Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2025
  • August
  • 13
  • Fenomena Bendera One Piece di HUT RI ke-80: Ekspresi Kritik dan Peluang Dakwah Islam Kaffah

Fenomena Bendera One Piece di HUT RI ke-80: Ekspresi Kritik dan Peluang Dakwah Islam Kaffah

Editor Muslimah Times 13/08/2025
WhatsApp Image 2025-08-12 at 21.19.29
Spread the love

Oleh. Nahra Arhan

Muslimahtimes.com–Menjelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 80, jagat maya dan dunia nyata dihebohkan dengan munculnya fenomena unik namun sarat makna: pengibaran bendera Jolly Roger milik kelompok bajak laut Topi Jerami dari serial One Piece, berdampingan bahkan kadang menggantikan Merah Putih di sejumlah daerah. Bendera yang pada awalnya muncul sebagai bentuk solidaritas antar sopir truk atas pelarangan truk ODOL, kemudian berkembang menjadi simbol perlawanan dan kekecewaan terhadap sistem yang dianggap telah lama mengecewakan rakyat.

Simbol bajak laut yang identik dengan kebebasan, solidaritas, dan perjuangan melawan tirani ini menjadi bentuk kritik yang tersembunyi namun kuat terhadap sistem politik dan ekonomi yang berjalan. Generasi muda yang menyaksikan ketimpangan sosial, naiknya harga kebutuhan pokok, ketidakadilan hukum, dan dominasi elite oligarki, merasa lebih terwakili oleh nilai-nilai “nakama” ala Luffy dibandingkan oleh pidato-pidato resmi negara. Ini menunjukkan adanya disconnected trust antara rakyat dan penguasa—dan fenomena simbolik seperti ini adalah sinyal yang kuat dari kegelisahan sosial yang telah lama terpendam.

Reaksi pemerintah terhadap fenomena ini pun beragam. Ada yang langsung menganggapnya pelanggaran UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara. Beberapa pejabat menyebutnya sebagai bentuk tidak menghormati simbol negara. Namun, sebagian tokoh seperti Ketua MPR menilai ini hanya bentuk kreativitas dan ekspresi anak muda yang tidak sepatutnya dibalas dengan represif.

Namun lebih dari sekadar perdebatan soal hukum bendera, fenomena ini menyuarakan kegelisahan kolektif bahwa ada yang salah dalam sistem ini. Rakyat butuh keadilan, kemakmuran, kepemimpinan yang jujur, dan pemerintahan yang sungguh-sungguh berpihak kepada umat. Di sinilah peluang besar bagi para pengemban dakwah untuk mengambil peran strategis, mengarahkan energi protes ini menuju solusi yang hakiki dan sistemik.

Para pengemban dakwah harus memanfaatkan momen ini untuk menyadarkan umat bahwa sekadar mengganti simbol atau tokoh bukanlah jawaban. Yang harus diubah adalah sistem itu sendiri dari sistem sekuler demokrasi yang memberi ruang bagi oligarki dan kapitalisme global, menjadi sistem Islam kaffah yang datang dari wahyu Ilahi, bukan hasil kompromi manusia. Sistem Khilafah bukan sekadar alternatif; ia adalah sistem pemerintahan Islam yang terbukti adil, berpihak kepada rakyat, serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab berdasarkan syariat.

Khilafah akan memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi, pendidikan dan kesehatan digratiskan, serta kekayaan alam dikelola untuk kesejahteraan umat, bukan korporasi asing. Dalam Khilafah, pemimpin tidak mencari keuntungan pribadi, melainkan takut kepada hisab Allah Swt. Bendera Luffy boleh jadi mencerminkan harapan akan perubahan dan perlawanan terhadap kezaliman, namun sistem Islam lah yang benar-benar akan menunaikan harapan itu dengan realisasi nyata.

Momen ini bukan sekadar tren. Ini adalah panggilan hati generasi muda yang haus akan keadilan, kejujuran, dan kepemimpinan yang berpihak. Maka, para pengemban dakwah jangan hanya menjadi penonton. Ini saatnya menyuarakan bahwa sistem Islam, melalui institusi Khilafah, adalah jawaban atas semua kekecewaan dan kezaliman yang selama ini mereka rasakan.

Continue Reading

Previous: Bekukan Rekening Nganggur, Sistem Ekonomi Kian Ngawur
Next: Stunting Tuntas Teratasi dengan Solusi Islam Hakiki

Related Stories

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026

Recent Posts

  • Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut
  • Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan
  • Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas
  • Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi
  • The Polluter Pays Principle, Rekonstruksi Gaza Bukan Agenda Tulus Board of Peace

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.38.56

Harapan Rakyat Hanyut, Seiring Bencana yang Berlanjut

12/02/2026
Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.27.11

Board Of Peace : Retorika Perdamaian, Realita Penjajahan

12/02/2026
Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas WhatsApp Image 2026-02-12 at 09.07.00

Anak stunting dan Obesitas, Problem Gizi Belum Tuntas

12/02/2026
Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi WhatsApp Image 2026-02-12 at 08.54.17

Keracunan MBG: Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

12/02/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.