalah aqidah atau ketaatan kepada Allah, batangnya itu adalah pola berpikir dan bersikapnya sesuai dengan ketentuan Allah. Nah, ketaatannya kepada manusia dan birul walidainnya kepada kedua orangtuanya merupakan buah-buahnya yang kita dapatkan dari akar yang baik tadi. Sehingga melepaskan keinginan duniawi hanya untuk cinta kita kepada Allah itulah garis utama kita belajar pada momen Idul Adha ini, kata Ustazah Wahyu.

Continue Reading

Previous: Forum Ukhuwah Muslimah Banyiwangi Gelar Dialog Bersama tentang Moderasi Beragama

Related Stories

Forum Ukhuwah Muslimah Banyiwangi Gelar Dialog Bersama tentang Moderasi Beragama IMG-20251009-WA0000

Forum Ukhuwah Muslimah Banyiwangi Gelar Dialog Bersama tentang Moderasi Beragama

21/10/2025
Mubalighah Aswaja dalam Liqo Muharam Mubalighah 1446 H Menolak  PP No 28/2024 IMG_20240813_171142

Mubalighah Aswaja dalam Liqo Muharam Mubalighah 1446 H Menolak  PP No 28/2024

13/08/2024
Jaminan Halal yang Tidak Dijamin IMG-20240213-WA0006

Jaminan Halal yang Tidak Dijamin

15/02/2024

Recent Posts

  • UU PPRT Sejatinya Hanya Melegalkan Eksploitasi terhadap Perempuan
  • Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah
  • Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha
  • Perundungan Kian Marak, Ada Apa?
  • PHK Massal: Bukti Nyata Gagalnya Kapitalisme, Islam Solusinya

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

UU PPRT Sejatinya Hanya Melegalkan Eksploitasi terhadap Perempuan WhatsApp Image 2026-06-12 at 21.19.11

UU PPRT Sejatinya Hanya Melegalkan Eksploitasi terhadap Perempuan

12/06/2026
Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah WhatsApp Image 2026-06-12 at 21.06.07

Rupiah Melemah, Rakyat Kian Susah

12/06/2026
Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha 1001876614

Belajar Ketaatan dari Bunda Hajar: Menjemput Ketakwaan di Momentum Idul Adha

12/06/2026
Perundungan Kian Marak, Ada Apa? WhatsApp Image 2026-06-12 at 20.49.16

Perundungan Kian Marak, Ada Apa?

12/06/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.