Oleh. Rizki Hidayah Hasibuan, S.Pd
Muslimahtimes.com–Z*onis telah menghancurkan wilayah, membunuh ribuan orang Palestina, dan kini berupaya menghancurkan masa depan anak Gaza. Anak Gaza yang harusnya dilindungi justru harus berhadapan dengan tindak kekerasan dan kebengisan Z*onis laknatullah. Hari-hari mereka diselimuti dengan ruang tidak aman. Mereka melewati dengan ketakutan, ancaman, kekerasan dan penyiksaan. Selain kehilangan nyawa dan luka parah, bagi anak Gaza yang masih hidup, mereka harus mengalami beban psikologis akibat trauma selama perang.
Laporan terbaru Komisi Penyelidikan Internasional Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (23/6/2026), menyebutkan, otoritas dan tentara Israel secara sengaja menargetkan anak-anak Palestina selama perang. Mulai 7 Oktober 2023 hingga 7 Oktober 2025 anak Palestina yang tewas sedikitnya 20.179, setara sekitar 30 persen dari semua korban tewas akibat perang. Persentase ini lebih tinggi dibandingkan konflik-konflik Gaza sebelumnya.
UNICEF pun menguatkan, Setidaknya 265 anak Palestina telah tewas di Gaza sejak genjatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. “Rata-rata seorang anak tewas setiap hari selama lebih dari delapan bulan,” kata juru bicara UNICEF James Elder.
Menghancurkan masa depan anak Gaza merupakan genosida jangka panjang dalam rangka menghabisi muslim Palestina. Cita-cita Z*onis untuk menguasai seluruh wilayah Palestina untuk mewujudkan Isr*el Raya, mengharuskan mereka menghilangkan generasi muslim Palestina. Klaim ‘tanah terjanji’ menjadikan Z*onis melakukan genosida sebagai titah tuhan meraih delusi hak tanah Palestina. Padahal mereka selayaknya hewan yang tak bertuhan dan berperikemanusiaan.
Apa yang mau diharap terhadap kaum yang selalu melanggar janji dan berperikalu bebas tanpa aturan? Terlebih dukungan AS terhadap genosida di Gaza membuat Z*onis makin besar kepala.
Berharap pada pemimpin negeri-negeri muslim saat ini? Mereka pun koloni penjajah AS dan Z*onis. Atas nama nasionalisme mereka membenarkan sikap netral atau diam terhadap genosida di Gaza. Berdalih agar negari mereka tetap aman, sehingga tidak mau ikut campur dengan urusan Palestina. Padahal inilah bukti mereka bersama barisan penjajah AS dan Z*onis.
Z*onis tidak takut terhadap aksi turun kejalan membela Palestina yang hampir dilakukan di seluruh dunia. Z*onis melawan fakta kejahatan mereka di media internasional dengan berita-berita hoax. Bahkan Z*onis menunjukkan wajah aslinya terhadap relawan Global Sumud Flotilla. Z*onis tidak peduli dengan Hukum Internasional, Resolusi PBB dan gugatan dari negara lain terhadap genosida yang mereka lakukan. Apa yang Z*onis takutkan? Khilafah Islamiyah.
Perdana Menteri entitas Yahudi, Netanyahu, mengatakan, “Kami tidak akan menerima pembentukan Khilafah apa pun di pesisir Mediterania” (21/4/2025). Pernyataan ini mengisyaratkan ketakutan Z*onis terhadap Khilafah, sebab ia sangat yakin bahwa Khilafah adalah satu-satunya entitas yang mampu melenyapkan entitasnya yang rapuh. Khilafah satu-satunya yang mampu memimpin umat Islam, memanfaatkan kemampuannya, serta menyebarkan risalah Islam ke seluruh dunia.
Jika Z*onis takut terhadap Khilafah, kenapa kita masih menyibukkan diri terhadap aksi-aksi yang tidak ditakutkan oleh Z*onis? Khilafah adalah ajaran Islam, Khilafah adalah institusi yang diperintahkan Allah kepada umat manusia untuk di terapkan. Kalau Khilafah adalah rekomendasi dari Allah, masih layakkah kita mencari yang lain?
Penerapan aturan Allah dalam Khilafah akan mewujudkan perlindungan bagi anak-anak Palestina, baik terhadap jiwa, kesehatan fisik, mental, pendidikan, kesejahteraan, maupun seluruh aspek masa depan mereka. Bahkan tidak hanya untuk anak-anak Palestina, tapi untuk seluruh manusia dan alam semesta. Inilah khilafah, ajaran islam yang rahmatan lil’alamin.
Wallahu’alam
