Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2025
  • August
  • 23
  • Teriak Merdeka, tapi Pendidikan dan Kesehatan Masih Terpenjara

Teriak Merdeka, tapi Pendidikan dan Kesehatan Masih Terpenjara

Editor Muslimah Times 23/08/2025
WhatsApp Image 2025-08-24 at 06.04.36(1)
Spread the love

Oleh. Dwi Lis

Muslimahtimes.com–80 tahun sudah Indonesia Merdeka. Di mana setiap tahun merayakan kemerdekaan diiringi dengan mengibarkan bendera merah putih setinggi-tingginya seakan-akan negeri ini benar-benar merdeka. Berbagai perlombaan pun diadakan untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia.

Dibalik teriakan merdeka,tersimpan sejuta fakta yang begitu memilukan. Berbagai problematika kehidupan yang membuat rakyat semakin sulit untuk bernapas. Diantaranya terkait buruknya sistem pendidikan serta sistem kesehatan hari ini yang masih jauh dari harapan.

Masih banyak wilayah di Indonesia yang belum mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai salah satu diantaranya adalah SDN 084 Amballong, Desa Embotana, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Bangunan sekolah pun masih jauh dari kata layak, masih berlantai tanah, berdinding papan dan sangat berbeda dengan kondisi sekolah yang ada di kota.

Dan untuk menjangkau tempat ini hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua itupun harus dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa melewati jalan ekstrim yang penuh kubangan lumpur tanah yang seperti bubur disaat musim hujan tiba, melewati sungai serta jembatan kayu yang sangat kecil dan mulai lapuk.(kompas.com,16/8/2025)

Adapun dalam bidang kesehatan hari ini juga kian memprihatinkan dan seolah menjadi barang mewah. Tidak semua orang bisa menikmati fasilitas kesehatan dengan layak. Bahkan tidak jarang pula masih banyak orang yang enggan berobat dikarenakan biaya mahal dan akhirnya nyawa yang jadi taruhannya. Selain itu banyak terjadi kasus stunting alias gizi buruk, pelayanan yang tidak manusiawi serta regulasi yang ribet menambah daftar panjang buruknya sistem kesehatan hari ini.(inilah.com,18/8/2025)

Inilah realita ketika kita hidup di dalam negara yang menerapkan sistem kapitalisme dimana selalu berorientasi pada unsur manfaat dan materi saja. Negara abai akan tanggung jawab dalam mengurusi urusan rakyatnya dan menyerahkan urusan rakyat kepada pihak swasta alhasil semua sektor dibisniskan dan menjadi barang komoditas tanpa terkecuali sektor pendidikan dan kesehatan. Semisal, kualitas sekolah ditentukan dari kemampuan finansial seseorang alhasil memicu terjadinya diskriminatif antara si miskin dan si kaya.

Sementara dalam bidang kesehatan pun demikian . Banyak warga yang terhalang mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik disebabkan karena mereka tidak mampu membayar biaya pengobatan.Pada akhirnya
rakyat masih kesulitan untuk mendapatkan kedua fasilitas tersebut.

Dalam Islam,pendidikan dan kesehatan merupakan kebutuhan krusial yang wajib ditanggung oleh negara setelah sandang, pangan, dan juga papan.
Untuk memberikan pelayanan maksimal dalam bidang pendidikan dan kesehatan maka negara akan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai tanpa harus menimbang untung dan rugi.

Negara akan memberikan asrama bagi siswa atau mahasiswa, membangun sekolah,laboratorium dan fasilitas lainnya yang bisa menunjang pendidikan. Begitu pun dalam bidang kesehatan negara juga akan membangun rumah sakit terbaik,menyediakan dokter berkualitas serta menyediakan alat-alat kesehatan yang memadai. Negara memiliki sumber pendapatan di baitul mal yang diperlukan untuk membiayai semua itu yakni berasal dari pengelolaan sumber daya alam, jizyah, kharaj, fai, ghanimah dan lain-lain.

Kedua bidang tersebut sangat mungkin diwujudkan ketika negara menerapkan Islam secara kaffah. Untuk itu sudah selayaknya umat Islam bersegera mengambil sistem Islam sembari mecampakkan sistem bathil yakni sistem kapitalisme yang sudah terbukti rusak dan merusak. Wallahu a’lam bishawab

Continue Reading

Previous: Kapitalisme Melahirkan Generasi Rusak, Pelajar Terlibat Kekerasan
Next: Israel Membunuh Jurnalis, Upaya Membungkam Kebenaran

Related Stories

Membentuk Kepribadian Islam pada Generasi WhatsApp Image 2026-03-25 at 20.29.06

Membentuk Kepribadian Islam pada Generasi

25/03/2026
Board of Peace: Proyek Kolonial Berkedok ‘Perdamaian’ WhatsApp Image 2026-03-25 at 18.45.15

Board of Peace: Proyek Kolonial Berkedok ‘Perdamaian’

25/03/2026
Panic Buying BBM dan Urgensi Kedaulatan Energi WhatsApp Image 2026-03-24 at 17.01.19

Panic Buying BBM dan Urgensi Kedaulatan Energi

24/03/2026

Recent Posts

  • Membentuk Kepribadian Islam pada Generasi
  • Lebaran Tak Serentak: Ujian Toleransi di Atas Piring Opor
  • Makna Idul Fitri dalam Membangun Kesadaran dan Persatuan Umat Islam
  • Asmara Berujung Luka dan Kekerasan
  • Idul Fitri dan Perjuangan Meraih Kemenangan Umat Islam

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Membentuk Kepribadian Islam pada Generasi WhatsApp Image 2026-03-25 at 20.29.06

Membentuk Kepribadian Islam pada Generasi

25/03/2026
Lebaran Tak Serentak: Ujian Toleransi di Atas Piring Opor WhatsApp Image 2026-03-25 at 20.13.00

Lebaran Tak Serentak: Ujian Toleransi di Atas Piring Opor

25/03/2026
Makna Idul Fitri dalam Membangun Kesadaran dan Persatuan Umat Islam WhatsApp Image 2026-03-25 at 20.05.54

Makna Idul Fitri dalam Membangun Kesadaran dan Persatuan Umat Islam

25/03/2026
Asmara Berujung Luka dan Kekerasan WhatsApp Image 2026-03-25 at 19.06.02

Asmara Berujung Luka dan Kekerasan

25/03/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.