Skip to content
Muslimah Times

Muslimah Times

dari dan untuk muslimah masa kini

Primary Menu
  • HOME
  • NEWS
  • AKTUAL
  • CHICKEN SOUP
  • HIKMAH
  • KAJIAN
  • PARENTING
  • RESENSI
  • RUMAH TANGGA
  • SASTRA
  • TEENS
  • Kontak Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Login
  • Home
  • 2026
  • October
  • 31
  • Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?

Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?

Editor Muslimah Times 31/10/2026
WhatsApp Image 2026-11-01 at 06.36.40
Spread the love

Oleh. Agustinae, S.Pd

Muslimahtimes.com–Dunia pendidikan kembali di gemparkan dengan ada nya aksi Bulliying. Kali ini menimpa seorang siswa kelas 2 SD di Pemalang yang berinisial A usia 7 tahun warga Kebondalem, Pemalang. Ibu korban inisial DI usia 36 tahun menceritakan bagaimana penganiayaan anaknya, dimana korban mengaku dianiaya saat jam istirahat. “Dipukul perut, ada yang menendang pakai sepatu. Dan itu pun saya pertama enggak tahu kalau anak itu udah dipukul. Saya baru tahu kemarin-kemarin,”kata nya. (detik.com, Jumat 02 Oktober 2026). Ibu korban pun menuturkan ada luka memar di bagian perut dan kaki anaknya tersebut. Ia pun mengatakan karena kondisi yang di alami korban membuatnya sulit berjalan.

Korban sebelumnya sempat di rawat di RSUD M Azhari selama sembilan hari sejak Kamis (17/9) lalu. Korban sempat diperbolehkan pulang selama 3 hari di rumah, sebelum akhirnya meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit, Rabu (30/9) sore. Ayah korban insial N usia 43 tahun sempat mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan tentang perundungan yang dialami putranya. Namun, upayanya sia-sia. “Anak saya itu sebelum meninggal sudah ngomong siapa-siapa yang mukul dia, dilihatin foto terus dia nunjuk. Ada tiga anak, yang dua kelas 5 dan satu kelas 6. Saya mencoba minta kejelasan sekolah, namun belum ada hasilnya,”kata nya. (detik.com, Jumat 02 Oktober 2026).

Pada data pemantauan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus kekerasan di satuan pendidikan. Sejak tahun 2020 tercatat ada 91 kasus, pada tahun 2021 meningkat menjadi 142 kasus, dan semakin bertambah pada tahun 2022 dengan jumlah 194 kasus, tahun 2023 menjadi 285 kasus. Peningkatan yang lebih tajam terlihat pada tahun 2024 dengan 753 kasus, dan kembali meningkat pada tahun 2025 menjadi 614 kasus. Secara keseluruhan data memperlihatkan tren kenaikan jumlah kasus dari tahun ke tahun dalam pemantauan tersebut.

Maraknya kasus Bulliying menunjukkan bahwa tidak ada ruang aman untuk generasi, terutama di lingkungan sekolah. Sekolah yang identik dengan tempat untuk menuntut ilmu, membentuk karakter tapi justru ada celah munculnya ruang perundungan dimana tidak hanya karakter sebagai seorang muslim yang hilang, tetapi juga masa depan generasi sedang direnggut secara perlahan. Inilah realita dunia pendidikan saat ini, dimana generasi muda tumbuh dalam budaya individualis, budaya yang minim empati dan sekolah sibuk dengan mengejar angka (nilai dan ranking) tanpa memperhatikan terbentuknya karakter, ketangguhan emosional, dan keamaan sosial di lingkungan belajar.

Disatu sisi lingkungan keluarga terutama orang tua dibentuk oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin hari semakin melonjak. Menyebabkan kelelahan fisik maupun mental, sehingga mengakibatkan tidak maksimalnya peran orang tua dalam mendidik anak di lingkungan rumah. Ditambah lagi dilingkungan masyarakat, di mana masyarakat sekarang terbentuk masyarakat yang individualis, minim empati dan jarang merangkul serta membimbing jika ada yang berbuat salah.

Terbentuknya lingkungan sekolah yang hanya mengejar nilai, keluarga yang sibuk untuk memenuhi kebutuhan hidup, bahkan masyarakat yang abai dan jarang melakukan bimbingan atau nasihat kepada sesama muncul karena saat ini kita hidup dalam sistem sekuler kapitalistik. Sehingga wajar jika generasi yang lahir saat ini adalah generasi yang “rusak”.

Ditambah lagi dengan abai nya negara terhadap maraknya kasus Bulliying. Negara yang harusnya sebagai tempat pelindung bagi generasi jusru lambat dalam memberikan perlindungan. Terbukti dengan angka kekerasan di satuan pendidikan yang semakin marak, bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa nya. Tidak seriusnya negara dalam memberikan perlindungan bisa kita lihat dengan tidak dibuatnya mekanisme keamaan yang standar. Jika sistem ini terus diterapkan maka angka kekerasan pada anak terutama dalam dunia pendidikan akan terus ada, bahkan semakin meningkat tanpa adanya solusi yang tuntas.

Maka satu-satunya cara untuk menghentikan kasus Bulliying secara tuntas adalah dengan menerapkan sistem yang mampu memberikan perlindungan dan juga keamanan bagi umat nya. Sistem ini tidak lain adalah sistem islam, dimana islam tidak hanya sekadar agama akan tetapi islam mempunyai seperangkat aturan yang komprehensif dalam mewujudkan perlindungan dan keamanan bagi umat. Dalam pandangan islam ada 3 pilar untuk menyelesaikan kasus Bulliying pada anak.

Yang pertama adalah ketakwaan individu dan keluarga. Islam akan membentuk ketakwaan bagi individu dan keluarga sekaligus “menuntut” untuk menerapkan aturan islam didalamnya secara keseluruhan. Dimana aturan ini yang nantinya akan senantiasa membentengi individu dan keluarga dari kemaksiatan dengan bekal ketakwaan pada dirinya.

Kedua adalah adanya kontrol masyarakat. Kontrol dari masyarakat ini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya berbagai tindakan kekerasaan maupun kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak. Adanya aktivitas saling peduli, menasehati atau aktivitas amar makruf nahi mungkar ditengah masyarakat akan meminimalisir tindakan kriminal.

Ketiga yaitu adanya peran negara. Dalam islam, negara punya peran untuk mengurusi umat termasuk dalam pengurusan seluruh aspek kehidupan. Negara islam juga akan menerapkan aturan secara sempurna menggunakan aturan Allah Swt yang sesuai dengan fitrah manusia dan memberikan keamaman secara menyeluruh. Negara Islam wajib menyelenggrakan sistem pendidikan Islam dengan berbasis kurikulum akidah Islam yang outputnya adalah membentuk kepribadian Islam (aqliyah dan nafisyah Islam) sehingga umat akan terhindar dari berbagai macam perilaku kemaksiatan. Inilah sempurna nya islam, dimana negara akan betul-betul mengurusi umat dari berbagai aspek.

Rasullulah saw bersabda, “Imam (kepala negara) itu adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang ia urus.” (HR Muslim dan Ahmad)

Kemudian dalam hadis lain, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya imam itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.” (HR Muslim).

Continue Reading

Previous: Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi

Related Stories

Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi WhatsApp Image 2026-11-01 at 05.48.27

Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi

31/10/2026
Dana Bencana Dikorupsi, Amanah Dikhianati WhatsApp Image 2026-11-01 at 05.39.14

Dana Bencana Dikorupsi, Amanah Dikhianati

31/10/2026
Harga Terus Melaju, Daya Beli Kian Layu WhatsApp Image 2026-10-31 at 08.35.02

Harga Terus Melaju, Daya Beli Kian Layu

31/10/2026

Recent Posts

  • Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?
  • Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi
  • Dana Bencana Dikorupsi, Amanah Dikhianati
  • Harga Terus Melaju, Daya Beli Kian Layu
  • Fenomena Downgrade, Berhemat Cukupkah untuk Bertahan?

Recent Comments

  1. Editor Muslimah Times on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  2. ranum on Diskriminasi Pendidikan, Sampai Kapan?
  3. Yanto on Utang Luar Negeri dan Kedaulatan Negara
  4. Winda on Potret Pendidikan di Era Milenial
  5. Nungki on Jual Beli Perawan, Bisnis yang Menjanjikan

Read This

Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi? WhatsApp Image 2026-11-01 at 06.36.40

Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?

31/10/2026
Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi WhatsApp Image 2026-11-01 at 05.48.27

Karhutla Berulang: Bahaya Normalisasi Eksploitasi oleh Korporasi

31/10/2026
Dana Bencana Dikorupsi, Amanah Dikhianati WhatsApp Image 2026-11-01 at 05.39.14

Dana Bencana Dikorupsi, Amanah Dikhianati

31/10/2026
Harga Terus Melaju, Daya Beli Kian Layu WhatsApp Image 2026-10-31 at 08.35.02

Harga Terus Melaju, Daya Beli Kian Layu

31/10/2026

Tags

#Aborsi #aktual #Alquds #beras #bullying #ciptaker #deeplearning #derita #Gas #generasi #genz #hedonis #hikmah #Indonesiaemas #kafir #yaumilakhir #kajian #kebakaran #kecelakaan #kelaparan #kemiskinan #lalulintas #layak #LPG #mental #pagarlaut #pajak #Palestina #perempuan #Rajab #resensi #rumah #rumahtangga #sertifikasidai #silenttreatment #suami #teens Aktual cantik Demokrasi IBU ISLAM keadilan palestine Perempuan politik

CATEGORY

AKTUAL CHICKEN SOUP HIKMAH KAJIAN NEWS PARENTING Reportase RESENSI RUMAH TANGGA SASTRA TEENS Uncategorized
Copyright © Muslimah Times. All rights reserved. | MoreNews by AF themes.