Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • September
  • 26
  • Generasi Hampa dalam Riuhnya Modernisasi

Generasi Hampa dalam Riuhnya Modernisasi

Editor Muslimah Times 26/09/2026
WhatsApp Image 2026-09-26 at 20.01.59
Spread the love

Oleh. Seni, A.L

Muslimahtimes.com–Seorang mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya berusia 19 tahun diduga melakukan tindakan bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 6 gedung Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBIPK) pada Kamis (10/9/2026) pagi hari. Korban berinisial RR asal Bogor tersebut masih dalam kondisi hidup ketika ditemukan dan saat ini berada dalam perawatan intensif di RS Saiful Anwar Malang.

Masih di kampus yang sama, tim Indonesia Sehat Jiwa (ISJ) yang berbasis di Malang beberapa hari sebelumnya berhasil mencegah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya saat hendak melompat dari jembatan. ISJ juga mencatat terjadinya kasus serupa pada bulan lalu, masih dari mahasiswa Universitas Brawijaya.

Di tempat yang lain, seorang pria berinisial FS (30) asal Lampung ditemukan tewas diduga bunuh diri di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Sebelum ditemukan tak bernyawa, FS sempat mempublikasi sejumlah unggahan di media sosialnya terkait keinginan untuk mengakhiri hidup. FS juga mengunggah sebuah bukti transaksi senilai Rp40 juta yang ia donasikan kepada komunitas kesehatan mental serta rumah singgah bagi kucing dan anjing liar.

Berdasarkan data resmi Kemenkes untuk layanan kesehatan mental digital, Healing119.id, pada periode 31 Juli 2025 hingga 31 Juli 2026, mayoritas pengguna yang tercatat memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup didominasi kelompok usia 21-30 tahun dengan proporsi 54,08% dari total 3.036 orang.

Deretan fakta di atas menunjukkan dengan jelas potret suram generasi yang hidup di bawah sistem yang tidak memberi ruang bagi agama untuk mengatur dan menyelesaikan problematika kehidupan manusia. Ketika sekularisme menjauhkan akidah dari kehidupan sehari-hari, manusia kehilangan pijakan spiritual yang kokoh saat diterpa tekanan hidup. Tanpa kekuatan dari iman, yang memaknai penderitaan sebagai bagian dari ujian Allah, setiap kesulitan dan kegagalan akan terasa berat dan berujung pada keputusasaan.

Ideologi kapitalisme yang dijadikan sebagai nafas kehidupan saat ini menjadikan materi sebagai tolok ukur utama untuk menentukan nilai dan pencapaian seseorang, mengabaikan dimensi spiritual atau jiwa. Lahirlah masyarakat yang mengejar kesuksesan individu, yang memandang orang lain sebagai saingan dalam kompetisi, bukan sebagai anggota masyarakat yang perlu dirawat hubungannya. Setiap orang berjuang sendiri tanpa adanya ikatan masyarakat yang kuat. Kesepian pun menjadi suatu keniscayaan, bahkan di antara mereka yang berkecukupan secara materi. Dalam masyarakat individulistik seperti ini, kegagalan dipandang sebagai kesalahan pribadi yang menciptakan tekanan mental luar biasa.

Semua itu adalah buah yang dihasilkan oleh negara yang menerapkan sekularisme-kapitalisme dalam mengatur kehidupan rakyat. Negara membentuk individu rapuh akibat sistem pendidikan sekuler yang memisahkan nilai-nilai keagamaan dari proses pembentukan karakter dan ilmu pengetahuan. Individu yang rentan terhadap krisis mental dipertemukan dengan lingkungan masyarakat yang dingin dan individualistik, hasilnya adalah krisis kesehatan mental massal. Kesepian bukan lagi sekadar masalah kepribadian seseorang, melainkan dampak struktural dari sistem yang diterapkan oleh negara.

Dalam Islam, akidah bukan sekadar keyakinan pasif di dalam hati, melainkan sebuah sistem perlindungann yang membentuk cara pandang seorang Muslim terhadap dunia. Ketika diterpa krisis atau tekanan hidup yang berat, akidah bekerja sebagai benteng jiwa. Keyakinan bahwa setiap kesulitan adalah ujian dari Allah dan bahwa bunuh diri merupakan tindakan yang dikategorikan haram dalam hukum Islam, menjadi penahan terkuat bagi seorang Muslim dari keputusasaan.

Dalam pandangan Islam, masyarakat bukan sekadar kumpulan individu yang hidup berdampingan secara fisik, melainkan sebuah satu tubuh yang saling terikat oleh akidah. Konstruksi sosial ini dirancang secara sistematis melalui peran keluarga dan masyarakat agar tidak ada satu pun individu yang terisolasi atau dibiarkan menanggung beban sendirian.

Negara Khilafah, yang menerapkan Islam secara kaffah dalam kehidupan, akan memberlakukan sistem pendidikan dan ekonomi yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Khilafah berperan aktif membangun ekosistem yang mendukung tumbuh kembang manusia secara utuh. Hasilnya adalah generasi yang tangguh secara spiritual, sejahtera secara materi, dan terikat kuat dalam keharmonisan sosial.

Continue Reading

Previous: Karhutla Meluas dan Menyebabkan Korban Jiwa, Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi
Next: Pakar Kesehatan ULM Ingatkan Kabut Asap Dapat Membunuh Diam-diam

Related Stories

Pakar Kesehatan ULM Ingatkan Kabut Asap Dapat Membunuh Diam-diam WhatsApp Image 2026-09-26 at 20.13.19

Pakar Kesehatan ULM Ingatkan Kabut Asap Dapat Membunuh Diam-diam

26/09/2026
Karhutla Meluas dan Menyebabkan Korban Jiwa, Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi WhatsApp Image 2026-09-22 at 21.12.36

Karhutla Meluas dan Menyebabkan Korban Jiwa, Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi

22/09/2026
Keracunan Massal MBG, Bukan Sekadar Kesalahan SOP WhatsApp Image 2026-09-18 at 20.31.31

Keracunan Massal MBG, Bukan Sekadar Kesalahan SOP

18/09/2026

Recent Posts

  • Pakar Kesehatan ULM Ingatkan Kabut Asap Dapat Membunuh Diam-diam
  • Generasi Hampa dalam Riuhnya Modernisasi
  • Karhutla Meluas dan Menyebabkan Korban Jiwa, Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi
  • Menumbuhkan Empati Sosial dalam Bingkai Syakhsiyah Islamiyah
  • Keracunan Massal MBG, Bukan Sekadar Kesalahan SOP

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Pakar Kesehatan ULM Ingatkan Kabut Asap Dapat Membunuh Diam-diam WhatsApp Image 2026-09-26 at 20.13.19

Pakar Kesehatan ULM Ingatkan Kabut Asap Dapat Membunuh Diam-diam

26/09/2026
Generasi Hampa dalam Riuhnya Modernisasi WhatsApp Image 2026-09-26 at 20.01.59

Generasi Hampa dalam Riuhnya Modernisasi

26/09/2026
Karhutla Meluas dan Menyebabkan Korban Jiwa, Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi WhatsApp Image 2026-09-22 at 21.12.36

Karhutla Meluas dan Menyebabkan Korban Jiwa, Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi

22/09/2026
Menumbuhkan Empati Sosial dalam Bingkai Syakhsiyah Islamiyah WhatsApp Image 2026-09-22 at 21.01.04

Menumbuhkan Empati Sosial dalam Bingkai Syakhsiyah Islamiyah

22/09/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.