Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • September
  • 26
  • Pakar Kesehatan ULM Ingatkan Kabut Asap Dapat Membunuh Diam-diam

Pakar Kesehatan ULM Ingatkan Kabut Asap Dapat Membunuh Diam-diam

Editor Muslimah Times 26/09/2026
WhatsApp Image 2026-09-26 at 20.13.19
Spread the love

Oleh. Syarifah

Muslimahtimes.com–Saat ini Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi permasalahan lingkungan yang mendapat perhatian khusus di Indonesia, hal ini berlangsung mulai Agustus 2026. Sejumlah wilayah di Kalimantan termasuk Kalimantan Selatan mengalami peningkatan risiko kebakaran seiring dengan berlangsungnya musim kemarau. Kondisi tersebut semakin membingungkan karena fenomena El Niño pada tahun ini berada pada intensitas yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam fase positif. Kedua fenomena kedua tersebut berkontribusi terhadap kondisi yang lebih kering di sebagian wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa kondisi tersebut meningkatkan potensi kekeringan dan karhutla, termasuk di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena karakteristik geografisnya berupa kawasan hutan dan lahan gambut yang luas. Ketika berlangsung musim kemarau panjang seperti saat ini, seluruh vegetasi dan bahan organik yang ada di sana menjadi lebih kering sehingga lebih mudah terbakar.

Permasalahan menjadi semakin kompleks ketika kondisi alam tersebut bertemu dengan aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan menggunakan api, kelalaian, perubahan penggunaan lahan, serta pengelolaan lahan gambut yang kurang tepat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan melaporkan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga 4 September 2026 tercatat sebanyak 2.586 kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai 16.539,65 hektare. kejadian karhutla tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Kabupaten Banjar tercatat sebanyak 514 kejadian dengan luas lahan terdampak 4.105,70 hektare, disusul Hulu Sungai Selatan sebanyak 358 kejadian dengan luas 3.063,12 hektare, serta Tanah Laut sebanyak 381 kejadian dengan luas 2.339,35 hektare.

Sementara itu, Kota Banjarbaru tercatat 512 kejadian dengan luas lahan terdampak 2.102,94 hektare, Tapin sebanyak 203 kejadian dengan luas 1.831,33 hektare, dan Barito Kuala sebanyak 199 kejadian dengan luas 1.651,80 hektare.

Wilayah lainnya meliputi Hulu Sungai Utara dengan 107 kejadian dan luas terdampak 608,28 hektare, Tanah Bumbu 79 kejadian dengan 216,85 hektare, Balangan 71 kejadian dengan 217,71 hektare, Hulu Sungai Tengah 69 kejadian dengan 207,91 hektare, Kotabaru 48 kejadian dengan 58,07 hektare, Tabalong 29 kejadian dengan 135,13 hektare, serta Kota Banjarmasin 16 kejadian dengan luas terdampak 1,45 hektare.

Peringatan keras disampaikan oleh Pakar Kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin, M.Pd. Beliau mengungkapkan bahwa Kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan pembunuh diam-diam (silent killer) yang dapat memicu serangan jantung hingga kematian mendadak. Beliau menekankan bahwa masyarakat sering kali mengabaikan kabut asap karena menganggapnya sebagai bencana musiman biasa, padahal dampaknya sangat mematikan.
Mengapa Kabut Asap Disebut “Pembunuh Diam-Diam”?

Bahaya terbesar dari asap karhutla berasal dari Particulate Matter 2.5 (PM 2,5), yaitu partikel halus berukuran kurang dari 2,5 mikrometer. Karena ukurannya yang sangat mikro, partikel ini memiliki karakteristik berbahaya berikut:

Menembus saringan alami: PM 2,5 lolos dari bulu hidung dan masuk jauh ke dalam kantung udara (alveolus) paru-paru.

Masuk ke aliran darah: Partikel toksik ini dapat menembus sistem peredaran darah dan memicu peradangan pada organ tubuh.

Memicu kondisi fatal: Paparan akut tidak hanya merusak sistem pernapasan, tetapi juga mengganggu stabilitas sistem kardiovaskular, yang dapat berujung pada serangan jantung dan kematian mendadak.

Dampak yang ditimbulkan oleh Karhutla bisa bersifat akut dan kronik. Mulai dari keluhan batuk, sesak, iritasi tenggorokan dan mata, infeksi paru dan saluran napas, perburukan penyakit asma dan penyakit kronik lainnya, gangguan kesehatan mental hingga meningkatkan risiko perburukan status kesehatan dan pada keadaan penyakit tertentu dapat berujung ke kematian.

Situasi ini kian memburuk ketika paparan racun asap berpadu dengan lonjakan suhu udara yang ekstrem.”Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa gabungan antara situasi panas dan asap kebakaran hutan dapat menyebabkan peningkatan risiko gangguan kardio respirasi yang berhujung perawatan ke rumah sakit.Hal ini terlihat dari meningkatnya angka kunjungan ke rumah sakit.”Data dari berbagai penelitian menunjukkan saat kabut asap melanda, kunjungan ke rumah sakit meningkat hingga 40 persen, terutama untuk kasus gangguan pernapasan dan jantung.”

Selain dampak Kesehatan yang ditimbulkan Karhutla juga berdampak pada :

Kerusakan Lingkungan dan Ekosistem

Hilangnya Habitat : Flora dan fauna kehilangan tempat tinggal, mati, atau terancam punah.

Pemanasan Global : Emisi karbon dan gas rumah kaca dilepas ke udara dalam jumlah besar.

Krisis Air Bersih: Tanah yang gersang dan rusak menurunkan kapasitas resapan air, memicu kekeringan.

Hutan menjadi gundul dan tidak mampu menahan laju air hujan sehingga memicu erosi tanah.

Lumpuhnya Transportasi: Kabut asap tebal menghambat jarak pandang, mengganggu penerbangan serta lalu lintas.

Hilangnya Mata Pencaharian: Warga yang bergantung pada hasil hutan (seperti rotan dan madu).

Ketika kita melihat dan mengamati peristiwa Karhutla yang terus berulang muncul pertanyaan yang sering kali mengusik rasa penasaran kita : Apakah kebakaran yang terjadi benar-benar disebabkan oleh perubahan kondisi iklim, atau justru sebagian besar berasal dari aktivitas manusia? Pertanyaan tersebut penting mengingat fenomena El Niño pada dasarnya tidak menyalakan api.

Fenomena iklim ini hanya membuat lingkungan menjadi lebih kering dan mudah terbakar, sedangkan sumber api pada banyak kasus justru berkaitan dengan aktivitas manusia.

Akar Masalah Karhutla
Jika ditinjau secara menyeluruh akar masalah dari peristiwa ini berporos pada dominasi motif ekonomi yang difasilitasi oleh kerapuhan sistem tata kelola dan cara pandang sekuler-kapitalistik terhadap alam. Land clearing (pembukaan lahan) dengan cara membakar adalah jalan pintas yang paling murah secara finansial bagi oknum korporasi maupun individu untuk menanam komoditas seperti sawit dan kayu industri.

Lemahnya Penegakan Hukum juga menjadi salah satu sebab. Sanksi dan denda finansial bagi perusahaan pelaku pembakar hutan dinilai tidak memberikan efek jera. Alhasil, bencana kabut asap terus berulang setiap tahun dan seolah mengalami “normalisasi” sebagai siklus tahunan biasa.

Solusi Islam

Solusi alternatif dapat merujuk pada sistem yang diterapkan Islam untuk mengatasi bencana karhutla dan kabut asap:

Prinsip “La Dharar wa La Dhirar”: Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, “Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain” (HR Ahmad), negara wajib melarang total segala aktivitas industri yang merusak ekosistem dan mengancam nyawa publik.

Pengelolaan Kepemilikan Umum: Dalam pandangan Islam, hutan, air, dan kekayaan alam yang menguasai hajat hidup orang banyak dikategorikan sebagai kepemilikan umum (milkiyah ammah). Negara dilarang menyerahkan pengelolaannya kepada swasta atau asing. Negara bertindak sebagai pengelola langsung yang berfokus pada pelayanan rakyat, bukan demi mencari keuntungan komersial semata.

Solusinya menuntut perubahan paradigma: dari yang semula mengagungkan keuntungan materi di atas segalanya, menjadi pengelolaan alam yang berlandaskan tanggung jawab ekologis dan spiritual.

Mitigasi Tanggap Darurat: Negara secara proaktif akan melakukan pencegahan, menyediakan teknologi pemadaman yang mumpuni, serta memberikan layanan kesehatan gratis secara instan bagi korban yang terdampak polusi udara.

Alhasil penyelesaian tuntas kerusakan lingkungan dan bencana hanya bisa diwujudkan lewat penerapan syariah Islam secara kaffah (menyeluruh), yang mengatur tata kelola kepemilikan umum (seperti hutan dan lahan) demi kemaslahatan umat serta sanksi tegas bagi pelanggar.

Wallahua’lam

Continue Reading

Previous: Generasi Hampa dalam Riuhnya Modernisasi

Related Stories

Generasi Hampa dalam Riuhnya Modernisasi WhatsApp Image 2026-09-26 at 20.01.59

Generasi Hampa dalam Riuhnya Modernisasi

26/09/2026
Karhutla Meluas dan Menyebabkan Korban Jiwa, Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi WhatsApp Image 2026-09-22 at 21.12.36

Karhutla Meluas dan Menyebabkan Korban Jiwa, Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi

22/09/2026
Keracunan Massal MBG, Bukan Sekadar Kesalahan SOP WhatsApp Image 2026-09-18 at 20.31.31

Keracunan Massal MBG, Bukan Sekadar Kesalahan SOP

18/09/2026

Recent Posts

  • Pakar Kesehatan ULM Ingatkan Kabut Asap Dapat Membunuh Diam-diam
  • Generasi Hampa dalam Riuhnya Modernisasi
  • Karhutla Meluas dan Menyebabkan Korban Jiwa, Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi
  • Menumbuhkan Empati Sosial dalam Bingkai Syakhsiyah Islamiyah
  • Keracunan Massal MBG, Bukan Sekadar Kesalahan SOP

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Pakar Kesehatan ULM Ingatkan Kabut Asap Dapat Membunuh Diam-diam WhatsApp Image 2026-09-26 at 20.13.19

Pakar Kesehatan ULM Ingatkan Kabut Asap Dapat Membunuh Diam-diam

26/09/2026
Generasi Hampa dalam Riuhnya Modernisasi WhatsApp Image 2026-09-26 at 20.01.59

Generasi Hampa dalam Riuhnya Modernisasi

26/09/2026
Karhutla Meluas dan Menyebabkan Korban Jiwa, Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi WhatsApp Image 2026-09-22 at 21.12.36

Karhutla Meluas dan Menyebabkan Korban Jiwa, Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi

22/09/2026
Menumbuhkan Empati Sosial dalam Bingkai Syakhsiyah Islamiyah WhatsApp Image 2026-09-22 at 21.01.04

Menumbuhkan Empati Sosial dalam Bingkai Syakhsiyah Islamiyah

22/09/2026
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.